Posts Tagged ‘Lukman Sardi’

rectoverso-header

Disajikan dengan gaya interwoven, dimana setiap cerita dihadirkan dalam satu lini masa yang sama walaupun tidak pernah benar-benar saling bersinggungan antara satu dengan yang lain, Rectoverso mencoba untuk menghadirkan lima buah cerita berbeda dengan satu tema cerita yang sama: cinta yang tak terucap, yang kisahnya diangkat dari novel berjudul sama karya Dewi Lestari (Perahu Kertas, 2012). Rectoverso sendiri digarap oleh lima nama sutradara wanita pemula namun merupakan nama-nama yang cukup popular di kalangan dunia seni peran Indonesia: Olga Lydia, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Happy Salma dan Marcella Zalianty.

(more…)

sang-pialang-header

Sang Pialang memulai kisahnya dengan menceritakan persahabatan antara Mahesa (Abimana Arya) dengan Kevin (Christian Sugiono) yang sama-sama bekerja sebagai pialang saham di sebuah perusahaan sekuritas terbesar yang dimiliki oleh ayah Kevin, Rendra (Pierre Gruno). Walaupun bersahabat dekat, namun Mahesa dan Kevin memiliki pola pemikiran yang saling bertolak belakang, khususnya dalam menangani pekerjaan mereka. Mahesa dikenal sebagai sosok konservatif yang selalu berusaha sedapat mungkin untuk mengikuti dan mematuhi setiap prosedur serta peraturan yang ada. Sementara itu, Kevin adalah sosok yang lebih berani dalam melintasi aturan-aturan yang tergaris untuk mencapai keinginannya. Dua pemikiran yang berbeda inilah yang kemudian mulai menimbulkan friksi dalam hubungan persahabatan keduanya.

(more…)

So… here we go again. Setelah beberapa waktu yang lalu mengumumkan 15 film yang berhasil lolos dari seleksi awal, Senin (26/11), Festival Film Indonesia 2012 resmi mengumumkan daftar film yang berhasil meraih nominasi di ajang penghargaan film tertinggi bagi kalangan industri film Indonesia tersebut. Dan secara mengejutkan… sebuah film kecil berjudul Demi Ucok mampu mencuri perhatian dan menguasai perolehan nominasi, termasuk meraih nominasi di kategori Film Bioskop Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik serta Penulis Skenario Terbaik. Walau telah dirilis secara terbatas melalui berbagai ajang festival di beberapa daerah di Indonesia selama kurun waktu satu tahun terakhir, Demi Ucok baru akan dirilis secara luas pada bulan Januari 2013 mendatang.

(more…)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Jujur Prananto (Ambilkan Bulan) berdasarkan novel berjudul sama karya Erwin Arnada – yang juga duduk di kursi penyutradaraan film ini, Rumah di Seribu Ombak berkisah mengenai persahabatan antara dua anak yang tinggal di Pulau Bali dan memiliki latar belakang agama yang berbeda, Samihi (Risjad Aden) yang menganut agama Islam dan Yanik (Dedey Rusma) yang merupakan seorang penganut agama Hindu. Latar belakang agama yang berbeda sama sekali tidak mempengaruhi eratnya persahabatan antara keduanya. Yanik dengan senang hati  mengajarkan Samihi pada berbagai hal baru yang selama ini belum pernah ia kenal sebelumnya. Sementara Samihi juga terus menerus mendorong Yanik agar ia mau berusaha keras untuk melanjutkan pendidikannya yang sempat terputus. Bersama dengan adik Samihi, Syamimi (Bianca Oleen), ketiganya sering berkelana dan berbagai pengalaman-pengalaman yang baru.

(more…)

Brandal Brandal Ciliwung berkisah mengenai sekelompok anak yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta yang masing-masing berasal dari latar suku dan kebudayaan yang berbeda namun mampu saling bersahabat erat satu sama lain. Terdengar seperti puluhan film anak-anak Indonesia lainnya yang diselipi berbagai pesan moral tentang sikap nasionalisme dan rasa saling menghargai terhadap adanya perbedaan? Benar. Walau diadaptasi dari sebuah novel arahan Achmad MS berjudul sama yang diterbitkan pada tahun 1974, Brandal Brandal Ciliwung nyaris hadir tanpa sebuah adanya perbedaan cerita yang dapat membedakannya dari kebanyakan film-film Indonesia modern yang ditujukan bagi para penonton muda. Konfliknya juga cenderung datar dengan pendeskripsian cerita yang cenderung bertele-tele yang akhirnya membuat durasi film ini melebar menjadi sepanjang 111 menit dengan tanpa kehadiran esensi cerita yang kuat.

(more…)

Berawal dari cerita pendek Cinta di Saku Belakang Celana karya Fajar Nugros yang terdapat dalam buku kumpulan cerita pendeknya yang berjudul I Didn’t Lose My Heart, I Sold it On eBay! (2010), Cinta di Saku Celana kemudian menjadi film kedua Fajar Nugros sebagai seorang sutradara setelah sebelumnya mengarahkan Queen Bee di tahun 2009. Berkisah mengenai perjuangan dan tantangan yang dihadapi oleh seorang pemuda untuk menyampaikan rasa sukanya kepada seorang gadis, cerita pendek karya Fajar Nugros tadi kemudian dikembangkan menjadi sebuah naskah cerita film layar lebar oleh Ben Sihombing (Pengejar Angin, 2011). Sayangnya, ekstensi ide yang dilakukan Ben Sihombing untuk cerita pendek Fajar Nugros tampil begitu lemah sehingga membuat Cinta di Saku Celana berjalan cenderung datar.

(more…)

Di era dimana industri film lebih dominan diisi oleh para pengusaha yang sepenuhnya berorientasi menghasilkan keuntungan komersial dalam memproduksi film-filmnya, jelas merupakan sebuah pencerahan tersendiri untuk melihat masih adanya beberapa pembuat film yang masih berusaha keras untuk merilis film-film dengan nilai kualitas yang memadai. Alenia Pictures, yang dimiliki oleh Ari Sihasale bersama istrinya Nia Zulkarnaen, semenjak awal telah memfokuskan diri mereka untuk menghantarkan cerita-cerita yang berisi moral pendidikan kepada penontonnya. Daripada menceritakan karakter-karakter yang hidup di perkotaan metropolitan dengan bergelimpangan harta sehingga kadang membuat mereka menjadi sakit jiwa (halo, Joko Anwar!), film-film karya Alenia Pictures lebih memilih untuk menghadirkan karakter-karakter sederhana dari berbagai pelosok daerah Indonesia jauh sebelum tren “mari berangkat ke sudut-sudut kota terpencil di Indonesia dan menghasilkan gambar-gambar indah” mulai menjangkiti para pembuat film Indonesia.

(more…)