Posts Tagged ‘Monty Tiwa’

isyarat-header

Isyarat adalah sebuah film omnibus yang terdiri atas empat film pendek yang sama-sama mencoba berkisah mengenai kekuatan istimewa yang dimiliki oleh empat karakter utamanya. Disutradarai oleh Asmirandah, Monty Tiwa, Reza Rahadian dan Adhyatmika serta didukung dengan nama-nama seperti Ifa Isfansyah sebagai produser serta Garin Nugroho yang bertindak sebagai produser eksekutif, Isyarat jelas hadir begitu menjanjikan untuk tampil lebih baik dari kebanyakan film omnibus yang dirilis oleh industri film Indonesia. Sayangnya… Isyarat justru tampil begitu mengecewakan. Naskah cerita yang ditulis oleh Jujur Prananto dan Titien Wattimena benar-benar terlalu dangkal untuk dapat tampil menarik. Lebih buruk lagi, setiap film tampil dengan eksekusi cerita yang begitu lemah sehingga hampir terlihat tidak begitu layak untuk dirilis sebagai sebuah film layar lebar.

(more…)

romantini-header

Dengan naskah yang ditulis oleh sang sutradara, Monty Tiwa, bersama dengan Ivander Tedjasukmana dan Sumarsono, Romantini menawarkan sebuah jalinan kisah yang jelas telah begitu terasa familiar akibat berulangkali dituturkan dalam berbagai film Indonesia: kisah sesosok karakter yang harus mengubur impian besarnya di masa lampau dan berusaha untuk tetap kuat dalam menghadapi berbagai tantangan hidup dalam kesehariannya demi kehidupan yang lebih baik lagi bagi orang yang disayanginya. Klise. Walaupun begitu, Monty Tiwa jelas bukanlah nama yang dapat dianggap sebelah mata. Deretan filmografinya seperti Maaf, Saya Menghamili Istri Anda (2007), Barbi3 (2008), Wakil Rakyat (2009) maupun Kalau Cinta Jangan Cengeng (2009) mampu membuktikan bahwa Monty memiliki kemampuan kuat untuk mengolah sebuah cerita yang mungkin dianggap banyak orang sebagai sebuah cerita berkualitas kacangan. Romantini sekali lagi membuktikan kemampuan Monty tersebut. Dengan dukungan penampilan akting yang cukup kuat dari para pengisi departemen aktingnya, Monty mampu mengolah Romantini menjadi sebuah drama yang cukup kuat dalam bercerita.

(more…)

get-m4rried-header

Meski tak satupun diantara seri lanjutan Get Married (2007) yang mampu menghadirkan kualitas presentasi cerita maupun guyonan sekuat seri pemulanya, namun harus diakui bahwa seri film tersebut telah mendapatkan sejumlah penggemar loyal dari kalangan penonton film Indonesia. Seri terakhirnya, Get Married 3 (2011) – yang hadir dengan kualitas paling buruk jika dibandingkan dengan dua seri Get Married sebelumnya, bahkan masih mampu meraih kesuksesan dengan perolehan jumlah penonton berada di atas angka 500 ribu. Karenanya, tidak mengherankan jika kemudian Starvision Plus kembali mengumpulkan para jajaran pemeran serta kru produksi seri film ini untuk membuat seri keempat yang diberi judul Get M4rried dan berusaha untuk mengulang kesuksesan tersebut.

(more…)

operation-wedding-header

Setelah merilis Sampai Ujung Dunia dan Test Pack: You’re My Baby pada tahun lalu – yang berhasil membuktikan bahwa film drama dewasa Indonesia mampu dikemas secara ringan namun tetap berhasil tampil emosional, Monty Tiwa kembali hadir dengan film terbarunya yang kali ini bernafaskan drama komedi, Operation Wedding. Dengan departemen akting yang diisi oleh jajaran pemeran muda berbakat di industri film Indonesia, Operation Wedding sepertinya akan dapat dengan mudah menjadi sebuah film drama komedi yang menghibur dan, tentu saja, menarik perhatian banyak penonton. Well… para jajaran pemeran muda dengan penampilan sangat atraktif tersebut memang mampu membuat Operation Wedding menjadi sangat menyenangkan untuk dilihat. Namun ketika berhubungan dengan jalan cerita yang mereka lakoni… buruk mungkin hanya satu-satunya kesan yang dapat disematkan pada film ini.

(more…)

Diangkat dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita yang pertama kali dirilis pada tahun 2005, Test Pack: You Are My Baby berkisah mengenai pasangan menikah, Rachmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa), yang sedang berupaya untuk melengkapi susunan keluarga mereka dengan memperoleh seorang anak. Sebenarnya, kehadiran seorang anak dalam pernikahan Rachmat dan Tata bukanlah sebuah hal yang dirasa penting. Namun, setelah usia pernikahan yang telah mencapai tujuh tahun, Tata akhirnya merasa bahwa kehadiran seorang anak adalah sebuah hal yang wajib. Akibatnya, kini keseharian hidup pasangan itu dihiasi dengan berbagai eksperimen yang dinilai dapat membantu mereka untuk mendapatkan seorang penerus garis keturunan. Sayangnya… usaha tersebut sepertinya tidak kunjung berhasil.

(more…)

Lagi-lagi sebuah kisah cinta segitiga. Dengan naskah yang ditulis oleh Monty Tiwa dan Tino Kawilarang, Sampai Ujung Dunia mengisahkan mengenai tiga orang sahabat, Anissa (Renata Kusmanto), Gilang (Gading Marten) dan Daud (Dwi Sasono), yang semenjak masa kecilnya tumbuh bersama kemudian menemukan diri mereka berada dalam rumitnya persaingan cinta setelah ketiganya terjebak dalam cinta segitiga saat beranjak remaja. Datang dari latar belakang kehidupan yang berbeda, Gilang dan Daud kemudian sama-sama menyatakan rasa suka dan cinta mereka pada Anissa setelah keduanya sama-sama menyelesaikan masa pendidikan sekolah menengah mereka. Tidak ingin agar Gilang dan Daud saling menjauh karena persaingan cinta mereka, Anissa akhirnya memberikan sebuah tantangan kepada keduanya.

(more…)

Sebenarnya, sangat tidak mengherankan untuk mendengar bahwa Starvision merilis seri ketiga dari franchise Get Married, Get Married 3, pada liburan Lebaran tahun ini. Walaupun seri kedua dalam franchise ini, Get Married 2 (2009), secara jelas menunjukkan adanya sebuah penurunan kualitas yang cukup signifikan, namun Get Married 2 masih mampu tampil sebagai salah satu film dengan raihan jumlah penonton terbanyak pada tahun rilisnya. Jelas merupakan sebuah pertanda bahwa franchise ini masih mampu tampil menarik bagi banyak orang sekaligus memiliki potensi besar untuk kembali menghasilkan keuntungan jika kisahnya dilanjutkan. Dan Get Married 3 pun akhirnya menemui masa rilisnya.

(more…)