Diarahkan oleh sutradara sekaligus penulis naskah pemenang Festival Film Indonesia, Benni Setiawan (3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, 2010), naskah cerita Madre diadaptasi dari cerita pendek berjudul sama karya Dewi Lestari yang sempat dirilis dalam buku kumpulan cerita fiksi ketiganya yang juga diberi judul Madre (2011). Benni sebenarnya dapat saja mengikuti pakem drama Madre yang memang diterapkan Dewi Lestari dalam tulisannya. Namun, alih-alih mengikuti pola penceritaan dua seri Perahu Kertas (2012) maupun Rectoverso (2013) yang juga mengadaptasi hasil tulisan penulis kelahiran Bandung, Jawa Barat tersebut, Benni justru mengubah tatanan cerita versi film dari Madre menjadi sebuah sajian drama komed romantis. Berhasil? Well… jika diibaratkan sebagai sebuah potongan roti, Madre tidak memiliki tekstur yang padat. Pun begitu, Benni masih tetap mampu mengemasnya menjadi sebuah penganan yang hangat sekaligus begitu lembut untuk dinikmati.
Posts Tagged ‘Laura Basuki’
Review: Madre (2013)
Posted: April 3, 2013 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Benni Setiawan, Darwin Sofjan, Didi Petet, Eriek Juragan, Framly Nainggolan, Gangsar Sukrisno, Gatot W Dwiyono, Indonesian Cinema, Laura Basuki, Lisa H. Pandansari, Madina Monicha, Madre, Movies, Nadhira Suryadi, Ng Ming Sim, R. Chaeruli, Review, Roma Rambeng, Roni Gunawan, Roy, Savitri Nooringhati, Siri Hartayu, Syari Haditsyah, Titi Qadarsih, Vino G. Bastian
Review: Di Timur Matahari (2012)
Posted: June 15, 2012 in Movies, ReviewTags: Abetnego Yogibalom, Ari Sihasale, Asian Cinema, Di Timur Matahari, Frisca Waromi, Indonesian Cinema, Laura Basuki, Lucky Martin, Lukman Sardi, Maria Resubun, Michael Jakarimilena, Movies, Paul Korwa, Putri Nere, Razz Manobi, Review, Ringgo Agus Rahman, Ririn Ekawati, Simson Sikoway, Yullex Sawaki
Di era dimana industri film lebih dominan diisi oleh para pengusaha yang sepenuhnya berorientasi menghasilkan keuntungan komersial dalam memproduksi film-filmnya, jelas merupakan sebuah pencerahan tersendiri untuk melihat masih adanya beberapa pembuat film yang masih berusaha keras untuk merilis film-film dengan nilai kualitas yang memadai. Alenia Pictures, yang dimiliki oleh Ari Sihasale bersama istrinya Nia Zulkarnaen, semenjak awal telah memfokuskan diri mereka untuk menghantarkan cerita-cerita yang berisi moral pendidikan kepada penontonnya. Daripada menceritakan karakter-karakter yang hidup di perkotaan metropolitan dengan bergelimpangan harta sehingga kadang membuat mereka menjadi sakit jiwa (halo, Joko Anwar!), film-film karya Alenia Pictures lebih memilih untuk menghadirkan karakter-karakter sederhana dari berbagai pelosok daerah Indonesia jauh sebelum tren “mari berangkat ke sudut-sudut kota terpencil di Indonesia dan menghasilkan gambar-gambar indah” mulai menjangkiti para pembuat film Indonesia.
Review: #republiktwitter (2012)
Posted: February 17, 2012 in Movies, ReviewTags: #republiktwitter, Abimana Arya, Asian Cinema, Ben Kasyafani, Edi Oglek, Enzy Storia, Gerry Iskak, Indonesian Cinema, Jennifer Arnelita, Kuntz Agus, Laura Basuki, Leroy Osmani, Movies, Nina Tamam, Republik Twitter, Review, Tiga Setia Gara, Tio Pakusadewo
Pertama kali diluncurkan ke dunia maya pada tahun 2006 dan hingga saat ini telah memiliki sebanyak 300 juta pengguna di seluruh dunia – dengan 2,34% dari pengguna tersebut berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia – situs jejaring sosial Twitter telah menjadi sebuah fenomena sosial tersendiri bagi masyarakat dunia. Begitu berpengaruhnya penggunaan Twitter, situs yang saat ini bernilai sebesar lebih dari US$140 juta ini acapkali digunakan sebagai media promosi maupun kampanye yang cukup ampuh dalam masyarakat modern saat ini. Dan setelah kesuksesan The Social Network (2010) yang mengangkat tentang Facebook, cukup mengherankan untuk melihat mengapa Hollywood masih belum membuat sebuah film besar tentang Twitter. Tidak masalah! Industri film Indonesia yang akan mengambil kesempatan tersebut.
Festival Film Indonesia 2010 Winners List
Posted: December 6, 2010 in Awards, Festival Film Indonesia, MoviesTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Awards, Benni Setiawan, Festival Film Indonesia, Happy Salma, I Know What You Did On Facebook, Indonesian Cinema, Laura Basuki, Minggu Pagi di Victoria Park, Movies, Rasyid Karim, Reza Rahadian
Diluar dugaan berbagai pihak, film karya Benni Setiawan, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, ternyata berhasil menyingkirkan para pesaingnya, termasuk film arahan Deddy Mizwar yang pada awalnya diperkirakan akan menjadi pemenang besar, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), untuk menjadi pemenang utama di ajang Festival Film Indonesia 2010. Kemenangan 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta termasuk dalam memenangkan penghargaan utama, Film Cerita Panjang Terbaik, Penyutradaraan Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik sekaligus Skenario Cerita Adaptasi Terbaik.
Festival Film Indonesia 2010 Nominations List
Posted: December 3, 2010 in Awards, Festival Film Indonesia, MoviesTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Angga Dwimas Sasongko, Awards, Awi Suryadi, Azrul Dahlan, Benni Setiawan, Cinta 2 Hati Dilema..., Deddy Mizwar, Edo Borne, Ella Hamid, Fanny Fabriana, Festival Film Indonesia, Happy Salma, Hari Untuk Amanda, Henidar Amroe, I Know What You Did On Facebook, Indonesian Cinema, Intan Kiflie, Jaja Miharja, Jajang C Noer, Kimmy Jayanti, Laura Basuki, Lola Amaria, Lukman Sardi, Minggu Pagi di Victoria Park, Movies, Oka Antara, Rasyid Karim, Red CobeX, Reza Rahadian, Tika Bravani, Tio Pakusadewo, Titi Sjuman
Sebenarnya, di tengah persaingan antara banyak film-film berkualitas, adalah sangat wajar bila sebuah film yang dianggap sangat berpotensial untuk memenangkan banyak penghargaan ternyata tidak mendapatkan perhatian sedikitpun. Namun, tentu hal tersebut akan terdengar cukup mengherankan bila hal tersebut datang dari sebuah industri film yang kebanyakan film yang dihasilkannya adalah film-film berkualitas ‘buruk.’ Dan akan lebih sangat mengherankan lagi bila salah satu dari hanya beberapa film terbaik yang dihasilkan pada satu tahun di industri film tersebut malah sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari sebuah penghargaan film terbesar di industri film tersebut.
Review: 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010)
Posted: July 2, 2010 in Movies, ReviewTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, Arumi Bachsin, Asian Cinema, Benni Setiawan, Gesi Silvia, Haddad Alwi, Henidar Amroe, Indonesian Cinema, Ira Wibowo, Jay Wijayanto, Laura Basuki, M Assegaf, Movies, Rasyid Karim, Review, Reza Rahadian, Robby Tumewu, Zainal Abidin Domba
Setelah Cin(T)a yang dirilis secara terbatas pada tahun lalu, tema pluralisme dan hubungan percintaan antara dua insan yang memiliki latar belakang kepercayaan agama yang berbeda kini kembali diangkat ke layar lebar. Berbeda dengan Cin(T)a, yang membawakan jalan ceritanya dengan banyak dialog filosofis penuh makna, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta mencoba menjajal tema yang ingin diceritakan dengan jalan penyampaian yang lebih ringan.

















