Meskipun Anda bukanlah penggemar tayangan serial komedi televisi Opera Van Java yang masih tayang dan sukses hingga saat ini atau bahkan bukanlah penggemar dirinya sekalipun, rasanya akan sulit untuk menyangkal bahwa Sule adalah seorang komedian yang memiliki daya tarik dan kemampuan komikal yang sangat kuat. Lewat daya tarik itulah komedian bernama asli Entis Sutisna tersebut mampu membuat menit-menit presentasi film Arwah Kuntilanak Duyung (2011) dan Sule, Ay Need You (2012) yang memiliki naskah penceritaan yang lemah menjadi… well… sedikit terasa kurang menyiksa ketika disaksikan. Sayangnya, Sule justru kemudian terjebak dengan naskah-naskah cerita yang sepertinya murni hanya mengandalkan kemampuan komikalnya tanpa pernah berusaha meningkatkan sisi penceritaan lainnya. Sule Detektif Tokek adalah contoh terbaru bagi kekurangan Sule tersebut.
Posts Tagged ‘Poppy Sovia’
Review: Sule Detektif Tokek (2013)
Posted: March 18, 2013 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Five V, Haris "Gepeng", Indonesian Cinema, Joehana Sutisna, Maeyrani, Movies, Mpok Nori, Pierre Gruno, Poppy Sovia, Reka Wijaya, Review, Rizky "Sule", Sule, Sule Detektif Tokek, Sutan Simatupang, Uli Auliani
Review: Test Pack: You’re My Baby (2012)
Posted: September 12, 2012 in Movies, ReviewTags: Acha Septriasa, Ade Habibie, Agung Hercules, Asian Cinema, Dwi Sasono, Endhita, Fitria Sechan, Gading Marten, Indonesian Cinema, Jaja Mihardja, Karissa Habibie, Meriam Bellina, Monty Tiwa, Movies, Oon, Poppy Sovia, Ratna Riantiarno, Renata Kusmanto, Review, Reza Rahadian, Test Pack: You're My Baby, Tora Sudiro, Uli Herdinansyah
Diangkat dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita yang pertama kali dirilis pada tahun 2005, Test Pack: You Are My Baby berkisah mengenai pasangan menikah, Rachmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa), yang sedang berupaya untuk melengkapi susunan keluarga mereka dengan memperoleh seorang anak. Sebenarnya, kehadiran seorang anak dalam pernikahan Rachmat dan Tata bukanlah sebuah hal yang dirasa penting. Namun, setelah usia pernikahan yang telah mencapai tujuh tahun, Tata akhirnya merasa bahwa kehadiran seorang anak adalah sebuah hal yang wajib. Akibatnya, kini keseharian hidup pasangan itu dihiasi dengan berbagai eksperimen yang dinilai dapat membantu mereka untuk mendapatkan seorang penerus garis keturunan. Sayangnya… usaha tersebut sepertinya tidak kunjung berhasil.
Review: Hi5teria (2012)
Posted: March 30, 2012 in Movies, ReviewTags: Adrian Aliman, Adriyanto Dewo, Aelke Mariska, Asian Cinema, Bella Esperance, Billy Christian, Chairun Nisa, Dinda Kanya Dewi, Dion Wiyoko, Egi Fedly, Fitrie Rachmadhina, Harvan Agustriansyah, Hi5teria, Ichi Nuraini, Imelda Therinne, Indonesian Cinema, Jennye Awuy, Krisshatta Luis, Luna Maya, Maya Otos, Movies, Nicho Yudifar, Otig Pakis, Pipien Putri, Poppy Sovia, Review, Sigi Wimala, Tara Basro, Totos Rasiti, Tumpal Tampubolon
Seperti yang dilakukan oleh beberapa praktisi film Indonesia pada FISFiC Vol. 1 yang dirilis pada akhir tahun lalu, produser Chand Parwez Servia bersama dengan sutradara Upi Avianto juga mengumpulkan beberapa talenta muda untuk mengarahkan film-film pendek bertemakan horor dan thriller untuk kemudian ditampilkan dalam satu presentasi. Walau sama sekali belum pernah mengarahkan film layar lebar, nama-nama sutradara yang karyanya turut disertakan dalam Hi5teria sendiri bukanlah nama-nama yang baru pertama kali berkenalan dengan industri film. Tercatat, Adriyanto Dewo, Chairun Nisa, Billy Christian, Nicho Yudifar dan Harvan Agustriansyah lebih dahulu dikenal sebagai penghasil film pendek dengan beberapa diantaranya bahkan mampu membawa karya mereka melangkah lebih jauh di tingkat persaingan dunia.
Review: Catatan Harian Si Boy (2011)
Posted: July 2, 2011 in Movies, ReviewTags: Abimana Arya, Albert halim, Ario Bayu, Asian Cinema, Btari Karlinda, Carissa Puteri, Catatan Harian Si Boy, Cut Tari, Didi Petet, Indonesian Cinema, Joko Anwar, Leroy Osmani, Movies, Nazyra C. Noer, Onky Alexander, Paul Foster, Poppy Sovia, Putrama Tuta, Review, Richard Kevin, Roy Marten, Tara Basro, Verdi Solaeman
Karakter Boy – sosok pria yang tampan, kaya, cerdas namun tetap rendah hati dan taat beribadah (baca: sempurna) – dari lima seri film Catatan Si Boy (1987 – 1991) tampil sangat melekat pada generasi pecinta film nasional di era tersebut. Begitu melekatnya karakter Boy, karakter tersebut bahkan mengambil sebuah bagian penting dalam pop culture Indonesia hingga saat ini. Maka adalah sangat wajar bila saat produser sekaligus sutradara debutan, Putrama Tuta, mengungkapkan bahwa dirinya merasa tertarik untuk kembali membawa salah satu ikon pop nasional tersebut kembali ke layar lebar bagi sebuah generasi yang telah jauh berbeda akan menimbulkan rasa penasaran yang cukup besar di benak banyak orang.
Review: Keramat (2009)
Posted: March 29, 2010 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Brama Sutasara, Diaz Ardiawan, Dimas Projosujadi, Indonesian Cinema, Keramat, Miea Kusuma, Migi Parahita, Monty Tiwa, Movies, Poppy Sovia, Review, Sadha Triyudha
Nama Monty Tiwa pertama kali tercatat di sejarah perfilman Indonesia adalah sebagai seorang penulis naskah film Andai Ia Tahu di tahun 2002. Karirnya sebagai seorang penulis naskah film terus berlanjut, termasuk dengan menulis beberapa film sukses lainnya seperti Mendadak Dangdut (2006), Denias, Senandung di Atas Awan (2006) dan Mengejar Mas-Mas (2007).

















