Apa yang muncul di benak Anda ketika mendengar istilah film yang berkisah mengenai kehidupan remaja? Sekelompok anak muda yang gemar berpesta? Usaha mereka untuk melepas keperawanan atau keperjakaan mereka? Keterlibatan mereka terhadap obat-obatan terlarang? Cinta pertama? Mencari jati diri yang sebenarnya? Benar. Dalam kehidupan nyata, masa remaja – sebuah masa transisi sebelum seorang manusia mencapai usia kedewasaannya – mungkin dilewati oleh banyak orang dengan melakukan hal-hal tersebut. Namun dalam gambaran sebuah film? Kapan terakhir kali Anda pernah merasa bahwa sebuah film yang berorientasi kehidupan remaja benar-benar mampu berkisah layaknya seorang remaja dalam menceritakan kehidupan kesehariannya? Tidak terasa terlalu kekanak-kanakan atau justru terlalu dewasa dan terdengar bijaksana? Well… The Perks of Being a Wallflower yang disutradarai oleh Stephen Chbosky akan menjadi satu contoh kuat dimana sebuah film remaja benar-benar dapat menjadi sebuah film remaja.
Posts Tagged ‘Nina Dobrev’
Review: The Perks of Being a Wallflower (2012)
Posted: December 26, 2012 in Movies, ReviewTags: Adam Hagenbuch, Brian Balzerini, Dylan McDermott, Emma Watson, Erin Wilhelmi, Ezra Miller, Joan Cusack, Johnny Simmons, Kate Walsh, Logan Lerman, Mae Whitman, Melanie Lynskey, Movies, Nicholas Braun, Nina Dobrev, Paul Rudd, Reece Thompson, Review, Stephen Chbosky, The Perks of Being a Wallflower, Tom Savini, Zane Holtz
Review: The Roommate (2011)
Posted: April 20, 2011 in Movies, ReviewTags: Aly Michalka, Billy Zane, Cam Gigandet, Christian E. Christiansen, Frances Fisher, Katerina Graham, Leighton Meester, Matt Lanter, Minka Kelly, Movies, Nina Dobrev, Review, The Roommate, Thomas Arana
Lebih dari satu dekade lalu, Wes Craven berhasil membangkitkan kembali tren film-film slasher remaja di Hollywood dengan merilis Scream (1996). Craven sebenarnya hanya melakukan reproduksi berbagai formula horor remaja yang sebenarnya telah lama ada, namun secara cerdas tetap memberikan beberapa perubahan dan sentuhan modern, termasuk dengan menggunakan beberapa aktor dan aktris dari beberapa serial televisi ternama, yang terbukti berhasil untuk menarik minat banyak penonton. Tahun ini, sutradara peraih nominasi Academy Awards asal Denmark, Christian E. Christiansen, mencoba menggunakan formula horor remaja tersebut dalam film yang menjadi debut penyutradaraannya di Hollywood, The Roommate. Christiansen boleh saja menggunakan formula tersebut, namun, sayangnya, Christiansen lupa bahwa ketegangan adalah faktor utama yang membuat sebuah thriller begitu menyenangkan untuk disaksikan.
Review: Chloe (2010)
Posted: May 2, 2010 in Movies, ReviewTags: Amanda Seyfried, Atom Egoyan, Chloe, Julianne Moore, Liam Neeson, Max Thieriot, Movies, Nina Dobrev, Review
Sutradara asal Kanada, Atom Egoyan, memang lebih banyak dikenal sebagai seorang sutradara yang lebih banyak memberikan film-film bertema art-house daripada film-film komersial yang seringkali dirilis murni untuk mencari keuntungan belaka. Walau begitu, bukan berarti Egoyan tidak berani untuk mencoba sesuatu yang bersifat komersial. Chloe adalah sebuah usaha Egoyan untuk mencampurkan teknik penyutradaraan art-house yang sering ia terapkan, dengan sisi komersialisme untuk dapat dinikmati oleh publik umum.














