Posts Tagged ‘Owen Wilson’

Akan sangat mudah untuk jatuh cinta kepada Midnight in Paris – sebuah film yang menandai kali pertama perjalanan sinema seorang Woody Allen di kota romantis tersebut. Semenjak pertama film ini dimulai, yang ditandai dengan sebuah adegan pembuka sepanjang tiga menit yang berisi banyak pemandangan indah kota Paris yang diiringi dengan musik jazz yang sangat menghipnotis, penonton telah dapat merasakan bahwa Midnight in Paris akan menjadi sebuah persembahan cinta Allen kepada kota terbesar di negara Perancis tersebut. Namun, Midnight in Paris tidak hanya melulu berkisah seputar kesuksesan Allen dalam menangkap esensi keindahan kota tersebut. Allen – yang dalam beberapa film terakhirnya gagal mempersembahkan sebuah presentasi cerita yang segar kepada para penggemarnya – kali ini berhasil memberikan jalan cerita yang begitu ringan namun begitu imaginatif serta, layaknya kota Paris, begitu indah dan romantis untuk disimak.

(more…)

Perebutan menuju gelar film terbaik untuk tahun 2011 semakin diperhangat dengan diumumkannya nominasi The 69th Annual Golden Globe Awards, malam ini. Untuk tahun ini, The Artist memimpin daftar perolehan nominasi setelah film asal Perancis tersebut berhasil meraih 6 nominasi termasuk nominasi di kategori Best Motion Picture – Comedy or Musical. Raihan The Artist tersebut diikuti oleh The Descendants yang memperoleh 5 nominasi serta The Ides of March, Midnight in Paris, The Help dan Moneyball yang sama-sama meraih 4 nominasi. Sementara itu, film karya Martin Scorsese, Hugo, berhasil meraih 3 nominasi termasuk untuk Best Motion Picture – Drama dan Best Director.

(more…)

Seandainya Pixar bukanlah sebuah rumah produksi animasi yang menghasilkan film-film seperti The Incredibles (2007), WALL•E (2008), Up (2009) dan Toy Story 3 (2010), mungkin tidak akan ada seorangpun yang memandang sebelah mata terhadap Cars 2. Namun, seperti yang telah diketahui setiap penggemar film di dunia, semenjak merilis Toy Story di tahun 1995, Pixar telah tumbuh menjadi sebuah trademark akan sebuah kualitas film animasi bercitarasa tinggi yang sulit untuk disaingi rumah produksi lainnya. Di empat tahun terakhir, Pixar secara perlahan lebih meningkatkan kualitas penulisan naskah cerita film-filmnya, dengan menjadikan film-film seperti WALL•E, Up dan Toy Story 3 terkadang bahkan lebih mampu menguras emosi penontonnya jika dibandingkan dengan film-film non-animasi yang dirilis pada tahun bersamaan.

(more…)

Semenjak keberhasilan mereka untuk memikat hati banyak kritikus film dunia sekaligus mengundang banyak penonton untuk jatuh hati terhadap film komedi, Dumb and Dumber (1994), Bobby dan Peter Farrelly, yang secara bersama dikenal sebagai The Farrelly Brothers, kemudian melanjutkan sukses mereka dengan serangkaian film-film komedi yang cenderung memiliki banyak adegan-adegan “dewasa,” seperti There’s Something About Mary (1998), Me, Myself and Irene (2000) serta Shallow Hal (2001). Nama The Farrelly Brothers kemudian menjadi jaminan kualitas tersendiri bagi film-film komedi dewasa yang dirilis oleh Hollywood… hingga akhirnya Hollywood dibanjiri dan jatuh cinta dengan film-film komedi karya Kevin Smith, Adam McKay dan Judd Apatow, yang sama-sama memberikan tema dan konten cerita dewasa namun memiliki cara penceritaan yang lebih segar.

(more…)

Terakhir kali penikmat film melihat nama sutradara pemenang Academy Awards, James L. Brooks, mendapatkan kredit sebagai sutradara di sebuah film adalah ketika Brooks merilis Spanglish di tahun 2004 – yang mendapatkan reaksi yang bervariasi dari banyak kritikus film dunia. Selebihnya, Brooks lebih banyak menghabiskan banyak waktu untuk menjadi produser bagi beberapa film serta serial televisi komedi. Dengan 25 nominasi dan 7 kemenangan di ajang Academy Awards yang diraihnya untuk film Terms of Endearment (1983), Broadcast News (1987) dan As Good as It Gets (1997), wajar saja jika How Do You Know mendapatkan ekspektasi yang cukup tinggi dari banyak kritikus maupun penikmat film dunia.

(more…)

Pertama kali dirilis pada tahun 2000, Meet the Parents berhasil menarik perhatian banyak peminat komedi karena jalan ceritanya yang banyak berisi guyonan-guyonan segar sekaligus penampilan komikal aktor Robert De Niro — yang ternyata mampu memainkan peran di luar peran-peran keras standarnya dengan sangat baik. Kesuksesan tersebut kemudian disusul dengan Meet the Fockers (2004), yang walaupun memiliki jalan cerita dengan kualitas yang sangat mengendur jika dibandingkan dengan seri pertamanya, namun berkat penampilan prima tambahan dari Dustin Hoffman dan Barbra Streisand, harus diakui masih dapat menghibur para penontonnya dengan cukup baik.

(more…)

Selain science-fiction, animasi adalah genre yang paling banyak dapat berbicara sepanjang tahun 2009 lalu. Bukan hanya secara kuantitas, film-film animasi yang beredar di sepanjang tahun lalu mampu membuktikan kualitas mereka jika dibandingkan film-film dari genre lainnya. Salah satu film animasi yang dirilis tahun lalu adalah film animasi yang disutradarai oleh Wes Anderson berikut, Fantastic Mr. Fox.

(more…)