Hampir satu dekade semenjak Peter Jackson merilis seri terakhir trilogi The Lord of the Rings, The Lord of the Rings: The Return of the King (2003), kini sutradara asal Selandia Baru tersebut bersiap untuk menggelar sebuah trilogi cerita lainnya dengan mengadaptasi novel The Hobbit yang menjadi prekuel dari seri The Lord of the Rings karya J. R. R. Tolkien. Benar… Jackson siap untuk membuat tiga film baru berdasarkan satu novel karya Tolkien. Rasa skeptis jelas akan membayangi banyak penonton atas keputusan Jackson tersebut. Apakah dunia membutuhkan sebuah perjalanan lain ke Middle Earth? Mampukah Jackson mengulangi daya tarik serta kesuksesan kualitas berkelas dari trilogi The Lord of the Rings (2001 – 2003)? Apakah The Hobbit hanyalah sebuah proyek yang bertujuan komersial belaka? Dan sayangnya, dengan apa yang disajikan Jackson pada seri pertama The Hobbit, The Hobbit: An Unexpected Journey, rasa skeptis tersebut sepertinya tidak akan begitu cepat menghilang dari benak banyak orang.
Posts Tagged ‘Lee Pace’
Review: The Resident (2011)
Posted: July 19, 2011 in Movies, ReviewTags: Antti Jokinen, Aunjanue Ellis, Christopher Lee, Hilary Swank, Jeffrey Dean Morgan, Lee Pace, Movies, Review, The Resident
Apakah Hilary Swank sedang menjalani sebuah Nicole Kidman phase – dimana ia secara terus menerus membuat pilihan yang salah dengan membintangi serangkaian film-film berkualitas mengecewakan setelah memenangkan dua Academy Awards lewat Boys Don’t Cry (2000) dan Million Dollar Baby (2002)? Setelah The Black Dahlia (2006) dan The Reaping (2007) yang sangat berantakan, Swank sepertinya kembali terjatuh ke lubang yang sama lewat The Resident, sebuah film thriller dengan jalan cerita standar yang jauh dari kesan menarik. Swank, seperti biasanya, masih mampu menampilkan permainan terbaiknya sebagai seorang aktris. Namun naskah The Resident begitu lemah sehingga akan menenggelamkan penampilan sekaliber apapun dari jajaran aktornya sekaligus membuat para penontonnya akan kehilangan rasa ketertarikan mereka pada film ini bahkan ketika The Resident baru saja memulai terornya.
Review: Ceremony (2010)
Posted: June 8, 2011 in Movies, ReviewTags: Brooke Bloom, Ceremony, Harper Dill, Jake Johnson, Lee Pace, Max Winkler, Michael Angarano, Movies, Nathalie Love, Rebecca Mader, Reece Thompson, Review, Uma Thurman
Michael Angarano – aktor cilik yang dahulu berhasil mencuri perhatian banyak penikmat film dunia ketika memerankan karakter William Miller muda di film karya Cameron Crowe, Almost Famous (2000) – memerankan karakter Sam Davis dalam Ceremony, sebuah film yang menjadi debut penyutradaraan dari Max Winkler. Sam Davis, seorang penulis buku cerita anak-anak yang masih berusaha untuk menemukan cara agar karyanya dapat diterbitkan, diceritakan berhasil untuk merayu sahabatnya, Marshall Schmidt (Reece Thompson), untuk menghabiskan masa akhir pekan bersama dirinya sekaligus untuk membangun kembali persahabatan mereka yang sempat renggang. Marshall sama sekali tidak mengetahui bahwa Sam memiliki tujuan lain di balik segala rencana yang telah mereka susun bersama.
Review: When In Rome (2010)
Posted: July 14, 2010 in Movies, ReviewTags: Alexis Dziena, Anjelica Huston, Danny DeVito, Dax Shepard, Don Johnson, Jon Heder, Josh Duhamel, Kristen Bell, Lee Pace, Luca Calvani, Mark Steven Johnson, Movies, Review, When In Rome, Will Arnett
Pertanyaan: Apakah membuat sebuah film romantic comedy yang benar-benar lucu namun tetap romantis adalah sebuah hal yang sangat sulit dilakukan di zaman kemajuan internet seperti saat ini? Mungkin saja. Namun yang jelas, Hollywood sepertinya semakin kesulitan untuk menghasilkan film-film romantic comedy berkelas yang mampu menyaingi kualitas While You Were Sleeping (1995), When Harry Met Sally… (1989) atau mungkin Notting Hill (1999).
Review: A Single Man (2009)
Posted: May 3, 2010 in Movies, ReviewTags: A Single Man, Colin Firth, Ginnifer Goodwin, Julianne Moore, Lee Pace, Matthew Goode, Movies, Nicholas Hoult, Review, Tom Ford
Setelah 16 tahun saling berhubungan, George Falconer (Colin Firth), seorang dosen Sastra Inggris, harus mendengar fakta pahit bahwa kekasihnya, Jim (Matthew Goode), meninggal dunia secara tragis dalam sebuah kecelakaan mobil. Kemuraman dan rasa hampa pun akhirnya mewarnai hari-hari George setelah ditinggal Jim. Kehampaan yang menyelimuti dirinya selama delapan bulan terakhir itulah yang akhirnya membimbing George untuk memutuskan bahwa bunuh diri mungkin adalah jalan terbaik bagi dirinya.
Review: Possession (2010)
Posted: March 20, 2010 in Movies, ReviewTags: Joel Bergvall, Lee Pace, Michael Landes, Movies, Possession, Review, Sarah Michelle Gellar, Simon Sandquist
Walaupun telah selesai proses produksi semenjak akhir tahun 2007 lalu, film Possession yang diproduksi oleh Yari Film Group tak kunjung mendapatkan jadwal rilis yang tepat di layar bioskop. Pada awalnya akan dirilis pada Februari 2008, film ini kemudian diundur penayangannya menjadi Januari 2009.


















