Seperti halnya Arnold Schwarzenegger dalam The Last Stand, Bruce Willis dalam A Good Day to Die Hard serta Jason Statham dalam Parker, Bullet to the Head kembali menempatkan Sylvester Stallone sebagai seorang bintang utama dalam sebuah film yang berasal dari genre yang telah begitu membuat namanya menjadi begitu melegenda. Stallone sendiri jelas memiliki jangkauan akting yang paling baik diantara rekan-rekannya di franchise The Expendables tersebut. Kualitas itulah yang kemudian mampu membuat karakter yang ia perankan tidak terlihat begitu dipaksakan kehadiran dan ketangguhannya di dalam jalan cerita Bullet to the Head. Ditambah dengan kualitas pengarahan Walter Hill (48 Hrs., 1982) yang masih cukup handal, Bullet to the Head mampu tampil menjadi sebuah film aksi ringan yang menghibur meskipun dengan berbagai kelemahan di sudut penceritannya.
Posts Tagged ‘Marcus Lyle Brown’
Review: Bullet to the Head (2013)
Posted: February 17, 2013 in Movies, ReviewTags: Adewale Akinnuoye-Agbaje, Brian Van Holt, Bullet to the Head, Christian Slater, Dane Rhodes, Douglas M. Griffin, Holt McCallany, Jason Momoa, Jon Seda, Marcus Lyle Brown, Movies, Review, Sarah Shahi, Sung Kang, Sylvester Stallone, Walter Hill, Weronika Rosati
Review: Texas Killing Fields (2011)
Posted: June 29, 2012 in Movies, ReviewTags: Ami Canaan Mann, Annabeth Gish, Chloë Grace Moretz, Holly Ladnier, James Hébert, Jason Clarke, Jeffrey Dean Morgan, Jessica Chastain, Kirk Bovill, Leanne Cochran, Marcus Lyle Brown, Movies, Review, Sam Worthington, Sean Michael Cunningham, Sheryl Lee, Stephen Graham, Texas Killing Fields, Tony Bentley
Naskah cerita Texas Killing Fields yang ditulis oleh Don Ferrarone berdasarkan kisah nyata mengenai misteri pembunuhan sejumlah gadis yang terjadi di Texas, Amerika Serikat pada tahun 1984 awalnya akan diproduksi menjadi sebuah film layar lebar oleh sutradara Inggris pemenang Academy Awards, Danny Boyle. Namun, dalam perjalanannya, Boyle menilai naskah cerita yang ditulis oleh Ferrarone tersebut terlalu kelam untuk dapat difilmkan. Hasilnya, Boyle lalu meninggalkan proyek pembuatan film tersebut untuk kemudian digantikan oleh puteri sutradara kenamaan Michael Mann, Ami Canaan Maan. Lalu bagaimana Texas Killing Fields di tangan seorang yang belum pernah duduk di kursi penyutradaraan sebelumnya?
Review: Battleship (2012)
Posted: April 12, 2012 in Movies, ReviewTags: Adam Godley, Alexander Skarsgård, Battleship, Brooklyn Decker, Gary Grubbs, Griff Furst, Hamish Linklater, Jesse Plemons, John Bell, John Tui, Josh Pence, Liam Neeson, Marcus Lyle Brown, Movies, Peter Berg, Peter MacNicol, Review, Rihanna, Stephen Bishop, Tadanobu Asano, Taylor Kitsch
Disutradarai oleh Peter Berg, yang terakhir kali mengarahkan Will Smith dan Charlize Theron dalam Hancock (2008), diproduseri oleh Brian Goldner dan Bennett Schneir yang juga memproduseri franchise Transformers (2007 – 2011) dan dibintangi oleh Taylor Kitsch yang baru saja membintangi John Carter (2012) dengan jalan cerita yang terinspirasi dari sebuah video game yang populer, Battleship sepertinya memiliki seluruh elemen yang tepat untuk menjadi sebuah film science fiction aksi yang dapat menyenangkan para penontonnya. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi pada film ini. Dihantui oleh penulisan naskah dan dialog yang minimalis serta tampilan visual yang tidak mampu menghadirkan sesuatu yang baru, Battleship cenderung tampil membosankan di sepanjang 131 menit durasi film ini berjalan.
Review: Seeking Justice (2011)
Posted: November 2, 2011 in Movies, ReviewTags: Cullen Moss, Guy Pearce, Harold Perrineau, IronE Singleton, January Jones, Jason Davis, Jennifer Carpenter, Joe Chrest, Marcus Lyle Brown, Movies, Nicolas Cage, Review, Roger Donaldson, Seeking Justice, Xander Berkeley
Selama beberapa tahun terakhir, Nicolas Cage, yang merupakan seorang pemenang Academy Awards, sepertinya selalu menyatakan persetujuannya terhadap setiap tawaran peran yang datang kepadanya. Pun begitu, Seeking Justice, yang kali ini menempatkan Cage untuk bermain bersama Guy Pearce dan January Jones, sebenarnya bukanlah sebuah film yang dapat dipandang sebelah mata. Benar, premis balas dendam dan pembuktian akan sebuah kebenaran yang dibawakan kisah film ini merupakan sebuah premis yang sepertinya telah digunakan ribuan kali oleh banyak film Hollywood. Namun dibawah arahan Roger Donaldson, seorang sutradara yang telah memiliki rentangan karir sepanjang lebih dari 30 tahun dan menghasilkan film-film semacam Cocktail (1988), Species (1995), Dante’s Peak (1997) dan The Bank Job (2008), premis familiar tersebut masih mampu dikelola dengan baik menjadi sebuah action thriller yang masih cukup layak untuk dinikmati.















