Posts Tagged ‘Milla Jovovich’

27th Annual Razzie Awards - Worst Picture - "Basically, It Stinks, Too"Mengikuti prestasi seri-seri sebelumnya, seri terakhir The Twilight Saga, The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2, berhasil mendapatkan nominasi terbanyak di ajang The 33rd Annual Golden Raspberry Awards – atau yang lebih dikenal dengan nama Razzie Awards. The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 bahkan mendapatkan nominasi di setiap kategori, termasuk Worst Picture, Worst Actress untuk Kristen Stewart (juga untuk perannya di Snow White and the Huntsman), Worst Actor untuk Robert Pattinson dan Worst Screenplay. Jangan khawatir, Team Jacob! Taylor Lautner juga berhasil meraih nominasi di kategori Worst Supporting Actor.

(more…)

UhmmmResident Evil: Retribution adalah bagian kelima dari franchise film yang telah berusia satu dekade dan berhasil mengumpulkan total pendapatan sebesar US$675 juta dari peredarannya di seluruh dunia? Yahhh… waktu begitu cepat berlalu, khususnya ketika Anda menyaksikan sebuah seri film terbaru yang terasa hanyalah sebagai pengulangan dengan beberapa ekstensi cerita dari seri sebelumnya. Dan, sayangnya, Resident Evil: Retribution juga bukanlah bagian dalam Resident Evil yang akan mengubah pola pandang banyak orang terhadap franchise tersebut. Dalam seri kelimanya kali ini, sutradara sekaligus penulis naskah Paul W. S. Anderson bahkan tidak terlihat berusaha lagi untuk merangkai cerita yang layak untuk disajikan dalam filmnya.

(more…)

Beberapa premis cerita sepertinya hanya akan dapat terdengar sempurna ketika berada di atas kertas… atau hanya ketika seorang sutradara handal yang kemudian mengeksekusinya. Faces in the Crowd mungkin adalah satu dari sedikit film crime thriller yang memiliki premis yang unik, masih sedikit dieksploitasi oleh Hollywood dan berpotensi kuat untuk menghasilkan sebuah jalan cerita yang begitu intriguing bagi para penontonnya. Namun, sayangnya, Faces in the Crowd dieksekusi oleh seorang sutradara bernama Julien Magnat, seorang sutradara yang sebelumnya baru mengarahkan satu film, Bloody Mallory (2002), dan menilai berdasarkan caranya dalam mengeksekusi Faces in the Crowd, merupakan seorang sutradara yang masih belum mampu untuk menangani intensitas cerita yang ia arahkan dengan baik.

(more…)

Dengan karir penyutradaraan yang telah membentang semenjak tahun 1994, Paul W. S. Anderson harus diakui bukanlah seorang sutradara yang begitu ahli dalam menangani kehadiran plot cerita dalam setiap filmnya. Bukan berarti film-film yang disutradarai oleh sutradara asal Inggris ini umumnya berkualitas buruk, namun konsistensi plot cerita mungkin adalah hal terakhir yang paling diperhatikan Anderson selama proses pembuatan filmnya. Karenanya, tidak mengherankan jika kemudian banyak pihak yang merasa sedikit heran dengan pilihan Anderson untuk mengadaptasi salah satu karya literatur paling populer di dunia, The Three Musketeers (1844) karya Alexandre Dumas, sebagai bahan dasar dari naskah cerita film yang ia arahkan.

(more…)

Walau terus menerus mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film dunia, dengan perolehan keuntungan yang telah berhasil mencapai US$525 juta dari peredaran ketiga seri film Resident Evil sebelumnya, tidaklah mengherankan begitu mendengar berita bahwa sutradara Paul W. S. Anderson kembali duduk di kursi sutradara untuk mengarahkan seri keempat franchise tersebut. Memanfaatkan teknologi 3D yang saat ini sedang digandrungi Hollywood, Resident Evil: Afterlife pun akhirnya diproduksi dengan bujet sebesar US$60 juta – yang merupakan biaya produksi tertinggi jika dibandingkan seri lainnya di franchise ini.

(more…)

Satu dekade lalu, The Blair With Project berhasil membuat sebuah kejutan dengan “menipu” orang-orang banyak dengan mengatakan bahwa film tersebut merupakan sebuah rekaman asli dari sekelompok orang yang hilang ketika mencoba memecahkan sebuah misteri mengenai sebuah urban legend.  Film tersebut berhasil mengejutkan (dan menakuti) banyak orang dan sukses luar biasa dalam peredaran komersialnya.

(more…)