Posts Tagged ‘Nina Dobrev’

Apa yang muncul di benak Anda ketika mendengar istilah film yang berkisah mengenai kehidupan remaja? Sekelompok anak muda yang gemar berpesta? Usaha mereka untuk melepas keperawanan atau keperjakaan mereka? Keterlibatan mereka terhadap obat-obatan terlarang? Cinta pertama? Mencari jati diri yang sebenarnya? Benar. Dalam kehidupan nyata, masa remaja – sebuah masa transisi sebelum seorang manusia mencapai usia kedewasaannya – mungkin dilewati oleh banyak orang dengan melakukan hal-hal tersebut. Namun dalam gambaran sebuah film? Kapan terakhir kali Anda pernah merasa bahwa sebuah film yang berorientasi kehidupan remaja benar-benar mampu berkisah layaknya seorang remaja dalam menceritakan kehidupan kesehariannya? Tidak terasa terlalu kekanak-kanakan atau justru terlalu dewasa dan terdengar bijaksana? WellThe Perks of Being a Wallflower yang disutradarai oleh Stephen Chbosky akan menjadi satu contoh kuat dimana sebuah film remaja benar-benar dapat menjadi sebuah film remaja.

(more…)

Lebih dari satu dekade lalu, Wes Craven berhasil membangkitkan kembali tren film-film slasher remaja di Hollywood dengan merilis Scream (1996). Craven sebenarnya hanya melakukan reproduksi berbagai formula horor remaja yang sebenarnya telah lama ada, namun secara cerdas tetap memberikan beberapa perubahan dan sentuhan modern, termasuk dengan menggunakan beberapa aktor dan aktris dari beberapa serial televisi ternama, yang terbukti berhasil untuk menarik minat banyak penonton. Tahun ini, sutradara peraih nominasi Academy Awards asal Denmark, Christian E. Christiansen, mencoba menggunakan formula horor remaja tersebut dalam film yang menjadi debut penyutradaraannya di Hollywood, The Roommate. Christiansen boleh saja menggunakan formula tersebut, namun, sayangnya, Christiansen lupa bahwa ketegangan adalah faktor utama yang membuat sebuah thriller begitu menyenangkan untuk disaksikan.

(more…)

Sutradara asal Kanada, Atom Egoyan, memang lebih banyak dikenal sebagai seorang sutradara yang lebih banyak memberikan film-film bertema art-house daripada film-film komersial yang seringkali dirilis murni untuk mencari keuntungan belaka. Walau begitu, bukan berarti Egoyan tidak berani untuk mencoba sesuatu yang bersifat komersial. Chloe adalah sebuah usaha Egoyan untuk mencampurkan teknik penyutradaraan art-house yang sering ia terapkan, dengan sisi komersialisme untuk dapat dinikmati oleh publik umum.

(more…)