Rako Prijanto makes a really bold move with Sang Kiai. Sutradara yang sebelumnya lebih banyak mengarahkan film-film drama romansa serta komedi seperti Ungu Violet (2005), Merah Itu Cinta (2007) hingga Perempuan-Perempuan Liar (2011) ini mencoba untuk keluar dari zona nyamannya dengan mengarahkan sebuah film biopik mengenai Hasyim Asy’ari yang merupakan salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan sekaligus pendiri organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama. Again, it’s a really bold move… dan Rako jelas terlihat memiliki visi yang kuat mengenai jalan cerita yang ingin ia hantarkan. Namun sayangnya, naskah arahan Anggoro Saronto (Malaikat Tanpa Sayap, 2012) justru kurang berhasil untuk tampil kuat dalam bercerita, kehilangan fokus di banyak bagian dan, yang terlebih mengecewakan, menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat mengenalkan dengan lugas sosok besar Hasyim Asy’ari kepada penonton modern.
Posts Tagged ‘Movies’
Review: Optatissimus (2013)
Posted: June 4, 2013 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Dirmawan Hatta, Gunawan Maryanto, Indonesian Cinema, Landung Simatupang, Movies, Nadhira Suryadi, Optatissimus, Review, Rio Dewanto, Risky Summerbee, Rosa Rosadi
Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Dirmawan Hatta (The Mirror Never Lies (Laut Bercermin), 2011) berdasarkan inspirasi dari pengalaman hidup pendiri Sinode Gereja Bethany Indonesia, Abraham Alex Tanuseputra, Optatissimus berkisah mengenai seorang pria bernama Andreas (Rio Dewanto), yang meskipun bukanlah seorang ateis alias sama sekali tidak mempercayai keberadaan Tuhan, namun juga bukanlah sosok yang relijius dan berminat terhadap berbagai kegiatan keagamaan. Kehidupan pribadi Andreas sendiri saat ini sedang dirundung berbagai permasalahan: ia hampir saja diberhentikan dari pekerjaannya sebagai seorang penjual mobil akibat gagal memenuhi target yang ditetapkan perusahaan, kondisi finansial rumah tangganya yang berada dalam masa krisis serta hubungannya dengan sang istri, Yunita (Nadhira Suryadi), yang terus diwarnai konflik berkepanjangan.
Review: Epic (2013)
Posted: May 28, 2013 in Movies, ReviewTags: Amanda Seyfried, Aziz Ansari, Beyoncé Knowles, Blake Anderson, Chris O'Dowd, Chris Wedge, Christoph Waltz, Colin Farrell, Epic, Jason Sudeikis, Josh Hutcherson, Judah Friedlander, Movies, Pitbull, Review, Steven Tyler
Unfortunately, there’s actually nothing epic about… errr… Epic. Jangan salah. Chris Wedge (Robots, 2005) mampu menghadirkan presentasi visual film ini dengan kualitas yang cukup mengesankan. Sangat indah, meskipun bukanlah presentasi terbaik yang dapat diberikan oleh sebuah film yang memanfaatkan teknologi 3D dalam tampilan visualnya. Wedge juga mampu menata intensitas cerita yang kuat pada beberapa bagian cerita sehingga membuat Epic terlihat begitu menarik untuk diikuti oleh para penonton muda. Namun, terlepas dari segala keunggulan tersebut, secara keseluruhan, Epic terasa jauh dari kesan spektakuler. Pada kebanyakan bagian kisahnya, Epic lebih terkesan sebagai sebuah film yang menghadirkan pola penceritaan dan karakter yang (terlalu) tradisional. Tidak salah. Namun… yah… jelas tidak istimewa.
Review: Fast and Furious 6 (2013)
Posted: May 28, 2013 in Movies, ReviewTags: Chris Bridges, Clara Paget, Dwayne Johnson, Elsa Pataky, Fast and Furious 6, Fast Six, Furious Six, Gal Gadot, Gina Carano, Jason Statham, Joe Taslim, John Ortiz, Jordana Brewster, Justin Lin, Kim Kold, Luke Evans, Michelle Rodriguez, Movies, Paul Walker, Review, Rita Ora, Shea Whigham, Sung Kang, Tyrese Gibson, Vin Diesel
Terakhir kali penonton menyaksikan petualangan duo karakter Dominic Toretto dan Brian O’Conner dalam Fast Five (2011), keduanya, bersama dengan segerombolan rekan-rekannya, sedang berada di Rio de Janeiro, Brazil dan sedang berada di bawah pengejaran seorang agen rahasia bernama Luke Hobbs (Dwayne Johnson), akibat kejahatan pencurian mobil-mobil mewah yang mereka lakukan. Terdengar seperti… errr… Ocean’s Eleven (2001)? Well… jika Fast Five adalah Ocean’s Eleven dari franchise The Fast and the Furious, maka Fast and Furious 6, atau yang juga dikenal dengan judul Furious 6, adalah Ocean’s Twelve (2004) dengan menggunakan lini penceritaan yang sama dimana karakter Hobbs kini berbalik kepada pasangan Dominic Toretto dan Brian O’Conner untuk membantunya dalam menyelesaikan sebuah kejahatan. Yep. Hollywood is definitely in the danger of running out their original ideas.
Review: The Great Gatsby (2013)
Posted: May 27, 2013 in Movies, ReviewTags: Adelaide Clemens, Alison Benstead, Amitabh Bachchan, Baz Luhrmann, Brendan Maclean, Callan McAuliffe, Carey Mulligan, Chris Proctor, Conor Fogarty, David Furlong, Edward Midgley, Elizabeth Debicki, Gareth Hamilton-Foster, Gemma Ward, Gus Murray, iOTA, Isla Fisher, Jack Thompson, Jason Clarke, Jens Holck, Joel Amos Byrnes, Joel Edgerton, Kate Mulvany, Kim Knuckey, Leonardo DiCaprio, Max Cullen, Movies, Review, Sam Davis, Stephen James King, Tasman Palazzi, The Great Gatsby, Tobey Maguire, Vince Colosimo
Diadaptasi dari novel legendaris berjudul sama karya F. Scott Fitzgerald, The Great Gatsby memulai kisahnya melalui perantaraan narasi dari Nicholas “Nick” Carraway (Tobey Maguire). Berlatar belakang cerita pada musim panas di tahun 1922 di Amerika Serikat, Nick adalah seorang pemuda yang dikisahkan baru saja pindah ke kota New York untuk mengejar kesuksesan dengan menjadi seorang pedagang saham. Di kota tersebut, Nick menyewa sebuah rumah kecil di wilayah Long Island, yang ironisnya, terletak bersebelahan dengan sebuah rumah besar milik pengusaha misterius, Jay Gatsby (Leonardo DiCaprio), yang dikenal seringkali mengadakan pesta besar-besaran nan mewah yang dihadiri oleh banyak warga kelas atas New York – serta dari kota-kota lain di Amerika Serikat – di rumahnya setiap malam. Tentu saja, sebagai seorang pendatang yang tidak memiliki apapun, Nick bukanlah bagian dari pesta mewah tersebut. Namun, kondisi tersebut segera berubah ketika di suatu hari Nick mendapatkan sebuah undangan untuk hadir di pesta tersebut langsung dari Jay Gatsby.
Review: Star Trek Into Darkness (2013)
Posted: May 24, 2013 in Movies, ReviewTags: Aisha Hinds, Alice Eve, Amanda Foreman, Anjini Taneja Azhar, Anton Yelchin, Benedict Cumberbatch, Bruce Greenwood, Chris Pine, Deep Roy, Heather Langenkamp, J. J. Abrams, Jason Matthew Smith, Jay Scully, John Cho, Jonathan Dixon, Joseph Gatt, Karl Urban, Movies, Nazneen Contractor, Noel Clarke, Nolan North, Peter Weller, Review, Sean Blakemore, Simon Pegg, Star Trek Into Darkness, Zachary Quinto, Zoe Saldana
Di tahun 2009, dimana Hollywood dikuasai oleh film-film science fiction orisinal seperti Avatar serta District 9, J. J. Abrams mampu mencuri banyak perhatian penikmat film dunia ketika dirinya kembali menghadirkan sebuah franchise legendaris bernama Star Trek dengan sentuhan yang baru. Meski awalnya banyak mendapatkan keraguan, khususnya dari para penggemar setia franchise tersebut – yang biasa menyebut diri mereka sebagai Trekkies, dengan bermodalkan naskah cerita arahan Roberto Orci dan Alex Kurtzman yang sangat cerdas, Abrams mampu menghadirkan sebuah presentasi kisah Star Trek yang cukup segar dan modern untuk dapat meraih banyak penggemar baru namun tetap terasa sangat familiar untuk dapat memuaskan para penggemar lamanya. Kesuksesan tersebut jelas telah membuka pintu kesempatan yang sangat lebar bagi Abrams untuk dapat menjelajah lebih jauh dalam menangani seri lanjutan franchise film yang telah dimulai semenjak tahun 1979 tersebut.
Review: Hummingbird (2013)
Posted: May 17, 2013 in Movies, ReviewTags: Agata Buzek, Benedict Wong, Crazy Joe, David Bradley, Hummingbird, Ian Pirie, Jason Statham, Movies, Redemption, Review, Siobhan Hewlett, Steven Knight, Vicky McClure
Hummingbird adalah sebuah pembuktian bahwa Jason Statham sebenarnya memiliki kemampuan akting yang memadai jika berada di bawah pengarahan yang tepat. Well… jangan dahulu berharap bahwa Statham akan segera mengubah preferensi jenis film yang akan ia perankan atau namanya akan segera banyak terdengar di berbagai ajang penghargaan film dunia. Statham masih tampil dalam lingkup sebagai seorang aktor laga seperti yang selama ini dikenal dunia. Namun dalam film yang juga menjadi debut penyutradaraan bagi penulis naskah asal Inggris, Steven Knight (Eastern Promises, 2007), ini, Statham berhasil hadir lebih dari sekedar seorang aktor yang hanya mampu tampil menarik ketika dilibatkan dalam plot penceritaan yang bernuansa kekerasan, diwarnai banyak ledakan, adegan balap jalanan yang spektakuler atau ketika didampingi gadis-gadis cantik dengan pakaian yang minim.
Review: Cinta Brontosaurus (2013)
Posted: May 15, 2013 in Movies, ReviewTags: Aelke Mariska, Ario Prabowo, Asian Cinema, Bucek Depp, Cinta Brontosaurus, Dewi Irawan, Dimas Gabra, Dwi Putrantiwi, Ence Bagus, Eriska Rein, Fajar Nugros, Fikri Ramdhan, Indonesian Cinema, Joehana Sutisna, Lana Girlly, Lani Girlly, M Griff, Meriam Bellina, Moammar Emka, Movies, Pamela Bowie, Rachel Patricia, Raditya Dika, Review, Richa Iskak, Rizka Wulandari, Ronny P Tjandra, Soleh Solihun, Tyas Mirasih, Yadi Sugandi
Diangkat dari buku berjudul sama karya Raditya Dika, Cinta Brontosaurus berkisah mengenai deretan ketidakberuntungan yang dialami oleh seorang pemuda bernama Dika (Raditya Dika) ketika ia harus berhadapan dengan masalah cinta. Ketika hubungan romansanya dengan Nina (Pamela Bowie) berakhir kandas seperti deretan kisah percintaannya yang telah lalu, Dika akhirnya mendeklarasikan bahwa ia tidak akan lagi mau merasakan yang namanya jatuh cinta. Dika bahkan menyamakan perasaan cinta tersebut layaknya seekor brontosaurus yang suatu saat akan menemukan masa kadaluarsanya… dan kemudian menghilang begitu saja. Pernyataan tersebut jelas ditolak oleh sahabat sekaligus agen penerbitan Dika, Kosasih (Soleh Solihun), yang disaat bersamaan sedang menjalin hubungan romansa dengan Wanda (Tyas Mirasih). Kosasih lantas berinisiatif untuk memperkenalkan Dika dengan beberapa gadis yang dinilainya sesuai dengan kriteria pemuda tersebut.





















