Berbeda dengan tiga seri dalam franchise Mission: Impossible (1996 – 2006) sebelumnya, Mission: Impossible – Ghost Protocol berhasil meningkatkan performa deretan aksi yang disajikan. Tidak hanya disajikan dalam porsi yang lebih banyak, adegan-adegan aksi tersebut juga mampu ditampilkan dengan tingkat intensitas yang lebih tinggi dan akan mampu memacu adrenalin setiap penontonnya. Walaupun begitu, Mission: Impossible – Ghost Protocol juga bukanlah seri yang paling serius diantara seri lain dari franchise yang diangkat dari sebuah serial televisi ini. Berbekal pengalamannya dalam mengarahkan dua film animasi, The Incredibles (2004) dan Ratatouille (2006), yang tetap mampu tampil komikal di tengah-tengah keseriusan jalan cerita yang disampaikan, Brad Bird berhasil mengarahkan sisi komedi dari Mission: Impossible – Ghost Protocol untuk dapat tampil sama maksimalnya dengan sisi aksi film ini dan membuat Mission: Impossible – Ghost Protocol menjadi sebuah sajian aksi yang tidak hanya menegangkan, namun juga berhasil tampil sangat menghibur.
Posts Tagged ‘Michael Nyqvist’
Review: Mission: Impossible – Ghost Protocol (2011)
Posted: December 19, 2011 in Movies, ReviewTags: Anil Kapoor, Jeremy Renner, Josh Holloway, Léa Seydoux, Michael Nyqvist, Michelle Monaghan, Mission: Impossible - Ghost Protocol, Movies, Paula Patton, Review, Samuli Edelmann, Simon Pegg, Tom Cruise, Tom Wilkinson, Ving Rhames, Vladimir Mashkov
Review: Abduction (2011)
Posted: October 5, 2011 in Movies, ReviewTags: Abduction, Alfred Molina, Antonique Smith, Aunjanue Ellis, Dermot Mulroney, Elisabeth Röhm, Jason Isaacs, John Singleton, Lily Collins, Maria Bello, Michael Nyqvist, Movies, Review, Sigourney Weaver, Taylor Lautner
Taylor Lautner telah memulai karirnya sebagai aktor ketika ia masih berusia 10 tahun dengan mendapatkan sebuah peran kecil di film Shadow Fury (2001). Debut aktingnya tersebut kemudian diikuti dengan peran sebagai salah satu dari tokoh utama dalam film arahan Robert Rodriguez, The Adventures of Sharkboy and Lavagirl in 3-D (2005), dan membintangi film komedi sukses, Cheaper by the Dozen 2 (2005), bersama Steve Martin dan Hilary Duff. Tiga tahun berselang, kesempatan emas untuk mendapatkan kepopuleran luas diperoleh Lautner setelah ia terpilih untuk memerankan sosok werewolf bernama Jacob Black yang terlibat cinta segitiga dengan seorang gadis remaja penyendiri bernama Bella Swan dan seorang vampire bernama Edward Cullen dalam Twilight (2008). Film tersebut menjadi awal dari sebuah franchise yang kemudian memperoleh kesuksesan luar biasa, menghasilkan pendapatan hampir sebesar US$2 milyar hingga saat ini, dengan jutaan penggemar fanatik di seluruh belahan dunia dan – tentu saja – melemparkan nama Taylor Lautner ke deretan aktor papan atas Hollywood.
Review: The Girl who Kicked the Hornets’ Nest (2009)
Posted: December 29, 2010 in Movies, ReviewTags: Anders Ahlbom Rosendahl, Annika Hallin, Askel Morisse, Daniel Alfredson, Jacob Ericksson, Lena Endre, Michael Nyqvist, Micke Spreitz, Movies, Noomi Rapace, Review, Sofia Ledarp, The Girl Who Kicked the Hornets' Nest
Ketika dunia pertama kali mengenal karakter Lisbeth Salander lewat film yang berjudul The Girl with the Dragon Tattoo (2009), sebuah film yang diadaptasi dari seri pertama novel Trilogi Millennium karya penulis asal Swedia, Stieg Larsson, dunia langsung jatuh cinta terhadap karakter tersebut. Walaupun terkesan sebagai seorang penyendiri dan jauh dari kesan bahwa dirinya membutuhkan kehadiran orang lain, lewat The Girl with the Dragon Tattoo, penonton tahu bahwa gadis hacker yang tangguh dan cerdas ini sebenarnya memiliki luka yang mendalam di jiwanya akibat masa lalu yang kelam dan membutuhkan seorang teman untuk mengisi kehidupannya.
Review: The Girl who Played with Fire (2009)
Posted: August 12, 2010 in Movies, ReviewTags: Anders Ahlbom, Annika Hallin, Daniel Alfredson, Georgi Staykov, Johan Kylén, Lena Endre, Magnus Krepper, Michael Nyqvist, Micke Spreitz, Movies, Noomi Rapace, Paolo Roberto, Per Oscarsson, Peter Andersson, Ralph Carlsson, Review, Sofia Ledarp, Tanja Lorentzon, The Girl who Played with Fire, Yasmine Garbi
Adaptasi film dari novel kedua dalam trilogi Millenium karya penulis asal Swedia, Stieg Larsson, The Girl who Played with Fire, menemui sebuah perubahan besar-besaran ketika sutradara Niels Arden Oplev, yang sukses mengarahkan The Girl with the Dragon Tattoo, digantikan posisinya oleh Daniel Alfredson. Tidak hanya dari sisi pengarahan, naskah cerita yang awalnya ditangani oleh duet Nikolaj Arcel dan Rasmus Heisterberg kini ditangani oleh seorang penulis naskah baru, Jonas Frykberg. Apakah hal ini memiliki pengaruh terhadap kualitas The Girl who Played with Fire jika dibandingkan dengan The Girl with the Dragon Tattoo? Sangat!
Review: The Girl with the Dragon Tattoo (2009)
Posted: April 30, 2010 in Movies, ReviewTags: Björn Granath, David Dencik, Ewa Fröling, Gösta Bredefeldt, Georgi Staykov, Gunnel Lindblom, Ingvar Hirdwall, Jacob Ericksson, Julia Sporre, Marika Lagercrantz, Michael Nyqvist, Michalis Koutsogiannakis, Movies, Niels Arden Oplev, Noomi Rapace, Peter Andersson, Peter Haber, Review, Sofia Ledarp, Stefan Sauk, Sven-Bertil Taube, The Girl with the Dragon Tattoo
Di tahun 2009, film thriller asal Swedia, The Girl with the Dragon Tattoo menjadi film terlaris di Eropa di sepanjang tahun tersebut. Selain sukses secara komersial, film ini juga sempat menerima banyak penghargaan di berbagai ajang festival film Eropa. Kabar kemudian menyebutkan bahwa sutradara David Fincher (Seven) telah bekerjasama dengan penulis naskah Steven Zaillan (Schindler’s List) untuk membuat versi Hollywood dari film ini dan dirilis pada tahun 2012 mendatang.
















