Stolen, film terbaru arahan Simon West (The Expendables 2, 2012) yang kembali mempertemukannya dengan Nicolas Cage setelah sebelumnya bekerjasama lewat Con Air (1997), memiliki plot kisah yang mungkin sangat familiar bagi Anda: seorang pria yang selama ini memiliki masalah dalam menjalin komunikasi dengan puterinya harus berjuang melawan waktu untuk menyelamatkan anaknya tersebut yang diculik dan berada dibawah ancaman untuk dibunuh. Perbedaannya, Stolen berlatar belakang lokasi di New Orleans, Amerika Serikat dan tidak di Eropa. Stolen dibintangi oleh Nicolas Cage — walaupun pada awalnya peran ini ditawarkan pada Clive Owen dan Jason Statham — dan bukan Liam Neeson. Dan, sayangnya, Stolen tidak memiliki nada penceritaan aksi menarik yang membuat film ini seringkali berjalan datar pada kebanyakan bagian ceritanya.
Posts Tagged ‘Malin Åkerman’
Review: Stolen (2012)
Posted: December 7, 2012 in Movies, ReviewTags: Danny Huston, Edrick Browne, Garrett Hines, Josh Lucas, M. C. Gainey, Malin Åkerman, Mark Valley, Movies, Nicolas Cage, Review, Sami Gayle, Simon West, Stolen, Tanc Sade
Review: Catch .44 (2011)
Posted: September 23, 2012 in Movies, ReviewTags: Aaron Harvey, Brad Dourif, Bruce Willis, Catch .44, Deborah Ann Woll, Edrick Browne, Forest Whitaker, Ivory Dortch, Jill Stokesberry, Malin Åkerman, Michael Rosenbaum, Movies, Nikki Reed, P.J. Marshall, Review, Shea Whigham
Catch .44 adalah sebuah film yang dipenuhi dengan berbagai kemisteriusan. Tidak hanya jalan cerita film ini sama sekali tidak menjelaskan mengapa film ini diberi judul Catch .44, namun mengapa talenta-talenta Hollywood yang cukup berkualitas seperti Bruce Willis, Forest Whitaker sampai Malin Åkerman mau turut bergabung dalam film yang memiliki jalan cerita yang begitu berantakan ini juga jelas merupakan sebuah kemisteriusan yang sangat besar. Well… kecuali jawabannya memang jumlah bayaran yang masing-masing aktor tersebut terima. Ditulis dan disutradarai oleh Aaron Harvey, Catch .44 terlihat sebagai sebuah usaha murahan dalam meniru film-film klasik Quentin Tarantino… yang sayangnya, gagal mereplikasi tingkat kecerdasan Tarantino untuk menuliskan jalan cerita, dialog maupun karakter yang cerdas dan menarik untuk diikuti.
Review: Wanderlust (2012)
Posted: July 8, 2012 in Movies, ReviewTags: Alan Alda, David Wain, Ian Patrick, Jennifer Aniston, Joe Lo Truglio, Jordan Peele, Juana Samayoa, Justin Theroux, Kathryn Hahn, Keegan Michael Key, Ken Marino, Kerri Kenney-Silver, Lauren Ambrose, Malin Åkerman, Michaela Watkins, Movies, Patricia French, Paul Rudd, Ray Liotta, Review, Trisha Paytas, Wanderlust, Zandy Hartig
Disutradarai oleh David Wain yang sebelumnya sukses mengarahkan Wet Hot American Summer (2001) dan Role Models (2008), Wanderlust berkisah mengenai pasangan muda, George (Paul Rudd) dan Linda (Jennifer Aniston), yang memutuskan untuk menyewa sebuah apartemen kecil – namun dengan harga yang sangat mahal – di kota New York, Amerika Serikat. George sendiri sedang bersiap untuk sebuah promosi jabatan di perusahaan tempat ia bekerja sementara Linda akan merintis karirnya sebagai seorang pembuat film dengan menjual sebuah film dokumenter yang ia buat ke HBO. Sayangnya, hanya dalam hitungan waktu yang singkat, mimpi George dan Linda hilang begitu saja. George kehilangan pekerjaannya sementara film dokumenter yang diproduksi Linda ditolak mentah-mentah oleh pihak HBO. George dan Linda harus segera keluar dari apartemen mewah mereka sekaligus pindah dari kota New York.
Review: The Bang Bang Club (2010)
Posted: September 16, 2011 in Movies, ReviewTags: Frank Rautenbach, Malin Åkerman, Movies, Neels Van Jaarsveld, Patrick Lyster, Review, Russel Savadier, Ryan Phillipe, Steven Silver, Taylor Kitsch, The Bang Bang Club
Julukan The Bang Bang Club adalah sebutan yang disematkan media internasional kepada empat jurnalis foto asal Arika Selatan, Greg Marinovich, Kevin Carter, Ken Oosterbroek, dan João Silva, karena keberanian dan kenekatan mereka untuk turun dan meliput langsung ke berbagai wilayah konflik di negara tersebut pada tahun 1990 hingga 1994. Bersama, mereka menghadirkan ratusan gambar yang kemudian membuka pedihnya nasib masyarakat Afrika Selatan di masa peperangan antar suku yang hampir tidak mendapatkan perhatian dari belahan dunia lain, dengan Marinovich dan Carter kemudian memenangkan Pulitzer untuk dua karya foto bersejarah yang mereka hasilkan.
Review: Elektra Luxx (2010)
Posted: May 29, 2011 in Movies, ReviewTags: Adrianne Palicki, Carla Gugino, Elektra Luxx, Emmanuelle Chriqui, Joseph Gordon-Levitt, Julianne Moore, Justin Kirk, Kathleen Quinlan, Lucy Punch, Malin Åkerman, Marley Shelton, Movies, Review, Sebastian Gutierrez, Timothy Olyphant, Vincent Kartheiser
Ketika merilis Women in Trouble di tahun 2009, Sebastian Gutierrez, mengangkat enam aktris dengan talenta yang cukup mengesankan namun lebih sering terlihat menjadi pemeran pendukung di film-film Hollywood untuk menjadi pemeran utama dalam film tersebut: Carla Gugino, Marley Shelton, Adrianne Palicki, Emmanuel Chriqui, Connie Britton dan Sarah Clarke. Mengisahkan mengenai enam karakter wanita – melibatkan beberapa aktris porno dan seorang pramugari dengan tampilan yang sangat menggoda – yang kemudian saling terhubung dalam sebuah rangkaian peristiwa yang terjadi dalam tempo waktu 24 jam, Women in Trouble cukup mampu untuk tampil menghibur, walaupun terasa cukup lemah dalam hal penceritaan maupun pendalaman karakterisasi.
Review: HappyThankYouMorePlease (2011)
Posted: February 7, 2011 in Movies, ReviewTags: HappyThankYouMorePlease, Josh Radnor, Kate Mara, Malin Åkerman, Michael Algieri, Movies, Pablo Schreiber, Peter Scanavino, Review, Richard Jenkins, Tony Hale, Zoe Kazan
Setelah Zach Braff dan Jason Segal sukses dalam melakukan debut penyutradaraannya, Josh Radnor menjadi aktor serial televisi lainnya yang turut serta mencoba kemampuannya dalam menjadi seorang sutradara di sebuah film layar lebar. HappyThankYouMorePlease, yang juga ditulis oleh Radnor, berkisah mengenai perjuangan sekelompok pemuda New York dalam menghadapi kehidupan cinta, persahabatan dan proses menuju kedewasaan dalam diri mereka. Sayangnya, seperti yang diungkapkan karakter Paul Gertmanian (Richard Jenkins) kepada karakter Sam (Radnor) di film ini, tak satupun karakter-karakter tersebut memiliki daya tarik yang pasti kepada para penontonnya: apakah mereka akan jatuh cinta kepada karakter-karakter tersebut atau malah justru membenci mereka.
Review: The Romantics (2010)
Posted: February 3, 2011 in Movies, ReviewTags: Adam Brody, Anna Paquin, Candice Bergen, Dianna Agron, Elijah Wood, Galt Niederhoffer, Jeremy Strong, Josh Duhamel, Katie Holmes, Malin Åkerman, Movies, Rebecca Lawrence, Review, The Romantics
Tujuh orang sahabat di masa kuliah, yang menyebut diri mereka sebagai The Romantics, kembali berkumpul setelah tidak saling bertemu satu sama lain selama enam tahun, untuk merayakan pernikahan dua orang diantara mereka, Lila (Anna Paquin) dan Tom (Josh Duhamel). Konflik mulai berjalan seiring dengan kedatangan Laura (Katie Holmes), sahabat Lila sekaligus mantan kekasih Tom yang masih memendam hasrat cinta kepada pria tersebut. Sebuah premis yang menjanjikan dan mungkin akan dapat dieksekusi dengan sangat baik serta tampil menarik jika saja sutradara, Galt Neiderhoffer, berhasil menggali kedalaman setiap karakter dan tidak terlalu memfokuskan film ini pada kisah utama yang ingin ia hadirkan.


















