Posts Tagged ‘Mark Wahlberg’

Lone Survivor (Emmett/Furla Films/Envision Entertainment/Film 44/Foresight Unlimited/Herrick Entertainment/Hollywood Studios International/Spikings Entertainment/Weed Road Pictures, 2013)

Lone Survivor (Emmett/Furla Films/Envision Entertainment/Film 44/Foresight Unlimited/Herrick Entertainment/Hollywood Studios International/Spikings Entertainment/Weed Road Pictures, 2013)

Setelah mengarahkan Battleship (2012) yang cukup menyenangkan – well… setidaknya bagi beberapa orang, Lone Survivor menandai kembalinya Peter Berg untuk mengarahkan sebuah film aksi bernuansa militer dengan nada penceritaan yang lebih serius dan dramatis seperti yang dahulu pernah ia sajikan lewat The Kingdom (2007). Sekilas, tema cerita yang bersinggungan dengan permasalahan yang memang sedang dihadapi oleh pihak militer Amerika Serikat sendiri membuat Lone Survivor terlihat memiliki keterkaitan yang erat dengan The Kingdom. Namun, berbeda dari film yang dibintangi oleh Jamie Foxx dan Jennifer Garner tersebut, Lone Survivor mendasarkan kisahnya dari sebuah kisah nyata – sebuah fakta yang sepertinya kemudian mendorong Berg untuk memberikan fokus yang benar-benar kuat pada setiap karakter yang hadir di dalam jalan cerita agar dapat menciptakan atmosfer penceritaan sealami dan senyata mungkin kepada penontonnya.

(more…)

Broken-City-header

Broken City memulai kisahnya dengan sebuah proses peradilan yang dialami oleh seorang anggota New York Police Department, Billy Tagart (Mark Wahlberg), akibat tuduhan pembunuhan yang dilakukannya pada seorang tersangka kejahatan pemerkosaan serta pembunuhan. Berkat bantuan rekannya di kepolisian, Captain Carl Fairbanks (Jeffrey Wright), kasus Billy kemudian mendapatkan sokongan dari Walikota New York, Nicholas Hostetler (Russell Crowe), yang menganggap bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh Billy terjadi karena pembelaan diri. Meski banyak pihak yang meragukan pernyataan tersebut, namun pengadilan akhirnya memutuskan untuk menghentikan proses hukum terhadap Billy serta menyatakannya sebagai pihak yang tidak bersalah.

(more…)

Sebagai salah satu pria terlucu di Hollywood yang paling sukses – ia adalah salah satu otak dibalik kesuksesan serial televisi bernuansa komedi Family Guy, American Dad! dan The Cleveland Show yang ketiganya masih tayang hingga saat ini – cukup mengherankan bila Seth McFarlane baru melakukan debut penyutradaraannya di tahun 2012 melalui film komedi Ted. Dengan naskah cerita yang ia tulis bersama kolaboratornya di Family Guy dan The Cleveland Show, Alec Sulkin dan Wellesley Wild, McFarlane mampu menggarap Ted menjadi sebuah film yang berhasil menghantarkan setiap elemen komedi yang dibutuhkan untuk menghasilkan tawa penonton, terlepas dari jalan cerita yang sederhana (dan cenderung klise).

(more…)

Merupakan remake dari film asal Islandia yang berjudul Reykjavík-Rotterdam (2008), yang dibintangi oleh Baltasar Kormákur dan di versi film Amerika Serikat kini duduk sebagai sutradara, Contraband dibintangi oleh Mark Wahlberg yang berperan sebagai Chris Farraday, mantan penyelundup narkoba yang setelah membangun keluarga bersama istri, Kate (Kate Beckinsale), dan kedua anaknya, kini menjalani kehidupan sebagai seorang pria normal dengan sebuah pekerjaan tetap dalam kesehariannya. Pun begitu, masa lalu kemudian kembali untuk menghantui Chris ketika adik iparnya, Andy (Caleb Landry Jones), ternyata secara diam-diam juga bekerja sebagai seorang penyelundup narkoba bagi seorang mafia kejam bernama Tim Briggs (Giovanni Ribisi). Dan ketika Andy melakukan sebuah kesalaha dalam pekerjaannya, mau tak mau Chris harus turun tangan dan kembali ke dunia hitam yang telah lama ia tinggalkan.

(more…)

Tak peduli betapa klise-nya kisah yang ditawarkan, film-film bertemakan olehraga rasanya tidak akan pernah kehilangan tempat di sisi para penggemar film dunia. Hal ini mungkin disebabkan karena tema olahraga itu sendiri – suatu obyek yang tidak mengenal perbedaan ras, suku, golongan maupun agama dimana seseorang dituntut untuk mampu mampu berkompetisi dengan adil, dengan semangat yang tinggi dan tidak kenal menyerah untuk merebut kemenangan – sangatlah dekat dengan kehidupan setiap manusia. Tidak peduli dimanapun seseorang berada, olahraga adalah sebuah kompetisi, sama seperti kehidupan dimana setiap orang berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dari yang lain.

(more…)

Columbia Pictures sepertinya harus melakukan kampanye yang lebih giat lagi untuk mempromosikan film David Fincher, The Social Network, jika mereka tidak menginginkan film tersebut secara perlahan mulai tenggelam oleh kepopuleran The King’s Speech maupun The Fighter. Setelah “hanya” berhasil memperoleh enam nominasi di ajang The 68th Annual Golden Globe Awards, perolehan nominasi The Social Network di ajang The 17th Annual Screen Actors Guild Awards kali ini juga hanya mampu berdiri di belakang The King’s Speech dan The Fighter. Jika kedua film tersebut berhasil memimpin dengan meraih empat nominasi, maka The Social Network harus berpuas diri dengan hanya meraih dua nominasi.

(more…)

Perburuan untuk memperebutkan gelar film terbaik sepanjang tahun 2010 resmi dimulai! Hollywood Foreign Press Association, malam ini, resmi mengumumkan daftar nominasi The 68th Annual Golden Globe Awards. Untuk tahun ini, ajang penghargaan yang sering ditasbihkan sebagai ajang penghargaan paling bergengsi kedua setelah Academy Awards ini menempatkan film karya sutradara Tom Hooper, The King’s Speech, sebagai film dengan perolehan nominasi terbanyak. Dengan tujuh nominasi yang diperolehnya, The King’s Speech berhasil hampir mencakup seluruh nominasi yang tersedia untuk kategori film termasuk Best Picture – Drama, Best Director, Best Actor serta Best Screenplay.

(more…)

Will Ferrell bukanlah komedian favorit semua orang. Walaupun pada awalnya film-film yang dibintangi Ferrell cenderung sukses besar dalam mengeruk keuntungan, namun peran-peran yang terkesan stereotype dan tidak berubah sedikit banyak membuat penonton film dunia menjadi bosan dengan kehadiran Ferrell – alasan yang mungkin dapat menjelaskan mengapa beberapa film terakhir Ferrell, seperti Semi-Pro (2008) dan Land of the Lost (2009), gagal meraih perhatian kritikus film sekaligus mengeruk keuntungan selama masa peredarannya.

(more…)

Dengan tiga anak diantara mereka, Phil (Steve Carrell) dan Claire Foster (Tina Fey) memiliki tipe pernikahan yang dipastikan akan menjadi mimpi buruk bagi seorang Carrie Bradshaw: berjalan lambat dan sangat membosankan. Phil dan Claire sendiri telah menyadari hal ini, yang membuat mereka selalu berusaha untuk meluangkan satu malam di setiap minggunya untuk keluar bersama berdua dan melupakan segala rutinitas harian mereka. Namun, tradisi keluar bersama berdua ini sendiri lama-kelamaan mulai menjadi sebuah rutinitas yang membosankan pula bagi pasangan ini. Phil dan Claire membutuhkan sesuatu yang baru dan menyegarkan dalam kehidupan mereka!

(more…)

Entah mengapa, film The Lovely Bones mengingatkan saya pada Heavenly Creatures, film asal Selandia Baru yang disutradarai oleh Peter Jackson dan menjadi debut akting bagi aktris favorit saya, Kate Winslet, yang ketika itu masih berusia 16 tahun. Mungkin karena selain tema yang sedikit mirip, The Lovely Bones juga menampilkan penampilan apik dari Saoirse Ronan, aktris muda yang melejit lewat film drama period, Atonement. (more…)