Setelah merilis Sampai Ujung Dunia dan Test Pack: You’re My Baby pada tahun lalu – yang berhasil membuktikan bahwa film drama dewasa Indonesia mampu dikemas secara ringan namun tetap berhasil tampil emosional, Monty Tiwa kembali hadir dengan film terbarunya yang kali ini bernafaskan drama komedi, Operation Wedding. Dengan departemen akting yang diisi oleh jajaran pemeran muda berbakat di industri film Indonesia, Operation Wedding sepertinya akan dapat dengan mudah menjadi sebuah film drama komedi yang menghibur dan, tentu saja, menarik perhatian banyak penonton. Well… para jajaran pemeran muda dengan penampilan sangat atraktif tersebut memang mampu membuat Operation Wedding menjadi sangat menyenangkan untuk dilihat. Namun ketika berhubungan dengan jalan cerita yang mereka lakoni… buruk mungkin hanya satu-satunya kesan yang dapat disematkan pada film ini.
Posts Tagged ‘Monty Tiwa’
Review: Operation Wedding (2013)
Posted: February 23, 2013 in Movies, ReviewTags: Adipati Dolken, Adrina Putri Syarira, Alfath Risvandy, Asian Cinema, Bucek Depp, Cecep Reza, Cecilia Bunga, Christ Lauren, Dahlia Poland, Deddy Mahendra Desta, Emmie Lemu, Ence Bagus, Epy Kusnandar, Indonesian Cinema, Ingrid Widjanarko, Joehana Sutisna, Junior Liem, Kimberly Ryder, Mongol Stres, Monty Tiwa, Movies, Neia Bianca, Nino Fernandez, Operation Wedding, Review, Sylvia Fully R, Tiara Amanda, TJ, Yuki Kato
Review: Test Pack: You’re My Baby (2012)
Posted: September 12, 2012 in Movies, ReviewTags: Acha Septriasa, Ade Habibie, Agung Hercules, Asian Cinema, Dwi Sasono, Endhita, Fitria Sechan, Gading Marten, Indonesian Cinema, Jaja Mihardja, Karissa Habibie, Meriam Bellina, Monty Tiwa, Movies, Oon, Poppy Sovia, Ratna Riantiarno, Renata Kusmanto, Review, Reza Rahadian, Test Pack: You're My Baby, Tora Sudiro, Uli Herdinansyah
Diangkat dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita yang pertama kali dirilis pada tahun 2005, Test Pack: You Are My Baby berkisah mengenai pasangan menikah, Rachmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa), yang sedang berupaya untuk melengkapi susunan keluarga mereka dengan memperoleh seorang anak. Sebenarnya, kehadiran seorang anak dalam pernikahan Rachmat dan Tata bukanlah sebuah hal yang dirasa penting. Namun, setelah usia pernikahan yang telah mencapai tujuh tahun, Tata akhirnya merasa bahwa kehadiran seorang anak adalah sebuah hal yang wajib. Akibatnya, kini keseharian hidup pasangan itu dihiasi dengan berbagai eksperimen yang dinilai dapat membantu mereka untuk mendapatkan seorang penerus garis keturunan. Sayangnya… usaha tersebut sepertinya tidak kunjung berhasil.
Review: Sampai Ujung Dunia (2012)
Posted: March 20, 2012 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Chintami Atmanegara, Deddy Mahendra Desta, Diaz Ardiawan, Dimas Projosujadi, Dwi Sasono, Gading Marten, Imey Liem, Indonesian Cinema, Iwa K, Monty Tiwa, Movies, Renata Kusmanto, Review, Roy Marten, Sampai Ujung Dunia, Sita Nursanti, Sudjiwo Tejo, Tutie Kirana
Lagi-lagi sebuah kisah cinta segitiga. Dengan naskah yang ditulis oleh Monty Tiwa dan Tino Kawilarang, Sampai Ujung Dunia mengisahkan mengenai tiga orang sahabat, Anissa (Renata Kusmanto), Gilang (Gading Marten) dan Daud (Dwi Sasono), yang semenjak masa kecilnya tumbuh bersama kemudian menemukan diri mereka berada dalam rumitnya persaingan cinta setelah ketiganya terjebak dalam cinta segitiga saat beranjak remaja. Datang dari latar belakang kehidupan yang berbeda, Gilang dan Daud kemudian sama-sama menyatakan rasa suka dan cinta mereka pada Anissa setelah keduanya sama-sama menyelesaikan masa pendidikan sekolah menengah mereka. Tidak ingin agar Gilang dan Daud saling menjauh karena persaingan cinta mereka, Anissa akhirnya memberikan sebuah tantangan kepada keduanya.
Review: Laskar Pemimpi (2010)
Posted: October 2, 2010 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Candil, Dimas Projosujadi, Dwi Sasono, Gading Marten, Gugum, Indonesian Cinema, Laskar Pemimpi, Marcell Siahaan, Marwoto, Masayu Anastasia, Moch Zaid Assiddiq, Monty Tiwa, Movies, Odie, Oon, Review, Shanty, Teuku Rifnu Wikana, Tika Panggabean, Udjo, Yosi
Laskar Pemimpi adalah sebuah kasus yang cukup aneh. Disutradarai dan dituliskan naskahnya oleh Monty Tiwa, film ini menjadi film kedua di tahun 2010 setelah Merah Putih II: Darah Garuda yang jalan ceritanya mengisahkan mengenai perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan militer Belanda di masa agresinya yang kedua. Dengan meletakkan nama grup musik, Project Pop, yang dikenal sering menyanyikan lagu-lagu bernuansa komedi, tentu saja Laskar Pemimpi merupakan film yang jauh berbeda isi jalan ceritanya jika dibandingkan dengan film yang disutradarai oleh Yadi Sugandi dan Connor Allyn tersebut. Tidak hanya jalan ceritanya yang berada di wilayah yang berbeda, kualitas keduanya juga berada pada tingkatan perbedaan yang cukup jauh.
Review: Keramat (2009)
Posted: March 29, 2010 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Brama Sutasara, Diaz Ardiawan, Dimas Projosujadi, Indonesian Cinema, Keramat, Miea Kusuma, Migi Parahita, Monty Tiwa, Movies, Poppy Sovia, Review, Sadha Triyudha
Nama Monty Tiwa pertama kali tercatat di sejarah perfilman Indonesia adalah sebagai seorang penulis naskah film Andai Ia Tahu di tahun 2002. Karirnya sebagai seorang penulis naskah film terus berlanjut, termasuk dengan menulis beberapa film sukses lainnya seperti Mendadak Dangdut (2006), Denias, Senandung di Atas Awan (2006) dan Mengejar Mas-Mas (2007).

















