Uhmmm… Resident Evil: Retribution adalah bagian kelima dari franchise film yang telah berusia satu dekade dan berhasil mengumpulkan total pendapatan sebesar US$675 juta dari peredarannya di seluruh dunia? Yahhh… waktu begitu cepat berlalu, khususnya ketika Anda menyaksikan sebuah seri film terbaru yang terasa hanyalah sebagai pengulangan dengan beberapa ekstensi cerita dari seri sebelumnya. Dan, sayangnya, Resident Evil: Retribution juga bukanlah bagian dalam Resident Evil yang akan mengubah pola pandang banyak orang terhadap franchise tersebut. Dalam seri kelimanya kali ini, sutradara sekaligus penulis naskah Paul W. S. Anderson bahkan tidak terlihat berusaha lagi untuk merangkai cerita yang layak untuk disajikan dalam filmnya.
Posts Tagged ‘Paul W. S. Anderson’
Review: Resident Evil: Retribution (2012)
Posted: September 14, 2012 in Movies, ReviewTags: Aryana Engineer, Ave Merson-O'Brian, Boris Kodjoe, Colin Salmon, Johann Urb, Kevin Durand, Li Bingbing, Megan Charpentier, Michelle Rodriguez, Mika Nakashima, Milla Jovovich, Movies, Oded Fehr, Paul W. S. Anderson, Resident Evil: Retribution, Review, Shawn Roberts, Sienna Guillory
Review: The Three Musketeers (2011)
Posted: October 26, 2011 in Movies, ReviewTags: Christoph Waltz, Freddie Fox, Gabriella Wilde, James Corden, Juno Temple, Logan Lerman, Luke Evans, Mads Mikkelsen, Matthew Macfadyen, Milla Jovovich, Movies, Orlando Bloom, Paul W. S. Anderson, Ray Stevenson, Review, The Three Musketeers, Til Schweiger
Dengan karir penyutradaraan yang telah membentang semenjak tahun 1994, Paul W. S. Anderson harus diakui bukanlah seorang sutradara yang begitu ahli dalam menangani kehadiran plot cerita dalam setiap filmnya. Bukan berarti film-film yang disutradarai oleh sutradara asal Inggris ini umumnya berkualitas buruk, namun konsistensi plot cerita mungkin adalah hal terakhir yang paling diperhatikan Anderson selama proses pembuatan filmnya. Karenanya, tidak mengherankan jika kemudian banyak pihak yang merasa sedikit heran dengan pilihan Anderson untuk mengadaptasi salah satu karya literatur paling populer di dunia, The Three Musketeers (1844) karya Alexandre Dumas, sebagai bahan dasar dari naskah cerita film yang ia arahkan.














