Posts Tagged ‘Nikki Reed’

empire-state-header

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Adam Mazer (Breach, 2007) berdasarkan sebuah kisah nyata mengenai kasus perampokan uang tunai terbesar di sejarah hukum Amerika Serikat yang terjadi pada tahun 1982, Empire State berkisah mengenai kehidupan seorang pemuda bernama Chris Potamitis (Liam Hemsworth) yang setelah gagal untuk kesekian kalinya masuk ke akademi kepolisian lalu memilih untuk bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan penyedia kendaraan pengaman lapis baja bernama Empire State. Setelah beberapa saat bekerja di perusahaan tersebut, Chris menyadari bahwa perusahaan yang menyediakan peralatan keamanan tersebut justru begitu lemah dalam sistem keamanan perusahaannya sendiri. Sayang, secara tidak sengaja, Chris kemudian memberitahukan rahasia tersebut pada orang yang salah: sahabatnya sendiri, Eddie (Michael Angarano).

(more…)

So… this is the end. Hold your breath and count to ten. No… seriously. Franchise James Bond masih akan ada untuk puluhan tahun mendatang. Namun, kecuali jika Hollywood kemudian berusaha untuk mengambil keuntungan komersial tambahan dengan melakukan reboot atau mengadaptasi novel karya Stephanie Meyer menjadi sebuah serial televisi, maka The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 akan menjadi kali terakhir dunia dapat menyaksikan kisah percintaan antara Bella Swan dan Edward Cullen di layar lebar – yang tentu akan menjadi momen yang sangat menyedihkan bagi beberapa orang dan… momen yang patut untuk dirayakan bagi sebagian orang lainnya. Pun begitu, sebenci apapun Anda terhadap keberadaan franchise ini, rasanya adalah tidak mungkin untuk menyangkal bahwa keberadaan sutradara Bill Condon semenjak The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 mampu memberikan perubahan yang menyegarkan pada franchise ini. Dan untuk menyelesaikan tugasnya, Condon ternyata mampu memberikan kejutan yang sangat, sangat manis pada The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2. Sebuah kejutan yang sebenarnya telah lama ditunggu kehadirannya dan, untungnya, mampu dieksekusi dengan sempurna.

(more…)

Catch .44 adalah sebuah film yang dipenuhi dengan berbagai kemisteriusan. Tidak hanya jalan cerita film ini sama sekali tidak menjelaskan mengapa film ini diberi judul Catch .44, namun mengapa talenta-talenta Hollywood yang cukup berkualitas seperti Bruce Willis, Forest Whitaker sampai Malin Åkerman mau turut bergabung dalam film yang memiliki jalan cerita yang begitu berantakan ini juga jelas merupakan sebuah kemisteriusan yang sangat besar. Well… kecuali jawabannya memang jumlah bayaran yang masing-masing aktor tersebut terima. Ditulis dan disutradarai oleh Aaron Harvey, Catch .44 terlihat sebagai sebuah usaha murahan dalam meniru film-film klasik Quentin Tarantino… yang sayangnya, gagal mereplikasi tingkat kecerdasan Tarantino untuk menuliskan jalan cerita, dialog maupun karakter yang cerdas dan menarik untuk diikuti.

(more…)

Jika terdapat satu kesamaan yang pasti antara Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 dengan The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1, selain dari jalan cerita kedua film tersebut yang menawarkan sebuah alur kisah fantasi, maka hal tersebut dapat ditemukan dari kerakusan para produsernya untuk meraup keuntungan komersial sebanyak mungkin dari para penggemar berat franchise tersebut. Jujur saja, seri terakhir dari novel Harry Potter dan The Twilight Saga dapat saja ditampilkan dalam sebuah film cerita secara penuh – walau harus menghabiskan durasi waktu yang melebihi durasi penayangan standar film-film lainnya. Namun dengan alasan untuk ‘menampilkan seluruh esensi cerita yang terdapat dalam bagian terakhir dari seri novel tersebut,’ para produser film akhirnya membuatkan dua bagian film dari satu novel tersebut. Please!

(more…)

Well… Anda harus mengakui bahwa di tangan seorang David Slade (Hard Candy, 30 Days of Night) rilisan ketiga dari seri The Twilight Saga ini memang berhasil melampaui kualitas dua seri pendahulunya. The Twilight Saga: Eclipse memang masih saja berputar di sekitar kisah cinta segitiga antara Bella Swan, Edward Cullen dan Jacob Black. Namun dengan sentuhan Slade, seri ini  mampu terasa lebih hidup dengan menambahkan beberapa adegan keras, bertema seksual serta kisah yang berasal dari sudut pandang beberapa karakter lain.

(more…)