Layaknya kebanyakan film yang diadaptasi dari permainan video lainnya, Silent Hill memenuhi takdirnya ketika dirilis pada tahun 2006: film tersebut mendapatkan begitu banyak cercaan dari para kritikus film dunia. Pun begitu, seperti kebanyakan film yang diadaptasi dari permainan video lainnya, Silent Hill mampu mengumpulkan total pendapatan sebesar US$90 juta dari bujet produksi sebesar US$50 juta selama masa edarnya. Seperti biasa, Hollywood lantas merencanakan sebuah sekuel untuk Silent Hill. Direncanakan semenjak akhir 2006, proses pembuatan sekuel tersebut mendapatkan begitu banyak hambatan sebelum akhirnya proses pengambilan gambar akhirnya benar-benar dapat dimulai pada Maret 2011 dengan Michael J. Bassett (Solomon Kane, 2009) menggantikan posisi Christophe Gans sebagai sutradara.
Posts Tagged ‘Malcolm McDowell’
Review: Silent Hill: Revelation (2012)
Posted: December 15, 2012 in Movies, ReviewTags: Adelaide Clemens, Anna Cyzon, Carrie-Anne Moss, Deborah Kara Unger, Erin Pitt, Heather Marks, James Kirchner, Jefferson Brown, Jordan Clark, Jordan Harris, Kit Harington, Liise Keeling, Malcolm McDowell, Martin Donovan, Michael Cota, Michael J. Bassett, Movies, Peter Outerbridge, Rachel Sellan, Radha Mitchell, Review, Roberto Campanella, Sean Bean, Shara Kim, Silent Hill: Revelation
Review: The Artist (2011)
Posted: February 25, 2012 in Movies, ReviewTags: Basil Hoffman, Ben Kurland, Berenice Bejo, Beth Grant, Bitsie Tulloch, Ed Lauter, James Cromwell, Jean Dujardin, Jen Lilley, Jewel Shepard, John Goodman, Ken Davitian, Malcolm McDowell, Michel Hazanavicius, Missi Pyle, Movies, Nina Siemaszko, Penelope Ann Miller, Review, The Artist, Uggie
Di era dimana kebanyakan film yang dirilis mengandalkan efek visual dan suara untuk menarik perhatian para penonton mereka, sutradara film asal Perancis, Michel Hazanavicius, justru bergerak ke arah yang berlawanan. Dengan menghadirkan sebuah penghormatan terhadap film-film bisu dan hitam putih di masa lalu, Hazanavicius menghadirkan The Artist yang murni mengandalkan kemampuan para jajaran pemerannya untuk menghadirkan ekspresi dan emosi dari jalan cerita yang ingin disampaikan. Diperkuat dengan tambahan tata musik yang hadir untuk semakin memperkuat sisi emosional jalan cerita, yang juga ditulis oleh Hazanavicius, The Artist mampu kembali membuktikan bahwa dengan pengarahan yang tepat, a good story is a good story bahkan jika cerita tersebut hadir tanpa deretan dialog maupun tampil efek yang memukau mata para penontonnya.
Review: Easy A (2010)
Posted: February 6, 2011 in Movies, ReviewTags: Aly Michalka, Amanda Bynes, Cam Gigandet, Dan Byrd, Easy A, Emma Stone, Lisa Kudrow, Malcolm McDowell, Movies, Patricia Clarkson, Penn Badgley, Review, Stanley Tucci, Thomas Haden Church, Will Gluck
This is it, Emma Stone! This is the exact moment that you’ve been waiting for! The real road to stardom! Ya… Emma Stone jelas bukan seorang aktris baru yang ditemukan sutradara Will Gluck untuk membintangi film yang menjadi karya keduanya, Easy A. Sebelumnya, Stone telah menunjukkan bakat yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang aktris dengan bakat komedi yang sangat menyegarkan di Superbad (2007), The House Bunny (2008) dan Zombieland (2009), namun dengan porsi peran yang tidak begitu besar. Namun lewat Easy A, sebuah film drama komedi remaja yang memiliki kualitas cerita yang jauh berada di atas film-film sepantarannya, Emma Stone benar-benar diberikan kesempatan untuk bersinar terang. Dan ia melakukannya dengan baik. Dengan sangat baik!














