Banyak hal yang dapat diceritakan dari daftar filmografi seorang Rizal Mantovani. Harus diakui, horor adalah bagian yang tak terpisahkan dari dirinya. Pun begitu, Rizal juga sempat menyelingi daftar filmografinya dengan film-film drama remaja yang kebanyakan kurang mampu meraih perhatian sebesar film-film horor yang ia rilis. Setelah merilis Cewek Gokil beberapa bulan yang lalu, kini Rizal merilis Pupus, sebuah film yang menandai kali keenam ia bekerja sama dengan penulis naskah Alim Sudio, namun merupakan film drama kedua yang mereka hasilkan setelah Ada Kamu, Aku Ada (2008). Dengan hasil kerjasama seperti Jenglot Pantai Selatan (2011), Taring (2010) atau Air Terjun Pengantin (2010), kerjasama antara Rizal Mantovani dan Alim Sudio bukanlah sebuah kerjasama paling brilian yang pernah ada di sejarah perfilman dunia. Bahkan, setelah melihat apa yang mereka hasilkan untuk Pupus, mungkin kerjasama itu seharusnya telah berakhir semenjak lama.
Posts Tagged ‘Marcel Chandrawinata’
Review: Cowok Bikin Pusing (2011)
Posted: May 6, 2011 in Movies, ReviewTags: Alex Abbad, Amink, Asian Cinema, Cowok Bikin Pusing, Indonesian Cinema, Julie Estelle, Laudya Cynthia Bella, Marcel Chandrawinata, Marissa Nasution, Movies, Nino Fernandez, Review, Winaldha E Melalatoa
Ditulis oleh Sekar Ayu Asmara – orang yang sama yang menghasilkan naskah cerita depresif seperti Belahan Jiwa (2006) yang hampir membunuh karir lima aktris muda Indonesia paling berbakat serta Pintu Terlarang (2009) yang berhasil diselamatkan oleh ending mengejutkan dan sentuhan visual yang dieksekusi dengan baik oleh Joko Anwar – Cowok Bikin Pusing menjadi sebuah karya yang sedikit berbeda dari karya-karya Sekar Ayu Asmara sebelumnya. Bebas dari pemikiran-pemikiran yang berpotensi membuat penontonnya berniat untuk bunuh diri, Cowok Bikin Pusing justru berisi banyak sentuhan drama komedi romantis a la Sekar Ayu Asmara yang terkadang berhasil menjalankan tugasnya dengan baik di bawah eksekusi sutradara, Winaldha E. Melalatoa (Ai Lop Yu Pul, 2009). Walau lebih sering terasa bagaikan sebuah film televisi daripada sebuah film layar lebar, namun Cowok Bikin Pusing tidak dapat disangkal mampu memberikan hiburan tersendiri bagi setiap penontonnya.
Review: Sweetheart (2010)
Posted: October 1, 2010 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Aurelie Mouremans, Ayu Azhari, Hanny R Saputra, Indonesian Cinema, Ivan Ray, Joanna Alexandra, Marcel Chandrawinata, Marcella Simon, Movies, Review, Rusli, Sabai Morscheck, Sheila Thohir, Sweetheart
Nama sutradara Hanny R Saputra sempat menjadi pembicaraan masyarakat luas Indonesia ketika film yang menjadi debut penyutradaraannya, Virgin (2004), mendapat kecaman berbagai elemen masyarakat karena dinilai membawa nilai-nilai moral dan budaya yang cenderung tidak sesuai dengan budaya ketimuran yang dianut masyarakat Indonesia. Pun begitu, hal tersebut tidak mencegah terhambatnya kepopuleran Virgin di kalangan penikmat sinema Indonesia, termasuk berhasil mengantarkan para jajaran pemerannya – Laudya Chynthia Bella dan Ardina Rasti – ke tingkat kepopuleran yang lebih tinggi lagi di masa itu.
Review: Air Terjun Pengantin (2009)
Posted: March 26, 2010 in Movies, ReviewTags: Air Terjun Pengantin, Andrew Ralph Roxburgh, Asian Cinema, Indonesian Cinema, Jenny Cortez, Kieran Sidhu, Majid Piranha, Marcel Chandrawinata, Movies, Navy Rizky Tavania, Review, Tamara Bleszynski, Tyas Mirasih
Kembali ke awal tahun 2000-an, tepatnya di tahun 2001, ketika dunia perfilman Indonesia masih berada di dalam era kegelapan, nama Rizal Mantovani sempat mencuat ke permukaan, setelah karyanya, Jelangkung, berhasil menyusul Petualangan Sherina menjadi bibit-bibit awal kebangkitan kembali film Indonesia. Film horror yang digarap dengan sederhana namun sangat efektif tersebut bergulir secara perlahan namun pasti memperoleh banyak penonton di layar bioskop, bahkan memicu tren munculnya berbagai tayangan berbau klenik, tak hanya di layar bioskop, namun juga di layar televisi nasional.















