Posts Tagged ‘Luke Evans’

The-Hobbit-The-Desolation-of-Smaug-header

So… where are we? Right! Dalam The Hobbit: The Desolation of Smaug, Bilbo Baggins (Martin Freeman) dan Gandalf (Ian McKellen) bersama dengan sekelompok kurcaci yang dipimpin oleh Thorin Oakenshield (Richard Armitage) melanjutkan perjalanan mereka menuju Lonely Mountain dengan memilih sebuah jalan pintas yakni melalui kawasan hutan Mirkwood. Tepat sebelum mereka memasuki kawasan hutan tersebut, Gandalf menemukan pesan rahasia yang terdapat pada sebuah reruntuhan bangunan tua. Penemuan tersebut membuat Gandalf memilih untuk meninggalkan Bilbo dan kawanannya tanpa memberitahukan alasan kepergiannya. Meskipun begitu, sebelum kepergiannya, Gandalf berpesan pada kelompok tersebut agar tetap mengikuti jalur jalanan yang telah tersedia di kawasan hutan Mirkwood dan menunggu kedatangan dirinya sebelum memasuki Lonely Mountain.

(more…)

fast-and-furious-6-header

Terakhir kali penonton menyaksikan petualangan duo karakter Dominic Toretto dan Brian O’Conner dalam Fast Five (2011), keduanya, bersama dengan segerombolan rekan-rekannya, sedang berada di Rio de Janeiro, Brazil dan sedang berada di bawah pengejaran seorang agen rahasia bernama Luke Hobbs (Dwayne Johnson), akibat kejahatan pencurian mobil-mobil mewah yang mereka lakukan. Terdengar seperti… errrOcean’s Eleven (2001)? Well… jika Fast Five adalah Ocean’s Eleven dari franchise The Fast and the Furious, maka Fast and Furious 6, atau yang juga dikenal dengan judul Furious 6, adalah Ocean’s Twelve (2004) dengan menggunakan lini penceritaan yang sama dimana karakter Hobbs kini berbalik kepada pasangan Dominic Toretto dan Brian O’Conner untuk membantunya dalam menyelesaikan sebuah kejahatan. Yep. Hollywood is definitely in the danger of running out their original ideas.

(more…)

Setelah V for Vendetta (2006) dan Ninja Assasin (2009), The Raven menandai kali pertama sutradara James McTeigue bekerja jauh dari pengawasan duo Lana dan Andy Wachowski – yang kini lebih dikenal sebagai Wachowski Starship. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Ben Livingston dan Hanna Shakespeare, McTeigue mencoba untuk menggarap sebuah thriller fiksi yang didasarkan pada hari-hari terakhir kehidupan salah satu penulis dan pujangga terbesar Amerika Serikat, Edgar Allan Poe. Diatas kertas, ide mengenai seorang pembunuh berantai yang menggunakan deretan karya sastra sebagai inspirasinya untuk melakukan tindakan pembunuhan memang terdengar sangat menarik. Sayangnya, naskah yang medioker dan pengarahan McTeigue yang lemah menjadikan The Raven kehilangan begitu banyak momen emas yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan ritme penceritaan yang menegangkan.

(more…)

Dengan karir penyutradaraan yang telah membentang semenjak tahun 1994, Paul W. S. Anderson harus diakui bukanlah seorang sutradara yang begitu ahli dalam menangani kehadiran plot cerita dalam setiap filmnya. Bukan berarti film-film yang disutradarai oleh sutradara asal Inggris ini umumnya berkualitas buruk, namun konsistensi plot cerita mungkin adalah hal terakhir yang paling diperhatikan Anderson selama proses pembuatan filmnya. Karenanya, tidak mengherankan jika kemudian banyak pihak yang merasa sedikit heran dengan pilihan Anderson untuk mengadaptasi salah satu karya literatur paling populer di dunia, The Three Musketeers (1844) karya Alexandre Dumas, sebagai bahan dasar dari naskah cerita film yang ia arahkan.

(more…)

Seperti yang Anda dan seluruh dunia tahu, sebuah film yang dibintangi Jason Statham adalah sebuah film bergenre action yang tanpa terlalu mempedulikan kehadiran plot cerita dimana Statham akan berperan menjadi seorang pria jantan yang tidak mengenal aturan dan belas kasihan dalam memberikan pelajaran pada mereka yang telah berani mengganggu kehidupannya atau orang-orang yang dikasihinya – bahkan dalam Gnomeo and Juliet ia memerankan karakter tersebut. Bukan sesuatu hal yang buruk, sebenarnya. Statham telah tumbuh dan melekat di benak banyak penonton film dunia menjadi seorang ikon bintang laga yang mampu menghadirkan deretan adegan action yang begitu memukau. Bahkan Anda akan merindukannya ketika deretan adegan tersebut absen di dalam jalan cerita. Seperti yang akan Anda rasakan ketika menyaksikan Blitz, sebuah film dimana Jason Statham menghabiskan waktunya tidak untuk berkelahi, melainkan berdialog panjang lebar dengan karakter-karakter lainnya.

(more…)

Apakah sebuah film harus memiliki deretan karakter utama yang mudah disukai agar film tersebut dapat dengan mudah untuk disukai para penontonnya? Tentu tidak. Namun, karakter-karakter tersebut harus memiliki kepribadian yang menarik sehingga mereka sanggup untuk dapat terus menahan rasa ketertarikan setiap penontonnya dalam mengikuti kisah mereka. ‘Tamara Drewe’ menghadirkan deretan karakter dalam jumlah yang cukup banyak, namun sayangnya, tak satupun diantara karakter tersebut yang cukup layak untuk disukai, maupun memiliki kepribadian yang menarik untuk diikuti kisahnya.

(more…)