Posts Tagged ‘Nadine Alexandra’

slank-gak-ada-matinya-header

Jika Generasi Biru (2009) yang disutradarai oleh Garin Nugroho, John De Rantau dan Dosy Omar adalah sebuah film musikal eksperimental yang dibuat untuk memperingati 25 tahun perjalanan karir bermusik Slank, maka Slank Nggak Ada Matinya mungkin akan lebih tepat dilihat sebagai retrospektif terhadap 30 tahun keberadaan Slank di industri musik Indonesia dengan jalan penceritaan yang lebih berfokus pada setiap pribadi yang mengisi kelompok musik tersebut. Berbeda dengan Generasi Biru dimana masing-masing personel Slank turut berlaku sebagai pemeran utama dalam film tersebut, Slank Nggak Ada Matinya menempatkan Adipati Dolken, Ricky Harun, Aaron Shahab, Ajun Perwira dan Deva Mahendra yang masing-masing berperan sebagai para personel Slank. Lalu, apakah kelima aktor muda Indonesia tersebut mampu memerankan serta menghidupkan karakter para personel Slank yang semenjak lama dikenal sebagai sosok yang cukup eksentrik tersebut?

(more…)

Diangkat dari novel berjudul sama karya Zara Zettira ZR, Loe Gue End mengawali penceritaannya dengan kisah mengenai seorang novelis terkenal bernama Zara Zettira (Amanda Soekasah) yang telah kehilangan gairah dan hasratnya untuk melanjutkan karirnya sebagai penulis. Suatu ketika, Zara menerima serentetan surat elektronik dari seorang gadis bernama Alana (Nadine Alexandra) yang menceritakan mengenai kehidupan pribadi dirinya serta teman-temannya sebagai kaum muda kalangan atas di Jakarta – kehidupan yang diisi dengan seks, alkohol serta narkotika dan obat-obatan terlarang yang akhirnya justru menjebak Alana dan teman-temannya dalam kegelapan.

(more…)

Film terbaru Helfi Kardit (Brokenhearts, 2012) mencoba untuk berbicara mengenai banyak hal. Jalan ceritanya sendiri bermula dengan pengisahan mengenai kehidupan Rangga (Adipati Dolken) dan adiknya, Sarah (Ghina Salsabila), yang hidup dalam di sebuah panti asuhan yang dipimpin oleh pasangan Haji Rachman (Jamal Mirdad) dan istrinya, Hajjah Rosna (Henidar Amroe), bersama dengan puluhan anak-anak lainnya. Walau hidup dalam kondisi yang sangat sederhana, Rangga dan anak-anak penghuni panti asuhan tersebut hidup dalam suasana yang bahagia. Namun, ketika seorang preman bernama Jerink (Edo Borne) memperkosa Lili (Widy Vierra), yang merupakan salah seorang gadis penghuni panti asuhan tersebut, kehidupan Rangga mulai berbalik arah secara drastis. Rangga, yang kemudian mendatangi Jerink guna melampiaskan rasa amarahnya, secara tidak sengaja kemudian membunuh Jerink dan akhirnya menghantarkan dirinya masuk ke lembaga pemasyarakatan.

(more…)