Posts Tagged ‘Olivia Jensen’

slank-gak-ada-matinya-header

Jika Generasi Biru (2009) yang disutradarai oleh Garin Nugroho, John De Rantau dan Dosy Omar adalah sebuah film musikal eksperimental yang dibuat untuk memperingati 25 tahun perjalanan karir bermusik Slank, maka Slank Nggak Ada Matinya mungkin akan lebih tepat dilihat sebagai retrospektif terhadap 30 tahun keberadaan Slank di industri musik Indonesia dengan jalan penceritaan yang lebih berfokus pada setiap pribadi yang mengisi kelompok musik tersebut. Berbeda dengan Generasi Biru dimana masing-masing personel Slank turut berlaku sebagai pemeran utama dalam film tersebut, Slank Nggak Ada Matinya menempatkan Adipati Dolken, Ricky Harun, Aaron Shahab, Ajun Perwira dan Deva Mahendra yang masing-masing berperan sebagai para personel Slank. Lalu, apakah kelima aktor muda Indonesia tersebut mampu memerankan serta menghidupkan karakter para personel Slank yang semenjak lama dikenal sebagai sosok yang cukup eksentrik tersebut?

(more…)

Potong-Bebek-Angsa-header

Tak ingin banyak penonton film Indonesia melupakan begitu saja atas kesan pahit yang ia berikan di awal tahun lewat Xia Aimei, sutradara Alyandra merilis sebuah film baru berjudul Potong Bebek Angsa tepat menjelang penutupan tahun 2012. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Hilman Mutasi (5 cm, 2012) dan Away Martianto (Mudik Lebaran, 2011), Potong Bebek Angsa sendiri adalah sebuah film yang berusaha menggabungkan sisi aksi dan komedi dalam presentasi ceritanya… meskipun, dalam kenyataannya, film ini sangat minim dalam menawarkan deretan adegan yang dapat dikategorikan sebagai adegan aksi… dan sangat, sangat, sangat tidak lucu untuk dikategorikan sebagai sebuah komedi. Bersiaplah untuk sebuah mimpi buruk yang akan mewarnai akhir tahun Anda!

(more…)

Bagi masyarakat Indonesia, Gerimis Mengundang akan selamanya terdengar familiar sebagai sebuah judul lagu dari kelompok musik asal Malaysia bernama Slam yang pernah populer ketika dirilis pada sekitar tahun 1996. Ingin mengadaptasi kepopuleran luar biasa lagu tersebut, produser film asal negara Malaysia, Datuk Md. Afendi Hj. Hamdan, lalu membuat sebuah pentas teater musikal yang menggunakan judul lagu tersebut dan dibintangi oleh duet pasangan aktor dan aktris yang berasal dari dua negara, Kamal Adli yang berasal dari Malaysia serta Mikha Tambayong yang berasal dari Indonesia. Pementasan tersebut ternyata mendapat respon positif dari media dan masyarakat Malaysia… yang kemudian semakin membuka kesempatan untuk sebuah bentuk adaptasi kisah lainnya.

(more…)

Drama romantis mungkin bukanlah sebuah hal yang langka dalam industri perfilman Indonesia. Setiap beberapa periode, berbagai rumah produksi nasional merilis film mereka dalam genre tersebut dan mencoba untuk merebut hati para penontonnya. Yang benar-benar berhasil memberikan kesan mendalam pada penontonnya? Sedikit. Bahkan setelah Hari Untuk Amanda (2010), dapat dikatakan hampir tidak ada film Indonesia yang mampu melakukannya. Hal ini yang membuat Milli & Nathan terasa cukup spesial. Terlepas dari beberapa hal klise yang terdapat pada naskah cerita yang ditulis oleh Titien Wattimena, Milli & Nathan berisi begitu banyak momen-momen manis yang akan cukup mampu menggelitik sisi romantis setiap penontonnya lewat dialog-dialog yang cukup cerdas, pengarahan yang apik, akting para pemainnya yang begitu membumi serta penampilan seorang Olivia Lubis Jensen yang begitu mencuri perhatian!

(more…)

Petualangan geng motor yang penuh sopan santun dan patuh terhadap perintah orangtua, The Tarix Jabrix, yang berasal dari Bandung ini akhirnya mencapai seri ketiganya! Ketika seri pertamanya dirilis pada tahun 2008 silam, mungkin sebagian orang memandang The Tarix Jabrix tak lebih dari sekedar sebuah usaha sebuah perusahaan rekaman untuk mempopulerkan salah satu kelompok musik yang berada di bawah naungannya. Namun, dengan jalan cerita drama komedi yang pas serta pengarahan Iqbal Rais (Senggol Bacok, 2010) yang cukup mumpuni, The Tarix Jabrix ternyata mampu tampil memikat hati banyak penonton film Indonesia sekaligus menempatkan nama The Changcuters ke jajaran kelompok musik populer di negeri ini.

(more…)

Terjadi sedikit kebingungan mengenai bagaimana urutan judul film ini sebenarnya. Lembaga Sensor Film menuliskan film ini sebagai Dilema Cinta 2 Hati, sementara situs resmi film ini sendiri memuatnya sebagai Cinta 2 Hati Dilema… Film ini sendiri merupakan debut akting dari vokalis pria, Afgan, yang sepertinya juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi bagi album terbarunya yang baru saja rilis, The One.

(more…)