Posts Tagged ‘Marsha Timothy’

tampan-tailor-header

Tampan Tailor bercerita mengenai serangkaian kisah perjuangan seorang pria bernama Topan (Vino G. Bastian) dalam usahanya untuk menghidupi dan membesarkan putera tunggalnya, Bintang (Jefan Nathanio). Perjuangan tersebut dimulai ketika Topan harus kehilangan sang istri yang meninggal dunia akibat penyakit kanker yang ia derita. Tidak berhenti disitu, ia harus kehilangan tempat tinggal sekaligus memaksa Bintang untuk putus sekolah setelah usaha toko jahit yang ia bangun bersama dengan istrinya dahulu – dan dinamakan Tampan Tailor sebagai gabungan nama mereka, Tami dan Topan – harus ditutup karena mengalami kebangkrutan. Walau begitu, keberadaan sang anak membuat Topan sadar bahwa ia tidak dapat menyerah begitu saja.

(more…)

Anda harus mengakui, sekalipun Anda bukanlah penggemar karya-karyanya, Joko Anwar merupakan salah satu sutradara dengan resume yang paling mengagumkan di industri film Indonesia saat ini. Bukan karena film-filmnya yang seringkali mampu berbicara banyak di berbagai ajang penghargaan film berskala nasional maupun internasional, namun karena Joko, di setiap filmnya, mampu memberikan sebuah inovasi gaya penceritaan yang baru, segar sekaligus mendobrak pakem penceritaan dan tampilan visual tradisional yang banyak digunakan oleh para sutradara film Indonesia lainnya. Tidak heran, walaupun film-filmnya jarang menyentuh kesuksesan komersial yang besar, Joko dan setiap film yang ia hasilkan kemudian berhasil memperoleh pengagum loyal dalam jumlah yang tidak sedikit.

(more…)

Dengan film-film semacam Otomatis Romantis (2008), Pintu Terlarang (2008) dan Khalifah (2011) berada di dalam daftar filmografinya, tentu banyak yang akan bertanya mengapa Marsha Timothy mau menerima tawaran untuk bermain dalam film yang kualitasnya mungkin telah tercermin dengan jelas dari buruknya pemilihan judul film itu sendiri, Oh Tidak..!. Marsha sendiri tidak bermain buruk. Ia dan aktor yang menjadi lawan mainnya di film ini, Fathir Muchtar, tampil dalam kapasitas yang tidak mengecewakan. Namun, naskah cerita yang benar-benar tidak dapat diandalkan – yang hanya mengusung deretan adegan drama klise, karakterisasi yang dangkal serta guyonan-guyonan yang cenderung telah kadaluarsa – membuat Oh Tidak…! hadir lebih dari sekedar mengecewakan.

(more…)

Kadang, gambaran dan dugaan buruk mengenai sesuatu hal dapat begitu terpatri di benak seseorang sehingga mampu mengaburkan kenyataan dan logika mengenai keberadaan hal tersebut. Topik inilah yang menjadi alur kisah utama dari Khalifah, sebuah film yang merupakan hasil kerjasama kedua sutradara Nurman Hakim bersama produser Nan T. Achnas setelah sukses dengan 3 Do’a 3 Cinta (2008), yang walaupun gagal meraih perhatian komersial dari penonton Indonesia, namun mampu banyak berbicara di berbagai festival-festival film kelas dunia.

(more…)