Posts Tagged ‘Lucy Punch’

stand-up-guys-header

Jika dwilogi The Expendables (2010 – 2012) dan Red (2010) mempertemukan para bintang-bintang veteran Hollywood dalam film yang bernafaskan aksi dan dipenuhi dengan banyak adegan kekerasan, maka Stand Up Guys justru menyatukan tiga nama bintang veteran Hollywood pemenang Academy Awards yang sering terlibat dalam film-film aksi ke dalam sebuah film drama. Diarahkan oleh Fisher Stevens atas naskah yang ditulis oleh Noah Haidle, Stand Up Guys jelas memiliki potensi besar untuk tampil spektakuler hanya berdasarkan kualitas penampilan akting berkelas yang akan diberikan oleh Christopher Walker, Al Pacino dan Alan Arkin. Sayangnya, pada kebanyakan bagian cerita, penampilan kuat ketiganya seringkali terasa terbuang begitu saja akibat naskah cerita yang terlalu dangkal dalam menggali karakter dan jalan ceritanya serta pengarahan Stevens yang kurang mampu untuk menghadirkan ritme penceritaan yang benar-benar nyaman untuk dinikmati.

(more…)

Bayangan mengenai Kate Hudson – yang karirnya telah begitu jauh menurun semenjak dirinya mendapatkan nominasi Best Actress in a Supporting Role di ajang The 73rd Annual Academy Awards untuk perannya di film Almost Famous (2000) – bermain dalam sebuah film drama komedi romantis jelas adalah sebuah mimpi buruk. Hudson sebenarnya bukanlah seorang aktris yang buruk. Namun setelah rentetan film drama komedi romantis berkualitas meragukan (dan terkadang menyakitkan) seperti Le Divorce (2003), Fool’s Gold (2008) dan My Best Friend’s Girl (2008), melihat Hudson di sebuah film drama komedi romantis lagi jelas merupakan pilihan terakhir yang setiap orang inginkan. Dan sayangnya, A Little Bit of Heaven bukanlah sebuah film yang akan merubah paradigma tersebut.

(more…)

Walau daftar filmografinya akhir-akhir ini diisi dengan judul-judul film semacam What Happens in Vegas (2008) dan The Green Hornet (2011), dunia telah mengenal Cameron Diaz sebagai seorang aktris yang mampu menghantarkan kemampuan komedinya dengan baik jika ia diberikan sebuah peran yang tepat. Dan Bad Teacher, yang menjadi film pertama Jake Kasdan setelah mengarahkan Walk Hard: The Dewey Cox Story di tahun 2007, adalah film yang cukup tepat bagi Diaz untuk mengeksplorasi bakat komedinya tersebut dengan berperan sebagai seorang guru yang jauh dari kata panutan dalam tindakan kesehariannya. Kemampuan Diz untuk menampilkan karakternya sebagai seorang karakter yang vulgar, membuat film yang sebenarnya memiliki premis tajam namun dieksekusi terlalu datar ini menjadi masih berhasil untuk tampil menghibur penontonnya.

(more…)

Tentu, sebagai seorang aktor yang dibesarkan oleh serial That ‘70s Show (1998 – 2006), membintangi sebuah film yang kental dengan nuansa ’80-an jelas bukanlah sebuah masalah besar bagi Topher Grace. Apalagi, karakter Matt Franklin yang ia mainkan di film ini sebenarnya tidak begitu jauh berbeda dengan karakter Eric Forman yang ia mainkan di serial televisi yang juga membantu membesarkan nama Ashton Kutcher tersebut. Topher Grace sebagai Matt Franklin adalah sebuah pilihan yang sangat tepat. Grace memiliki penampilan keseluruhan yang pas untuk berperan sebagai seorang pemuda yang masih belum dapat menentukan jati dirinya. Sementara itu, terlepas dari penggunaan yang sangat efektif dari berbagai hal yang berbau ’80-an di filmnya sendiri, Take Me Home Tonight sayangnya tidak mampu memberikan sesuatu yang baru kepada penontonnya.

(more…)

Ketika merilis Women in Trouble di tahun 2009, Sebastian Gutierrez, mengangkat enam aktris dengan talenta yang cukup mengesankan namun lebih sering terlihat menjadi pemeran pendukung di film-film Hollywood untuk menjadi pemeran utama dalam film tersebut: Carla Gugino, Marley Shelton, Adrianne Palicki, Emmanuel Chriqui, Connie Britton dan Sarah Clarke. Mengisahkan mengenai enam karakter wanita – melibatkan beberapa aktris porno dan seorang pramugari dengan tampilan yang sangat menggoda – yang kemudian saling terhubung dalam sebuah rangkaian peristiwa yang terjadi dalam tempo waktu 24 jam, Women in Trouble cukup mampu untuk tampil menghibur, walaupun terasa cukup lemah dalam hal penceritaan maupun pendalaman karakterisasi.

(more…)

Berita bagus! Dalam usia yang telah menginjak 75 tahun, belum ada satu pun tanda yang menunjukkan bahwa Woody Allen akan berhenti untuk menghasilkan film-film drama komedi dengan tema sederhana namun seringkali berisi banyak sindiran kepada kehidupan sosial masyarakat modern. Hingga saat ini, Allen masih begitu aktif untuk duduk di kursi penyutradaraan sehingga pada dekade lalu, Allen selalu merilis satu film pada setiap tahunnya. Walau begitu, berita buruknya, untuk setiap Match Point (2008) dan Vicky Cristina Barcelona (2008) yang ia hasilkan, ada lebih banyak Anything Else (2003), Scoop (2006) maupun Whatever Works (2009) yang menyertai dalam deretan filmografinya. Dan karya terakhirnya, You Will Meet a Tall Dark Stranger, yang walaupun dibintangi sederetan aktor dan aktris papan atas Hollywood, tak lebih merupakan sebuah tambahan lain dalam daftar film-film berkualitas menjemukan yang disutradarai oleh Allen.

(more…)