Inception, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) dan Sang Pencerah memimpin daftar perolehan nominasi Indonesian Movie Bloggers Choice Awards 2011. Untuk di kategori film berbahasa asing, Inception berhasil meraih sebanyak 14 nominasi dari 18 kategori yang tersedia. Jumlah tersebut unggul satu kategori dari film karya David Fincher, The Social Network, yang membuntuti dengan perolehan sebanyak 13 nominasi. Inception dan The Social Network sendiri akan berhadapan di banyak kategori termasuk di kategori Film Jawara, Sutradara Jawara serta Naskah Jawara. Kedua film tersebut akan bersaing dengan The Ghost Writer, Toy Story 3 dan Uncle Boonme who can Recall His Past Lives untuk memperebutkan gelar sebagai Film Jawara.
Posts Tagged ‘Merah Putih II: Darah Garuda’
A Year in Review: Best Indonesian Movies of 2010
Posted: January 1, 2011 in Movies, Personal, Review, Top 10Tags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, Aku atau Dia?, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Hari Untuk Amanda, I Know What You Did On Facebook, Indonesian Cinema, Menebus Impian, Merah Putih II: Darah Garuda, Minggu Pagi di Victoria Park, Movies, Review, Rumah Dara, Sang Pencerah, Top 10
Walau secara kuantitas film Indonesia yang dirilis di layar bioskop Indonesia untuk tahun ini mencapai kenaikan jumlah yang signifikan, namun cukup ironis untuk mengingat kualitas film-film yang beredar tersebut masih banyak yang berada di bawah kualitas yang diharapkan. Film-film berkualitas picisan, bahkan terkadang berkualitas sama sekali tidak layak tonton, masih sering ditemukan beredar di layar bioskop Indonesia setiap bulannya di tahun 2010. Bukan murni salah para produser film. Ketika pasar masih terlihat berminat besar untuk menyaksikan film-film berkualitas sampah tersebut, tentu produser dengan senang hati akan menjawab dan terus memberikan film-film berkualitas kerdil tersebut kepada mereka.
Review: Merah Putih II: Darah Garuda (2010)
Posted: September 13, 2010 in Movies, ReviewTags: Agastya Kandou, Aldy Zulfikar, Alex Komang, Ario Bayu, Asian Cinema, Astri Nurdin, Atiqah Hasiholan, Conor Allyn, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, Indonesian Cinema, Lukman Sardi, Merah Putih II: Darah Garuda, Movies, Rahayu Saraswati, Review, Rudy Wowor, T. Rifnu Wikana, Yadi Sugandi
Ketika pertama kali dirilis pada Agustus 2009, Merah Putih, yang merupakan bagian pertama dari Trilogi Merdeka, trilogi fiksi kisah perjuangan rakyat Indonesia dalam usahanya merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, mendapatkan sambutan yang beragam dari para penonton Indonesia. Namun, secara keseluruhan, banyak penonton yang merasa bahwa Merah Putih terlalu banyak memfokuskan diri pada drama dengan dialog yang terdengar sedikit ‘terlalu resmi’ serta terlalu sedikit memberikan sajian action seperti yang sering dijanjikan para produser film ini ketika masa promosinya.














