Akan sangat mudah untuk jatuh cinta kepada Midnight in Paris – sebuah film yang menandai kali pertama perjalanan sinema seorang Woody Allen di kota romantis tersebut. Semenjak pertama film ini dimulai, yang ditandai dengan sebuah adegan pembuka sepanjang tiga menit yang berisi banyak pemandangan indah kota Paris yang diiringi dengan musik jazz yang sangat menghipnotis, penonton telah dapat merasakan bahwa Midnight in Paris akan menjadi sebuah persembahan cinta Allen kepada kota terbesar di negara Perancis tersebut. Namun, Midnight in Paris tidak hanya melulu berkisah seputar kesuksesan Allen dalam menangkap esensi keindahan kota tersebut. Allen – yang dalam beberapa film terakhirnya gagal mempersembahkan sebuah presentasi cerita yang segar kepada para penggemarnya – kali ini berhasil memberikan jalan cerita yang begitu ringan namun begitu imaginatif serta, layaknya kota Paris, begitu indah dan romantis untuk disimak.
Posts Tagged ‘Léa Seydoux’
Review: Midnight in Paris (2011)
Posted: December 31, 2011 in Movies, ReviewTags: Adrien Brody, Adrien de Van, Alison Pill, Carla Bruni, Corey Stoll, Daniel Lundh, David Lowe, Emmanuelle Uzan, François Rostain, Gad Elmaleh, Kathy Bates, Kurt Fuller, Laurent Claret, Léa Seydoux, Marcial Di Fonzo Bo, Marion Cotillard, Michael Sheen, Midnight in Paris, Mimi Kennedy, Movies, Nina Arianda, Olivier Rabourdin, Owen Wilson, Rachel McAdams, Review, Sonia Rolland, Tom Cordier, Tom Hiddleston, Vincent Menjou Cortes, Woody Allen, Yves Heck, Yves-Antoine Spoto
Review: Mission: Impossible – Ghost Protocol (2011)
Posted: December 19, 2011 in Movies, ReviewTags: Anil Kapoor, Jeremy Renner, Josh Holloway, Léa Seydoux, Michael Nyqvist, Michelle Monaghan, Mission: Impossible - Ghost Protocol, Movies, Paula Patton, Review, Samuli Edelmann, Simon Pegg, Tom Cruise, Tom Wilkinson, Ving Rhames, Vladimir Mashkov
Berbeda dengan tiga seri dalam franchise Mission: Impossible (1996 – 2006) sebelumnya, Mission: Impossible – Ghost Protocol berhasil meningkatkan performa deretan aksi yang disajikan. Tidak hanya disajikan dalam porsi yang lebih banyak, adegan-adegan aksi tersebut juga mampu ditampilkan dengan tingkat intensitas yang lebih tinggi dan akan mampu memacu adrenalin setiap penontonnya. Walaupun begitu, Mission: Impossible – Ghost Protocol juga bukanlah seri yang paling serius diantara seri lain dari franchise yang diangkat dari sebuah serial televisi ini. Berbekal pengalamannya dalam mengarahkan dua film animasi, The Incredibles (2004) dan Ratatouille (2006), yang tetap mampu tampil komikal di tengah-tengah keseriusan jalan cerita yang disampaikan, Brad Bird berhasil mengarahkan sisi komedi dari Mission: Impossible – Ghost Protocol untuk dapat tampil sama maksimalnya dengan sisi aksi film ini dan membuat Mission: Impossible – Ghost Protocol menjadi sebuah sajian aksi yang tidak hanya menegangkan, namun juga berhasil tampil sangat menghibur.













