Seri terakhir dari rangkuman tahunan A Year in Review tentu saja akan mengungkap 20 film yang dianggap At the Movies sebagai highlight dari tahun 2012. A little fun recap? Secara mengejutkan, genre horor, yang biasanya seringkali melahirkan film-film berkualitas menyedihkan, tahun ini mampu menghadirkan beberapa film dengan kualitas yang sangat kuat sekaligus tetap berhasil memberikan teror tersendiri kepada para penontonnya. Sayangnya, 2012 bukanlah tahun yang cerah bagi science fiction.
Posts Tagged ‘Mata Tertutup’
A Year in Review: 20 Best Movies of 2012
Posted: January 6, 2013 in Movies, Personal, Review, Top 10Tags: 50/50, Amour, Argo, Bernie, Brave, Detachment, Frankenweenie, Hugo, Killer Joe, Life of Pi, Margin Call, Mata Tertutup, Moonrise Kingdom, Movies, Personal, Prometheus, Review, Sinister, Skyfall, Take This Waltz, The Artist, The Cabin in the Woods, The Perks of Being a Wallflower, Top 10
A Year in Review: Best Indonesian Movies of 2012
Posted: January 6, 2013 in Movies, Personal, Review, Top 10Tags: Ambilkan Bulan, Asian Cinema, Habibie & Ainun, Hello Goodbye, Indonesian Cinema, Jakarta Hati, Kita Versus Korupsi, Lovely Man, Mata Tertutup, Movies, Negeri 5 Menara, Personal, Rayya Cahaya di Atas Cahaya, Review, Test Pack: You're My Baby, Top 10
2012 jelas memberikan kesan manis tersendiri bagi industri film Indonesia. Setelah dimulai dengan langkah yang goyah, film-film Indonesia secara perlahan mulai kembali menemui penonton tetapnya. Jika pada tahun lalu tidak ada satupun film Indonesia yang mampu meraih raihan satu juta penonton, maka tahun ini terdapat tiga film Indonesia yang mencapai prestasi tersebut – plus, tiga film tersebut adalah film yang digarap dengan kualitas yang benar-benar memuaskan. Mungkin secara perlahan penonton film Indonesia telah tahu film mana yang layak diberikan apresiasi dan yang mana harusnya dilupakan dan ditinggalkan begitu saja.
Festival Film Indonesia 2012 Nominations List
Posted: November 27, 2012 in Awards, Festival Film Indonesia, Movies, NewsTags: A Short Story of Raden Saleh Syarif Bustaman, Acha Septriasa, Annisa Hertami, Atiqah Hasiholan, Awards, Bandung Lintas Masa, Bena Eksotika Megalitik, Butet Kartaredjasa, Christine Hakim, Cita-Citaku Setinggi Tanah, Dedey Rusma, Demi Ucok, Di Batas Kekuasaan, Donny Damara, Emir Mahira, Erwin Arnada, Festival Film Indonesia, Fuad Idris, Garuda Di Dadaku 2, Geraldine Sianturi, Hanung Bramantyo, Hello Goodbye, Herwin Novianto, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Kenes Andari, Langka Receh, Long Imagine, Lovely Man, Lukman Sardi, M. Syihab Imam Muttaqin, Mak Gondut, Mata Tertutup, Memburu Harimau, Meriam Bellina, Modus Anomali, Movies, News, Perahu Kertas, Rahasia, Rayya Cahaya di Atas Cahaya, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Rumah di Seribu Ombak, Sammaria Simanjuntak, Soegija, Tanah Surga... Katanya, Teddy Soeriaatmadja, Test Pack: You're My Baby, Tio Pakusadewo, Wae Rebo Menjaga, Wan-An, Wulan Guritno
So… here we go again. Setelah beberapa waktu yang lalu mengumumkan 15 film yang berhasil lolos dari seleksi awal, Senin (26/11), Festival Film Indonesia 2012 resmi mengumumkan daftar film yang berhasil meraih nominasi di ajang penghargaan film tertinggi bagi kalangan industri film Indonesia tersebut. Dan secara mengejutkan… sebuah film kecil berjudul Demi Ucok mampu mencuri perhatian dan menguasai perolehan nominasi, termasuk meraih nominasi di kategori Film Bioskop Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik serta Penulis Skenario Terbaik. Walau telah dirilis secara terbatas melalui berbagai ajang festival di beberapa daerah di Indonesia selama kurun waktu satu tahun terakhir, Demi Ucok baru akan dirilis secara luas pada bulan Januari 2013 mendatang.
Review: Mata Tertutup (2012)
Posted: March 18, 2012 in Movies, ReviewTags: Andryani Isna, Asian Cinema, Dyah Arum, Eka Nusa Pertiwi, Ign Wahono, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Kedung Darma R, Kukuh Riyadi, M Dinu Imansyah, Mata Tertutup, Movies, Nanang Rakhmat Hidayat, Review, Rijal Maj, Taslim Idrus, Tri Sasongko, Yesi Yoane, Yoga Bagus Satatagama
Dirilis dengan publikasi dan promosi yang minimalis, film terbaru karya sutradara Garin Nugroho, Mata Tertutup, ternyata mampu memiliki sudut pandang cerita tentang kondisi struktur sosial dan relijius masyarakat Indonesia lebih maksimal daripada kebanyakan film bertema sama yang beberapa kali dirilis oleh industri film Indonesia akhir-akhir ini. Dengan penyampaian cerita yang lebih dinamis daripada kebanyakan film-film karya Garin Nugroho sebelumnya – walau hal tersebut tidak murni berarti bahwa film ini akan dengan mudah dapat dinikmati oleh penonton dalam skala yang lebih luas – Mata Tertutup berjalan secara perlahan dalam membangun struktur ceritanya. Pun begitu, dengan dukungan tata teknis dan kemampuan akting jajaran pemerannya yang begitu solid, Mata Tertutup akan mampu menarik hati, jiwa dan pemikiran setiap penontonnya secara mendalam kepada tiga alur cerita yang dihadirkan Garin di dalam film ini.












