Posts Tagged ‘Melissa Leo’

prisoners-header

Sukses dengan Incendies (2010), yang berhasil meraih nominasi Best Foreign Language Film di ajang The 83rd Annual Academy Awards, sutradara asal Kanada, Denis Villeneuve, kembali hadir dengan film terbarunya, Prisoners, yang sekaligus menandai debut penyutradaraannya dalam sebuah film berbahasa Inggris. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Aaron Guzikowski (Contraband, 2012) dan dieksekusi Villeneuve menjadi sebuah presentasi cerita sepanjang 153 menit, pada kebanyakan bagiannya, Prisoners seringkali terasa sebagai tiga film yang dipadukan menjadi satu: kisah misteri mengenai hilangnya dua anak perempuan, usaha pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut serta drama humanis mengenai sisi moral manusia. Kompleks, namun layaknya Incendies, Villeneuve mampu secara cerdas menggarapnya menjadi satu kesatuan kisah yang akan menghantui pemikiran penontonnya jauh setelah mereka selesai menyaksikan film ini.

(more…)

oblivion_header

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Joseph Kosinski, Karl Gajdusek dan Michael Arndt berdasarkan novel grafis berjudul sama karya Joseph Kosinski dan Arvid Nelson, Oblivion berlatar belakang lokasi di Bumi pada tahun 2077, 60 tahun setelah terjadinya sebuah invasi makhluk luar angkasa yang menghancurkan Bulan serta hampir meluluhlantakkan seluruh penjuru Bumi. Semenjak terjadinya tragedi tersebut, umat manusia kini telah menemukan rumah barunya di satelit terbesar pada planet Saturnus, Titan. Jack Harper (Tom Cruise) dan Victoria Olsen (Andrea Riseborough) adalah dua prajurit manusia yang hingga saat ini masih bertinggal di Bumi dan bertugas untuk merawat deretan mesin-mesin otomatis yang berfungsi untuk menghancurkan sisa makhluk luar angkasa yang masih bersembunyi di berbagai sudut Bumi.

(more…)

Olympus-Has-Fallen-Header

Oh. Berbicara mengenai nasionalisme/patriotisme, film arahan sutradara Antoine Fuqua (Brooklyn’s Finest, 2010) yang berjudul Olympus Has Fallen ini juga mengangkat tema penceritaan yang sama. Hanya saja, daripada menghadirkan kisah mengenai seorang pelajar sekolah dasar yang berusaha mewujudkan obsesi sang kakek mengenai bendera negaranya, Olympus Has Fallen mengisahkan mengenai seorang mantan agen rahasia Amerika Serikat yang berjuang dalam melawan aksi terorisme yang berusaha memecah keutuhan negaranya. Sendirian. Terdengar seperti kisah dari salah satu seri franchise Die Hard (1988 – 2013)? Tentu! Dan rasanya setiap orang akan begitu familiar dengan jalan cerita tersebut. Pun begitu, dengan arahan Fuqua yang kuat atas intensitas presentasi aksi dalam film ini serta penampilan apik dari seluruh jajaran pengisi departemen aktingnya, khususnya Gerard Butler, Olympus Has Fallen mampu menjelma menjadi sebuah film aksi yang dapat dengan mudah menarik dan menahan perhatian setiap penontonnya secara penuh dalam 120 menit pengisahan ceritanya.

(more…)

flight-header

Setelah beberapa saat terjebak di dunia animasi, Robert Zemeckis kembali mengarahkan sebuah film live action – yang, by the way, menjadi film live action pertamanya semenjak kesuksesan Cast Away di tahun 2000 yang lalu. Dengan naskah yang ditulis oleh John Gatins (Real Steel, 2011), Flight mencoba mengisahkan mengenai bagaimana kelamnya kehidupan seorang alkoholik. Terdengar familiar? Well… sayangnya, pendekatan yang dilakukan oleh Zemeckis dalam menceritakan kisah tersebut juga akan membuat banyak orang merasa bahwa tidak ada sesuatu yang istimewa dalam garis penceritaan film ini. Terkecuali, tentu saja, penampilan Denzel Washington yang mampu menghidupkan karakternya dengan begitu meyakinkan.

(more…)

Sebelum merilis Jersey Girl di tahun 2004 – sebuah film yang cukup menyenangkan, sebenarnya – Kevin Smith memiliki karir penyutradaraan yang cukup terpandang. Film-film drama komedi yang ia arahkan – mulai dari Clerks (1994), Mallrats (1995), Chasing Amy (1997), Dogma (1999) hingga Jay and Silent Bob Strike Back (2001) – dikenal sebagai film-film komedi dengan tingkat kecerdasan dialog yang sangat tajam… dan tetap mampu menghibur penontonnya. Namun Smith kemudian menambah panjang daftar filmografinya dengan film-film komedi mediocre yang terasa begitu melelahkan. Smith bahkan menghasilkan Cop Out (2010) – sebuah film yang menempatkan pasangan Bruce Willis dan Tracy Morgan sebagai pasangan polisi dengan deretan dialog dan adegan tidak lucu dan sangat mengesalkan (Morgan, khususnya!).

(more…)

Berbeda dengan kebanyakan miniseri yang tayang di jaringan televisi Amerika Serikat, Mildred Pierce memiliki beberapa elemen yang membuatnya menjadi salah satu karya sinematik yang paling layak ditunggu di sepanjang tahun ini. Mengadaptasi kisahnya dari novel berjudul sama (1941) karya James M Cain – yang sebelumnya telah difilmkan oleh Michael Curtiz di tahun 1945 dan memenangkan Joan Crawford satu-satunya Academy Award di sepanjang karirnya – Mildred Pierce merupakan peran pertama yang dilakoni Kate Winslet selepas memenangkan Academy Award untuk perannya di The Reader (2008). Diarahkan oleh Todd Haynes (Far from Heaven, 2002) yang seringkali menyertai setiap filmnya dengan pilihan gambar yang begitu indah, Mildred Pierce memang terasa memiliki jalan cerita yang sedikit repetitif dengan durasinya yang mencapai lima jam itu. Pun begitu, ada begitu banyak hal yang akan memberikan rasa puas bagi mereka yang telah begitu menanti kehadiran miniseri ini.

(more…)

Dalam sebuah susunan acara yang dimulai dengan Inception memenangkan empat penghargaan dari kategori teknis, dan The Social Network memenangkan beberapa penghargaan lain dan membuat film tersebut terlihat seperti memiliki kesempatan untuk memenangkan penghargaan utama, film yang paling banyak dijagokan untuk menang pada ajang The 83rd Annual Academy Awards, The King’s Speech, ternyata berhasil mewujudkan impian tersebut. The King’s Speech bahkan berhasil memenangkan tiga kategori lainnya, termasuk memberikan kemenangan bagi sutradara Tom Hooper di kategori Best Achievement in Directing dan menyisihkan David Fincher (The Social Network) yang banyak diprediksi masih akan dapat memenangkan kategori tersebut walaupun filmnya harus mengalah di kategori Best Picture.

(more…)