2012 jelas memberikan kesan manis tersendiri bagi industri film Indonesia. Setelah dimulai dengan langkah yang goyah, film-film Indonesia secara perlahan mulai kembali menemui penonton tetapnya. Jika pada tahun lalu tidak ada satupun film Indonesia yang mampu meraih raihan satu juta penonton, maka tahun ini terdapat tiga film Indonesia yang mencapai prestasi tersebut – plus, tiga film tersebut adalah film yang digarap dengan kualitas yang benar-benar memuaskan. Mungkin secara perlahan penonton film Indonesia telah tahu film mana yang layak diberikan apresiasi dan yang mana harusnya dilupakan dan ditinggalkan begitu saja.
Posts Tagged ‘Lovely Man’
A Year in Review: Best Indonesian Movies of 2012
Posted: January 6, 2013 in Movies, Personal, Review, Top 10Tags: Ambilkan Bulan, Asian Cinema, Habibie & Ainun, Hello Goodbye, Indonesian Cinema, Jakarta Hati, Kita Versus Korupsi, Lovely Man, Mata Tertutup, Movies, Negeri 5 Menara, Personal, Rayya Cahaya di Atas Cahaya, Review, Test Pack: You're My Baby, Top 10
Festival Film Indonesia 2012 Winners List
Posted: December 8, 2012 in Awards, Festival Film Indonesia, Movies, NewsTags: Acha Septriasa, Asian Cinema, Awards, Demi Ucok, Di Batas Kekuasaan, Dilema, Donny Damara, Festival Film Indonesia, Fuad Idris, Herwin Novianto, Indonesian Cinema, Lovely Man, Mak Gondut, Movies, News, Rumah di Seribu Ombak, Tanah Surga... Katanya, Test Pack: You're My Baby, Wan-An
Film Tanah Surga… Katanya berhasil menjadi pemenang utama dalam pelaksanaan Festival Film Indonesia 2012. Selain berhasil memenangkan kategori utama sebagai Film Bioskop Terbaik, Tanah Surga… Katanya juga berhasil memenangkan lima kategori lainnya, termasuk untuk kategori Sutradara Terbaik untuk Herwin Novianto, Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Fuad Idris serta Penulis Cerita Asli Terbaik untuk Daniel Rifki. Sementara itu, film Demi Ucok yang berhasil meraih delapan nominasi, hanya berhasil memenangkan pernghargaan di kategori Pemeran Pembantu Wanita Terbaik untuk Mak Gondut.
Festival Film Indonesia 2012 Nominations List
Posted: November 27, 2012 in Awards, Festival Film Indonesia, Movies, NewsTags: A Short Story of Raden Saleh Syarif Bustaman, Acha Septriasa, Annisa Hertami, Atiqah Hasiholan, Awards, Bandung Lintas Masa, Bena Eksotika Megalitik, Butet Kartaredjasa, Christine Hakim, Cita-Citaku Setinggi Tanah, Dedey Rusma, Demi Ucok, Di Batas Kekuasaan, Donny Damara, Emir Mahira, Erwin Arnada, Festival Film Indonesia, Fuad Idris, Garuda Di Dadaku 2, Geraldine Sianturi, Hanung Bramantyo, Hello Goodbye, Herwin Novianto, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Kenes Andari, Langka Receh, Long Imagine, Lovely Man, Lukman Sardi, M. Syihab Imam Muttaqin, Mak Gondut, Mata Tertutup, Memburu Harimau, Meriam Bellina, Modus Anomali, Movies, News, Perahu Kertas, Rahasia, Rayya Cahaya di Atas Cahaya, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Rumah di Seribu Ombak, Sammaria Simanjuntak, Soegija, Tanah Surga... Katanya, Teddy Soeriaatmadja, Test Pack: You're My Baby, Tio Pakusadewo, Wae Rebo Menjaga, Wan-An, Wulan Guritno
So… here we go again. Setelah beberapa waktu yang lalu mengumumkan 15 film yang berhasil lolos dari seleksi awal, Senin (26/11), Festival Film Indonesia 2012 resmi mengumumkan daftar film yang berhasil meraih nominasi di ajang penghargaan film tertinggi bagi kalangan industri film Indonesia tersebut. Dan secara mengejutkan… sebuah film kecil berjudul Demi Ucok mampu mencuri perhatian dan menguasai perolehan nominasi, termasuk meraih nominasi di kategori Film Bioskop Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik serta Penulis Skenario Terbaik. Walau telah dirilis secara terbatas melalui berbagai ajang festival di beberapa daerah di Indonesia selama kurun waktu satu tahun terakhir, Demi Ucok baru akan dirilis secara luas pada bulan Januari 2013 mendatang.
Review: Lovely Man (2012)
Posted: May 15, 2012 in Movies, ReviewTags: Ari M Syarif, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Donny Damara, Indonesian Cinema, Lovely Man, Raihaanun, Teddy Soeriaatmadja
Tidak ada yang istimewa dari jalan cerita Lovely Man. Film yang diarahkan serta dikerjakan naskah ceritanya oleh Teddy Soeriaatmadja ini memang hanya menawarkan sebuah jalan cerita yang telah familiar – sebuah kisah yang bercerita mengenai jalinan kasih antara seorang ayah dan anak yang telah lama terputus untuk kemudian bersatu kembali dalam satu malam yang penuh dengan kejutan hidup. Film-film karya Teddy memang selalu menawarkan kesederhanaan penceritaan tersebut. Namun, seperti layaknya Banyu Biru (2004), Ruang (2006) dan Ruma Maida (2009), Teddy selalu menemukan cara yang tepat untuk menghantarkan kesederhanaan cerita tersebut sehingga menjadi penceritaan yang kuat, personal dan seringkali mampu tampil begitu menyentuh.












