Seperti yang dilakukan oleh beberapa praktisi film Indonesia pada FISFiC Vol. 1 yang dirilis pada akhir tahun lalu, produser Chand Parwez Servia bersama dengan sutradara Upi Avianto juga mengumpulkan beberapa talenta muda untuk mengarahkan film-film pendek bertemakan horor dan thriller untuk kemudian ditampilkan dalam satu presentasi. Walau sama sekali belum pernah mengarahkan film layar lebar, nama-nama sutradara yang karyanya turut disertakan dalam Hi5teria sendiri bukanlah nama-nama yang baru pertama kali berkenalan dengan industri film. Tercatat, Adriyanto Dewo, Chairun Nisa, Billy Christian, Nicho Yudifar dan Harvan Agustriansyah lebih dahulu dikenal sebagai penghasil film pendek dengan beberapa diantaranya bahkan mampu membawa karya mereka melangkah lebih jauh di tingkat persaingan dunia.
Posts Tagged ‘Otig Pakis’
Review: Hi5teria (2012)
Posted: March 30, 2012 in Movies, ReviewTags: Adrian Aliman, Adriyanto Dewo, Aelke Mariska, Asian Cinema, Bella Esperance, Billy Christian, Chairun Nisa, Dinda Kanya Dewi, Dion Wiyoko, Egi Fedly, Fitrie Rachmadhina, Harvan Agustriansyah, Hi5teria, Ichi Nuraini, Imelda Therinne, Indonesian Cinema, Jennye Awuy, Krisshatta Luis, Luna Maya, Maya Otos, Movies, Nicho Yudifar, Otig Pakis, Pipien Putri, Poppy Sovia, Review, Sigi Wimala, Tara Basro, Totos Rasiti, Tumpal Tampubolon
Review: Batas (2011)
Posted: May 20, 2011 in Movies, ReviewTags: Alifyandra, Amroso Katamsi, Ardina Rasti, Arifin Putra, Asian Cinema, Batas, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Marcell Domits, Marcella Zalianty, Movies, Norman Akyuwen, Otig Pakis, Piet Pagau, Review, Rudi Soedjarwo, Tetty Liz Indriati
Ketika Jaleswari (Marcella Zalianty) ditugaskan oleh pimpinan perusahaannya (Amroso Katamsi) untuk menyelidiki mengapa kegiatan Corporate Social Responsibility dalam bidang pendidikan perusahaan mereka tidak berjalan dengan lancar pada sebuah perkampungan di wilayah Entikong, Kabupaten Sangau, Kalimantan Barat, Jaleswari tentu saja tidak akan mengharapkan bahwa ia akan tertahan lama di wilayah tersebut. Jaleswari, seorang wanita yang terbiasa hidup dengan gaya hidup modern dan baru saja kehilangan suaminya sekaligus menyadari bahwa ia sedang hamil, hanya ingin agar masalah tersebut cepat selesai. Karenanya, walau sang ibu (Tetty Liz Indriati) dengan tegas meminta agar Jaleswari menolak penugasan tersebut, Jaleswari tetap bersikukuh untuk pergi ke wilayah terpencil itu selama dua minggu. Jauh dari peradaban dan keluarganya di Jakarta, Jaleswari akan segera mengenal sejauh mana batas ketahanan dirinya dalam mengenal dan bertahan dalam sebuah lingkungan baru.













