Posts Tagged ‘Melissa McCarthy’

the-heat-header

Selepas kesuksesannya dalam mengarahkan Bridesmaids (2011) – yang berhasil mendapatkan pujian luas dari para kritikus film, mendapatkan dua nominasi di ajang The 84th Annual Academy Awards, mengenalkan dunia pada sosok Melissa McCarthy yang begitu jenaka sekaligus berhasil meraup pendapatan sebesar lebih dari US$280 juta dari masa rilisnya di seluruh dunia – Paul Feig menambah panjang daftar filmografinya dengan mengarahkan The Heat, sebuah film komedi yang kembali menempatkan sosok wanita sebagai karakter utama sekaligus penghasil tawa di dalam jalan ceritanya. Layaknya Bridesmaids, The Heat masih menampilkan kemampuan Feig dalam menghasilkan lelucon dari berbagai situasi umum yang sama sekali tidak memiliki atmosfer komedi. Meskipun harus diakui tidak secerdas maupun sekonsisten Bridesmaids dalam menyajikan komedinya, namun perpaduan chemistry yang erat antara kedua pemeran utamanya, McCarthy dan Sandra Bullock, jelas akan mampu memikat dan membuat setiap penonton jatuh cinta dengan mudah pada film komedi ini.

(more…)

The-Hangover-3-header

Memulai perjalanannya pada tahun 2009, The Hangover yang diarahkan oleh Todd Phillips (Old School, 2003) mampu meraih sukses luar biasa berkat keberanian Phillips dan duo penulis naskah, Jon Lucas dan Scott Moore, dalam menghadirkan deretan guyonan yang melabrak berbagai pakem komedi dewasa tradisional Hollywood. Tidak hanya film tersebut mampu meraih kesuksesan secara kritikal serta pendapatan komersial sebesar lebih dari US$450 juta – dari biaya produksi hanya sebesar US$35 juta!, The Hangover juga berhasil membawa ketiga nama pemeran utamanya, Bradley Cooper, Zach Galifianakis serta Ed Helms, ke jajaran aktor papan atas Hollywood. Kesuksesan tersebut berlanjut dengan The Hangover Part II (2011), yang berhasil meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$581 juta meskipun gagal untuk kembali mencuri hati para kritikus film dunia akibat jalan cerita yang dinilai terlalu familiar dan dieksekusi dengan penggalian yang begitu dangkal.

(more…)

Identity-Thief-header

Sesungguhnya… Jason Bateman dan Melissa McCarthy adalah dua komedian Hollywood yang sepertinya selalu mampu untuk memberikan performa terbaik dalam setiap penampilan mereka. Sayangnya, performa sebaik apapun yang berusaha dihadirkan keduanya kemungkinan besar tidak akan dapat meningkatkan kualitas Identity Thief lebih jauh lagi. Permasalahan terbesar dalam film ini terletak pada naskah cerita arahan Craig Mazin (The Hangover Part II, 2011). Mazin terkesan hanya memanfaatkan pola penceritaan mengenai perjalanan yang dilakukan oleh dua karakter yang saling bertolak belakang untuk kemudian menghadirkan deretan guyonan dewasa tanpa pernah benar-benar berhasil mengelolanya dengan baik. Hasilnya, daripada menghasilkan sebuah sajian komedi yang kuat, Identity Thief justru menjelma menjadi sebuah presentasi komedi yang kasar dan gagal untuk tampil menghibur.

(more…)

The 84th Annual Academy Awards Nominations List

Posted: January 24, 2012 in Academy Awards, Awards, Movies
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kejutan! Tidak ada Leonardo DiCaprio! Tidak ada Michael Fassbender! Tidak ada Tilda Swinton! Sembilan nominasi Best Picture dan Academy of Motion Picture Arts and Sciences membuktikan kalau mereka begitu mencintai setiap hasil karya Stephen Daldry… namun tetap mampu memberikan penghargaan besar bagi seorang Terrence Malick.

Film teranyar karya Martin Scorsese, Hugo, berhasil memimpin daftar perolehan nominasi The 84th Annual Academy Awards. Hugo berhasil meraih sebelas nominasi, termasuk nominasi di kategori Best Picture, Best Achievement in Directing dan Best Adapted Screenplay. Menyusul di belakang Hugo adalah film bisu hitam putih asal Perancis, The Artist, yang memang diprediksikan akan memperoleh banyak nominasi dan akhirnya berhasil meraup sepuluh nominasi Academy Awards termasuk di kategori Best Picture, Best Achievement in Directing, Best Actor in a Leading Rolde, Best Actress in a Supporting Role dan Best Original Screenplay.

(more…)

Walau sebelumnya pernah mengarahkan Unaccompanied Minors (2006), nama Paul Feig bagi para penggemar komedi di seluruh dunia mungkin lebih popular atas kemampuan penyutradaraannya untuk berbagai serial televisi komedi seperti Arrested Development, The Office maupun 30 Rock. Kini, bekerjasama dengan Judd Apatow, Feig diberi kepercayaan untuk mengarahkan Bridesmaids, film yang jika ingin dinilai secara sempit berdasarkan strategi pemasaran yang dimunculkan lewat deretan trailer-nya, akan dinilai sebagai sebuah versi wanita dari komedi sukses The Hangover (2009). Untungnya, Bridesmaids bukanlah sebuah versi kopian murah dari The Hangover. Tentu, film ini berkisah mengenai perjalanan sekelompok pendamping perempuan seorang pengantin menjelang hari pernikahannya. Namun Bridesmaids mampu tampil lebih unggul dalam menggali setiap elemen emosional yang terkandung dalam sisi drama maupun komedinya.

(more…)

Online Film Critics Society – sebuah perkumpulan jurnalis dan kritikus film yang berbasis internet terbesar di dunia, dimana penulis At the Movies, Amir Syarif Siregar, juga tergabung di dalamnya –  baru saja mengumumkan daftar nominasi untuk The 15th Annual Online Film Critics Society Awards. Film karya Terrence Malick, The Tree of Life, memimpin daftar perolehan nominasi dengan meraih sebanyak 7 nominasi, termasuk di kategori Best Picture, Best Director (Terrence Malick), Best Supporting Actor (Brad Pitt) dan Best Supporting Actress (Jessica Chastain). Mengikuti dibelakangnya adalah Drive yang meraih enam nominasi termasuk di kategori Best Picture dan Best Director (Nicolas Winding Refn) walaupun harus gagal menempatkan aktor utamanya, Ryan Gosling, ke dalam nominasi Best Lead Actor.

(more…)

Semenjak namanya menanjak lewat Knocked Up (2007), nama Katherine Heigl sepertinya terus akrab dengan film-film drama komedi romantis dengan tipikal peran yang hampir sama: seorang wanita karir yang akhirnya menemukan cinta pada seorang pria yang awalnya ia anggap tak mungkin ia cintai. Formula tersebut awalnya cukup berhasil (27 Dresses, 2008), namun kemudian terus melemah (The Ugly Truth, 2009) dan semakin melemah (Killers, 2010). Hampir dapat dipastikan, setiap film yang dibintangi oleh Heigl selalu memanfaatkan performa yang ia tampilkan bersama aktor yang menjadi pasangannya, daripada memanfaatkan kekuatan cerita yang ingin disampaikan di film tesebut.

(more…)

Selepas kesuksesan komersial Monster-in-Law pada tahun 2005, aktris Jennifer Lopez secara perlahan sepertinya ingin beralih kepada film-film dengan tema sosial dan lebih dari sekedar sebuah komedi romantis yang biasa ia perankan. Berturut-turut, datanglah An Unfinished Life (2005), Bordertown (2007) dan El Cantante (2007), yang sialnya, selain gagal secara komersil, juga tidak mendapat sambutan begitu baik dari para kritikus film dunia.

(more…)