Posts Tagged ‘Michael Shannon’

the-iceman-header

Diadaptasi dari buku berjudul The Iceman: The True Story of a Cold-Blooded Killer karya Anthony Bruno dan film dokumenter karya James Thebaut yang berjudul The Iceman Tapes: Conversations with a Killer, film arahan sutradara Ariel Vromen ini menceritakan kisah nyata mengenai seorang pembunuh bayaran asal Amerika Serikat, Richard Kuklinski. Meskipun ia hanya didakwa untuk lima kasus pembunuhan pada tahun 1988, Kuklinski sendiri mengaku bahwa ia telah membunuh sebanyak 100 hingga 250 orang sepanjang karirnya sebagai seorang pembunuh bayaran dari tahun 1948 hingga 1986. Yang lebih mengesankan, di saat yang bersamaan, Kuklinski juga mampu membangun sebuah keluarga yang bahagia dengan seorang istri dan dua orang puteri. Dua kehidupan yang saling bertolak belakang namun mampu berjalan beriringan. Hingga Kuklinski berhasil diringkus oleh pihak kepolisian, tentu saja. Sebuah kisah kriminal yang cukup mengagumkan, bukan?

(more…)

Man-of-Steel-header

Pertanyaan terbesar bagi kehadiran Man of Steel adalah jelas: Apakah keberadaan Christopher Nolan di belakang karakter pahlawan milik DC Comics ini mampu memanusiawikan karakter Superman seperti halnya yang pernah ia lakukan pada Batman melalui trilogi The Dark Knight (2005 – 2012)? Wellit worksat times. Bersama dengan penulis naskah David S. Goyer – yang juga merupakan penulis naskah dari trilogi The Dark Knight, Nolan mampu menyajikan sosok Kal-El/Clark Kent/Superman sebagai sosok yang membumi – meskipun Man of Steel dengan jelas menonjolkan sang pahlawan sebagai seorang yang asing di muka Bumi. Arahan sutradara Zack Snyder juga cukup berhasil membuat Man of Steel hadir sebagai sebuah presentasi film aksi yang mumpuni. Namun, dalam perjalanan untuk mengisahkan kembali masa lalu serta berbagai problema kepribadian yang dimiliki oleh Kal-El/Clark Kent/Superman tersebut, Man of Steel sayangnya hadir dengan karakter-karakter yang kurang tergali dengan baik, alur penceritaan yang terburu-buru serta – seperti kebanyakan film arahan Snyder lainnya, berusaha berbicara terlalu banyak namun gagal tereksekusi dengan baik.

(more…)

Dalam Premium Rush, Joseph Gordon-Levitt berperan sebagai Wilee, seorang pria yang bekerja sebagai kurir antar berkendaraan sepeda di kota New York, Amerika Serikat. Now… Wilee sebenarnya adalah seorang mahasiswa sekolah hukum yang kemudian memilih untuk keluar dari masa pembelajarannya karena tidak dapat melihat dirinya berpakaian rapi dan bekerja sepanjang hari sebagai seorang pegawai kantoran. Wilee menganggap dirinya sebagai seorang pemuda yang berjiwa bebas. Yang juga kemudian menjelaskan mengapa, berbeda dengan para kurir antar yang menggunakan kendaraan sepeda lain di kota New York, Wilee memilih tidak menggunakan fasilitas keamanan seperti rem di sepedanya. Ia menganggap kehadiran rem di sebuah sepeda sebagai terlalu… well… lemah dan menghalangi kebebasannya. Great!

(more…)

Online Film Critics Society – sebuah perkumpulan jurnalis dan kritikus film yang berbasis internet terbesar di dunia, dimana penulis At the Movies, Amir Syarif Siregar, juga tergabung di dalamnya –  baru saja mengumumkan daftar nominasi untuk The 15th Annual Online Film Critics Society Awards. Film karya Terrence Malick, The Tree of Life, memimpin daftar perolehan nominasi dengan meraih sebanyak 7 nominasi, termasuk di kategori Best Picture, Best Director (Terrence Malick), Best Supporting Actor (Brad Pitt) dan Best Supporting Actress (Jessica Chastain). Mengikuti dibelakangnya adalah Drive yang meraih enam nominasi termasuk di kategori Best Picture dan Best Director (Nicolas Winding Refn) walaupun harus gagal menempatkan aktor utamanya, Ryan Gosling, ke dalam nominasi Best Lead Actor.

(more…)

Machine Gun Preacher adalah sebuah film yang jalan ceritanya diinspirasi dari kisah nyata kehidupan Sam Childers, seorang pria mantan penjahat/pengedar/pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang yang kemudian berhasil ‘menemukan’ Tuhan ketika ia sedang berada dalam titik terendah dalam kehidupan yang ia jalani. Merasa terpanggil oleh Tuhan, Childers lalu berangkat untuk menolong warga Sudan Selatan yang sedang terjebak dalam sebuah konflik perang. Kehidupan Childers dipenuhi dengan berbagai drama emosional yang akan mampu menyentuh dan menginspirasi banyak orang yang mendengarnya. Sementara itu, Machine Gun Preacher, film arahan Marc Forster (Quantum of Solace, 2008), yang mengadaptasi sekelumit kisah hidup Childers, sayangnya terjebak dengan begitu banyak formula penceritaan tradisional dari film-film yang bertema sama dan akhirnya justru gagal menyampaikan ikatan emosional dari kisah hidup Childers pada penonton film ini.

(more…)

Wajar rasanya jika melihat nama-nama besar seperti Jason Statham, Mickey Rourke, Ray Winstone dan Michael Shannon bersedia untuk membintangi 13 — sebuah remake dari film thriller sukses berjudul 13 Tzameti (2006). Ketika dirilis beberapa tahun lalu, 13 Tzameti mendapatkan banyak pujian dari kritikus film dunia ketika naskah yang ditulis oleh sutradara film tersebut, Géla Babluani, dinilai sukses dalam memberikan teror psikologis sekaligus sentuhan drama moralitas yang kuat bagi para penontonnya. Untuk versi Hollywood ini sendiri, Babluani memberikan beberapa perubahan di berbagai bagian naskah ceritanya… yang sayangnya justru membuat 13 kehilangan gregetnya dan menjadikan film ini terkesan terlalu datar untuk dapat dinikmati.

(more…)

Bennett Brewer (Aaron Johnson) telah menyukai teman satu sekolahnya, Rose (Carey Mulligan), semenjak pertama kali ia menginjakkan kakinya di sekolah tersebut. Bennett, sayangnya, tidak memiliki cukup keberanian untuk menyapa Rose secara langsung, yang membuatnya menghabiskan masa empat tahun sekolahnya untuk menjadi pengagum rahasia Rose – yang ternyata juga telah lama menyukai Bennett. Di hari terakhir sekolahnya, Bennett akhirnya memberanikan diri untuk menyapa Rose. Berdua mereka akhirnya menghabiskan satu hari bersama, bersenang-senang, bercinta dan mencoba untuk mengetahui satu sama lain lebih dalam. Namun, hari yang indah tersebut berakhir tragis setelah sebuah kecelakaan yang dialami mereka kemudian merenggut nyawa Bennett untuk selama-lamanya.

(more…)