Masih ingat dengan cita-cita Anda ketika hendak beranjak dewasa dahulu? Berbeda dengan Anda – atau kebanyakan anak-anak lainnya, Agus (M. Syihab Imam Muttaqin), karakter utama dalam film Cita-Citaku Setinggi Tanah yang merupakan seorang pelajar sekolah dasar dari daerah Muntilan, Jawa Tengah, memiliki sebuah cita-cita yang sangat sederhana. Ketika tiga sahabatnya, Jono (Rizqullah Maulana Dafa), Puji (Iqbal Zuhda Irsyad) dan Sri (Dewi Wulandari Cahyaningrum) ingin menjadi seorang tentara, berharap ingin menjadi seseorang yang dapat membahagiakan orang lain dan bermimpi menjadi seorang bintang sinetron, Agus justru bercita-cita ingin makan di restoran Padang – sebuah cita-cita yang jelas kemudian dianggap remeh oleh teman-temannya.
Posts Tagged ‘Nina Tamam’
Review: Cita-Citaku Setinggi Tanah (2012)
Posted: October 15, 2012 in MoviesTags: Agus Kuncoro, Asian Cinema, Cita-Citaku Setinggi Tanah, Dewi Wulandari Cahyaningrum, Donny Alamsyah, Eugene Panji, Indonesian Cinema, Iqbal Zuhda Irsyad, Iwuk Tamam, Luh Monika Sokananta, M. Syihab Imam Muttaqin, Movies, Nina Tamam, Review, Rizqullah Maulana Dafa
Review: #republiktwitter (2012)
Posted: February 17, 2012 in Movies, ReviewTags: #republiktwitter, Abimana Arya, Asian Cinema, Ben Kasyafani, Edi Oglek, Enzy Storia, Gerry Iskak, Indonesian Cinema, Jennifer Arnelita, Kuntz Agus, Laura Basuki, Leroy Osmani, Movies, Nina Tamam, Republik Twitter, Review, Tiga Setia Gara, Tio Pakusadewo
Pertama kali diluncurkan ke dunia maya pada tahun 2006 dan hingga saat ini telah memiliki sebanyak 300 juta pengguna di seluruh dunia – dengan 2,34% dari pengguna tersebut berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia – situs jejaring sosial Twitter telah menjadi sebuah fenomena sosial tersendiri bagi masyarakat dunia. Begitu berpengaruhnya penggunaan Twitter, situs yang saat ini bernilai sebesar lebih dari US$140 juta ini acapkali digunakan sebagai media promosi maupun kampanye yang cukup ampuh dalam masyarakat modern saat ini. Dan setelah kesuksesan The Social Network (2010) yang mengangkat tentang Facebook, cukup mengherankan untuk melihat mengapa Hollywood masih belum membuat sebuah film besar tentang Twitter. Tidak masalah! Industri film Indonesia yang akan mengambil kesempatan tersebut.













