Diangkat dari buku berjudul sama karya Raditya Dika, Cinta Brontosaurus berkisah mengenai deretan ketidakberuntungan yang dialami oleh seorang pemuda bernama Dika (Raditya Dika) ketika ia harus berhadapan dengan masalah cinta. Ketika hubungan romansanya dengan Nina (Pamela Bowie) berakhir kandas seperti deretan kisah percintaannya yang telah lalu, Dika akhirnya mendeklarasikan bahwa ia tidak akan lagi mau merasakan yang namanya jatuh cinta. Dika bahkan menyamakan perasaan cinta tersebut layaknya seekor brontosaurus yang suatu saat akan menemukan masa kadaluarsanya… dan kemudian menghilang begitu saja. Pernyataan tersebut jelas ditolak oleh sahabat sekaligus agen penerbitan Dika, Kosasih (Soleh Solihun), yang disaat bersamaan sedang menjalin hubungan romansa dengan Wanda (Tyas Mirasih). Kosasih lantas berinisiatif untuk memperkenalkan Dika dengan beberapa gadis yang dinilainya sesuai dengan kriteria pemuda tersebut.
Posts Tagged ‘Meriam Bellina’
Review: Cinta Brontosaurus (2013)
Posted: May 15, 2013 in Movies, ReviewTags: Aelke Mariska, Ario Prabowo, Asian Cinema, Bucek Depp, Cinta Brontosaurus, Dewi Irawan, Dimas Gabra, Dwi Putrantiwi, Ence Bagus, Eriska Rein, Fajar Nugros, Fikri Ramdhan, Indonesian Cinema, Joehana Sutisna, Lana Girlly, Lani Girlly, M Griff, Meriam Bellina, Moammar Emka, Movies, Pamela Bowie, Rachel Patricia, Raditya Dika, Review, Richa Iskak, Rizka Wulandari, Ronny P Tjandra, Soleh Solihun, Tyas Mirasih, Yadi Sugandi
Festival Film Indonesia 2012 Nominations List
Posted: November 27, 2012 in Awards, Festival Film Indonesia, Movies, NewsTags: A Short Story of Raden Saleh Syarif Bustaman, Acha Septriasa, Annisa Hertami, Atiqah Hasiholan, Awards, Bandung Lintas Masa, Bena Eksotika Megalitik, Butet Kartaredjasa, Christine Hakim, Cita-Citaku Setinggi Tanah, Dedey Rusma, Demi Ucok, Di Batas Kekuasaan, Donny Damara, Emir Mahira, Erwin Arnada, Festival Film Indonesia, Fuad Idris, Garuda Di Dadaku 2, Geraldine Sianturi, Hanung Bramantyo, Hello Goodbye, Herwin Novianto, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Kenes Andari, Langka Receh, Long Imagine, Lovely Man, Lukman Sardi, M. Syihab Imam Muttaqin, Mak Gondut, Mata Tertutup, Memburu Harimau, Meriam Bellina, Modus Anomali, Movies, News, Perahu Kertas, Rahasia, Rayya Cahaya di Atas Cahaya, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Rumah di Seribu Ombak, Sammaria Simanjuntak, Soegija, Tanah Surga... Katanya, Teddy Soeriaatmadja, Test Pack: You're My Baby, Tio Pakusadewo, Wae Rebo Menjaga, Wan-An, Wulan Guritno
So… here we go again. Setelah beberapa waktu yang lalu mengumumkan 15 film yang berhasil lolos dari seleksi awal, Senin (26/11), Festival Film Indonesia 2012 resmi mengumumkan daftar film yang berhasil meraih nominasi di ajang penghargaan film tertinggi bagi kalangan industri film Indonesia tersebut. Dan secara mengejutkan… sebuah film kecil berjudul Demi Ucok mampu mencuri perhatian dan menguasai perolehan nominasi, termasuk meraih nominasi di kategori Film Bioskop Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik serta Penulis Skenario Terbaik. Walau telah dirilis secara terbatas melalui berbagai ajang festival di beberapa daerah di Indonesia selama kurun waktu satu tahun terakhir, Demi Ucok baru akan dirilis secara luas pada bulan Januari 2013 mendatang.
Review: Test Pack: You’re My Baby (2012)
Posted: September 12, 2012 in Movies, ReviewTags: Acha Septriasa, Ade Habibie, Agung Hercules, Asian Cinema, Dwi Sasono, Endhita, Fitria Sechan, Gading Marten, Indonesian Cinema, Jaja Mihardja, Karissa Habibie, Meriam Bellina, Monty Tiwa, Movies, Oon, Poppy Sovia, Ratna Riantiarno, Renata Kusmanto, Review, Reza Rahadian, Test Pack: You're My Baby, Tora Sudiro, Uli Herdinansyah
Diangkat dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita yang pertama kali dirilis pada tahun 2005, Test Pack: You Are My Baby berkisah mengenai pasangan menikah, Rachmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa), yang sedang berupaya untuk melengkapi susunan keluarga mereka dengan memperoleh seorang anak. Sebenarnya, kehadiran seorang anak dalam pernikahan Rachmat dan Tata bukanlah sebuah hal yang dirasa penting. Namun, setelah usia pernikahan yang telah mencapai tujuh tahun, Tata akhirnya merasa bahwa kehadiran seorang anak adalah sebuah hal yang wajib. Akibatnya, kini keseharian hidup pasangan itu dihiasi dengan berbagai eksperimen yang dinilai dapat membantu mereka untuk mendapatkan seorang penerus garis keturunan. Sayangnya… usaha tersebut sepertinya tidak kunjung berhasil.
Review: Brokenhearts (2012)
Posted: May 22, 2012 in Movies, ReviewTags: Annie Klauss, Anto Hoed, Asian Cinema, Axel Andaviar, Brokenhearts, Cole Gribble, Darius Sinathrya, Edwin Onckelinx, Gerhana Wanvi Nugrah, Helfi Kardit, Indonesian Cinema, Julie Estelle, Kiesha Alvaro, Melly Goeslaw, Meriam Bellina, Movies, Rani Agustina, Review, Reynavenzka, Reza Rahadian, Vito Kareliansyah
Cukup mengherankan bila melihat di tengah serbuan film-film semacam Negeri 5 Menara, Modus Anomali, The Raid atau Lovely Man, yang berhasil menawarkan sentuhan jalan penceritaan yang apik dan bahkan tampil berani jauh berbeda dari kebanyakan film yang saat ini dirilis oleh industri film Indonesia, masih ada beberapa produser yang memilih untuk merilis film-film dangkal semacam Brokenhearts. Disutradai dan ditulis naskahnya oleh Helfi Kardit – orang yang sama yang bertanggungjawab atas perilisan judul-judul seperti D’Love (2010), Arisan Brondong (2010) dan Arwah Goyang Karawang (2011) – Brokenhearts adalah sebuah contoh lain keserakahan para pembuat film Indonesia yang dengan dangkalnya mengira bahwa penikmat film Indonesia akan begitu mudah untuk terjebak pada film-film tearjerker dengan kualitas penulisan naskah kacangan.
Review: Kabayan Jadi Milyuner (2010)
Posted: December 25, 2010 in Movies, ReviewTags: Amink, Asian Cinema, Christian Sugiono, Didi Petet, Guntur Soeharjanto, Indonesian Cinema, Jamie Aditya, Kabayan Jadi Milyuner, Melly Goeslaw, Meriam Bellina, Movies, Review, Rianti Cartwright, Shogi Indra Dhuaja, Slamet Rahardjo
Sama halnya seperti kisah-kisah Abu Nawas dan Nasruddin yang termuat di berbagai literatur yang berasal dari negeri Arab, Kabayan adalah sebuah tokoh imajinatif populer dari Indonesia yang seringkali memuat dan menyindir mengenai bentuk tatanan kehidupan masyarakat di kala itu pada setiap penceritaannya. Merupakan tokoh yang berasal dari kisah-kisah masyarakat Sunda, Kabayan kemudian menjadi sebuah tokoh ikonik bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan setelah kisahnya sering dipopulerkan dalam bentuk buku maupun dalam bentuk rilisan film layar lebar dan serial televisi.
















