Duo sutradara asal Inggris, Declan Donnellan dan Nick Ormerod, melakukan debut penyutradaraan film layar lebarnya dengan mengarahkan sebuah adaptasi novel klasik karya Guy de Maupassant, Bel Ami, yang, sejujurnya, telah berulangkali diadaptasi ke dalam bentuk penceritaan audio visual, baik dalam presentasi film layar lebar, serial televisi bahkan… ehmmm… film dengan nuansa pornografi yang kental. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Rachel Bennette, Bel Ami tidak mengalami perubahan jalan cerita yang radikal. Jalan ceritanya masih mengisahkan mengenai seorang mantan tentara yang kemudian berusaha untuk meraih kekayaan dan status sosial yang ia impikan dengan memperdaya sejumlah wanita berpengaruh di kota Paris, Perancis. Oh… dalam film ini, karakter tersebut diperankan oleh Robert Pattinson. Dengan ketampanan dan daya tariknya, Pattinson mungkin adalah sosok yang pas untuk memerankan karakter womanizer seperti yang dibutuhkan oleh jalan cerita film ini. Namun, apakah kehadiran Pattinson cukup untuk membuat Bel Ami menjadi sebuah film yang menarik?
Posts Tagged ‘Natalia Tena’
Review: Bel Ami (2012)
Posted: November 17, 2012 in Movies, ReviewTags: Anthony Higgins, Bel Ami, Christina Ricci, Colm Meaney, Declan Donnellan, Holliday Grainger, James Lance, Kristin Scott Thomas, Movies, Natalia Tena, Nick Ormerod, Philip Glenister, Review, Robert Pattinson, Uma Thurman
Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)
Posted: November 20, 2010 in Movies, ReviewTags: Alan Rickman, Bill Nighy, Bonnie Wright, Brendan Gleeson, Clémence Poésy, Daniel Radcliffe, David O’Hara, David Thewlis, David Yates, Emma Watson, Evanna Lynch, Fiona Shaw, Frances de la Tour, Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 1, Hazel Douglas, Helen McCrory, Helena Bonham Carter, Imelda Staunton, James Phelps, Jamie Campbell Bower, Jason Isaacs, John Hurt, Julie Walters, Mark Williams, Matthew Lewis, Michael Gambon, Miranda Richardson, Movies, Natalia Tena, Oliver Phelps, Ralph Fiennes, Review, Rhys Ifans, Richard Griffiths, Robbie Coltrane, Rupert Grint, Simon McBurney, Timothy Spall, Toby Jones, Tom Felton, Warwick Davis
Sejujurnya, ide untuk membagi bagian akhir dari adaptasi dari kisah petualangan Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows, menjadi dua bagian adalah murni alasan komersial belaka daripada untuk menangkap seluruh esensi cerita dari novelnya. Hal ini, sayangnya, sangat terbukti dengan apa yang diberikan oleh sutradara David Yates lewat Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1. Filmnya sendiri berjalan cukup baik, namun dengan durasi sepanjang 146 menit, Yates terlalu banyak mengisi bagian pertama kisah ini dengan berbagai detil yang sebenarnya tidak diperlukan di dalam cerita, yang membuat …The Deathly Hallows – Part 1 terasa sebagai sebuah film dengan kisah yang sebenarnya singkat namun diulur sedemikian panjang untuk memenuhi kuota waktu penayangan.














