Posts Tagged ‘Paul Giamatti’

12 Years a Slave (Regency Enterprises/River Road Entertainment/Plan B Entertainment/New Regency Pictures, Film4, 2013)

12 Years a Slave (Regency Enterprises/River Road Entertainment/Plan B Entertainment/New Regency Pictures, Film4, 2013)

Dengan naskah yang ditulis oleh John Ridley (Red Tails, 2012) berdasarkan memoir berjudul Twelve Years a Slave: Narrative of Solomon Northup, a Citizen of New-York, Kidnapped in Washington City in 1841, and Rescued in 1853 yang ditulis oleh Solomon Northup, 12 Years a Slave mencoba untuk berkisah mengenai seorang pria Afro-Amerika merdeka yang terjebak dalam tindak perbudakan di masa-masa ketika warga kulit hitam di Amerika Serikat masih dipandang sebagai warga kelas bawah. Kisahnya sendiri diawali dengan memperkenalkan Solomon Northup (Chiwetel Ejiofor), seorang Afro-Amerika yang bekerja sebagai seorang tukang kayu dan pemain bola serta tinggal bersama istri, Anne (Kelsey Scott), dan kedua anak mereka, Margaret (Quvenzhané Wallis) dan Alonzo (Cameron Zeigler), di Saratoga Springs, New York, Amerika Serikat. Suatu hari, Solomon mendapatkan tawaran bekerja sebagai seorang musisi selama dua minggu di Washington DC oleh dua orang pria, Brown (Scoot McNairy) dan Hamilton (Taran Killam). Karena tertarik dengan sejumlah uang yang ditawarkan oleh kedua pria tersebut, Solomon akhirnya menerima tawaran mereka. Sial, begitu tiba di Washington DC, Solomon justru dijebak dan dijual sebagai seorang budak.

(more…)

Turbo-header

Film teranyar rilisan DreamWorks Animation, Turbo, yang juga menjadi debut penyutradaraan bagi David Soren, berkisah mengenai seekor siput kebun bernama Theo (Ryan Reynolds) – atau yang lebih memilih untuk dipanggil dengan sebutan Turbo, yang bermimpi untuk menjadi pembalap terbaik di dunia, seperti halnya sang idola, Guy Gagne (Bill Hader) – seorang manusia. Masalahnya… well… Turbo adalah seekor siput yang semenjak lama memiliki takdir sebagai salah satu hewan dengan pergerakan tubuh paling lambat di dunia. Obsesinya tersebut kerap membuat Turbo menjadi bahan cemoohan bagi komunitas siput yang berada di sekitarnya, termasuk dari sang kakak, Chet (Paul Giamatti). Hal itulah yang kemudian mendorong Turbo untuk meninggalkan lokasi tempat tinggalnya dan memilih untuk mencari jalan hidupnya sendiri.

(more…)

Setelah Bel Ami, Robert Pattinson membintangi sebuah film lain yang sama-sama diadaptasi dari sebuah novel dan sama-sama memfokuskan jalan ceritanya pada tema seks, uang dan politik – walaupun kali ini, uang dan politik akan menjadi unsur cerita yang lebih dominan sekaligus memperumit alur pengisahan film. Cosmopolis, yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Don DeLillo, juga menandai kali pertama sutradara David Cronenberg menyutradarai film yang naskah ceritanya juga ditulis oleh dirinya sendiri semenjak eXistenZ di tahun 1999 yang lalu – hal yang mungkin menjelaskan mengapa Cosmopolis dapat tampil begitu rumit, kompleks serta memusingkan namun secara perlahan juga mampu untuk tampil memikat dan penuh dengan refleksi terhadap kehidupan manusia modern di saat ini.

(more…)

Dalam drama Julius Caesar yang ditulis oleh William Shakespeare, seorang peramal mengingatkan akan datangnya sebuah bahaya terhadap kekuasaan dan keselamatan Julius Caesar dengan mengucapkan kalimat, “Beware of the ides of March.” Istilah the ides of March, yang arti awalnya merupakan sebuah sebutan bagi masa ketika penanggalan bulan Maret telah mencapai masa pertengahannya, kemudian memiliki pergeseran arti ketika Julius Caesar akhirnya menemui the ides of March tersebut: ia dikhianati dan dibunuh oleh sekelompok anggota senat yang dipimpin oleh Marcus Junius Brutus. The Ides of March, yang menandai kali keempat aktor pemenang Academy Awards, George Clooney, menyutradarai sebuah film layar lebar, bukanlah sebuah film yang mengadaptasi Julius Caesar. Namun, The Ides of March berbagi tema yang serupa dengan karya klasik Shakespeare tersebut: sebuah cerita yang berisi intrik politik hitam dimana deretan karakternya saling berkonspirasi, melakukan pengkhianatan dan berusaha untuk menjatuhkan satu sama lain.

(more…)

Ketika merilis The Hangover di tahun 2009, Todd Phillips tentu tidak akan menyangka bahwa film komedi dewasa yang ia arahkan akan berbuah kesuksesan besar selama masa perilisannya. Tidak hanya film tersebut berhasil memperoleh pendapatan lebih dari sepuluh kali lipat biaya pembuatannya, The Hangover juga berhasil memperbaiki karir penyutradaraan Phillips, menggiring nama Bradley Cooper, Ed Helms dan Zach Galifianakis ke jajaran aktor papan atas Hollywood sekaligus memenangkan Best Motion Picture – Musical or Comedy di ajang The 67th Annual Golden Globe Awards. Seperti halnya tradisi kesuksesan komersial Hollywood lainnya, hanyalah masalah waktu hingga akhirnya Warner Bros., Phillips dan jajaran pemerannya kembali bekerja sama untuk memproduksi sebuah film sekuel.

(more…)

Sama seperti Centurion (2010) dan Black Death (2010) yang berhasil memadukan rangkaian kisah sejarah dengan deretan adegan peperangan yang dipenuhi dengan darah, Jonathan English (Minotaur, 2006) juga mencoba melakukan hal yang sama terhadap Ironclad. Berkisah mengenai sejarah perlawanan yang dilakukan oleh sekelompok kecil pasukan pemberontak terhadap ratusan pasukan King John II sebagai wujud rasa ketidaksenangan mereka atas kepemimpinan sang raja yang brutal di Inggris pada abad ke-13, English memberikan sebuah dedikasi penuh pada Ironclad dengan menghadirkan deretan pemeran serta tata produksi terbaik yang akan membawa setiap penontonnya kembali ke masa tersebut… walaupun sesekali harus menahan sedikit rasa bosan akibat beberapa detil yang tidak begitu berguna yang ia hadirkan dalam naskah cerita film ini.

(more…)

Belum familiar dengan nama sutradara Thomas McCarthy? Tidak perlu khawatir. Walau telah memulai karir di dunia hiburan sebagai seorang aktor semenjak tahun 1992, McCarthy sendiri baru memberanikan diri untuk menjadi seorang sutradara pada tahun 2003 lalu, dengan merilis film yang juga ia tulis, The Station Agent. Film tersebut kemudian berhasil memperoleh banyak pujian dari para kritikus fiulm dunia, khususnya dari kemampuan McCarthy dalam mengembangkan karakter dan jalan cerita yang ia bawakan. Kesuksesan The Station Agent kemudian disusul dengan The Visitor (2008) yang berhasil semakin memantapkan kredibilitas McCarthy sebagai seorang sutradara sekaligus menghantarkan aktor Richard Jenkins untuk meraih nominasi Best Actor in a Leading Role pertamanya pada ajang The 80th Annual Academy Awards.

(more…)

Sebagai seorang aktor, nama Paul Giamatti mungkin belum mampu memperoleh kepopuleran yang setara dengan nama-nama aktor seperti Sean Penn, Johnny Depp ataupun Ben Affleck. Mungkin dikarenakan Giamatti memiliki wajah yang tidak setampan nama-nama tersebut. Namun, setelah mendapatkan peran pendukung dalam film-film seperti The Truman Show (1998), Saving Private Ryan (1998) serta The Negotiator (1998), Giamatti secara perlahan menjelma menjadi salah satu aktor dengan kemampuan akting yang paling dapat diandalkan di Hollywood, khususnya setelah performa yang ia tampilkan di American Splendor (2003) dan Sideways (2004). Giamatti bahkan dinominasikan untuk meraih 45 penghargaan dalam peran yang ia ambil selama tahun 2001-2008 dengan diantaranya memenangkan Emmy dan Golden Globe untuk perannya di film televisi, John Adams (2008).

(more…)

The Social Network semakin memperbesar peluangnya untuk memenangkan Academy Awards! Pada perhelatan The 68th Annual Golden Globe Awards yang untuk keduakalinya dibawakan oleh komedian asal Inggris, Ricky Gervais, film karya David Fincher tersebut berhasil memenangkan empat penghargaan termasuk Best Motion Picture – Drama dan Best Director. Kemenangan ini jelas akan semakin membuka jalan bagi The Social Network untuk dapat menunjukkan taringnya di ajang Academy Awards mendatang setelah sebelumnya banyak memenangkan berbagai penghargaan dari para kritikus film dunia.

(more…)

Perburuan untuk memperebutkan gelar film terbaik sepanjang tahun 2010 resmi dimulai! Hollywood Foreign Press Association, malam ini, resmi mengumumkan daftar nominasi The 68th Annual Golden Globe Awards. Untuk tahun ini, ajang penghargaan yang sering ditasbihkan sebagai ajang penghargaan paling bergengsi kedua setelah Academy Awards ini menempatkan film karya sutradara Tom Hooper, The King’s Speech, sebagai film dengan perolehan nominasi terbanyak. Dengan tujuh nominasi yang diperolehnya, The King’s Speech berhasil hampir mencakup seluruh nominasi yang tersedia untuk kategori film termasuk Best Picture – Drama, Best Director, Best Actor serta Best Screenplay.

(more…)