Another year has gone by. Bagi para penikmat film asal negeri Indonesia, tahun 2011 kemungkinan akan diingat sebagai sebuah tahun dimana mereka hampir saja kehilangan kesempatan penuh untuk menyaksikan instalasi akhir dari franchise Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows – Part Two (2011), karena beberapa permasalahan yang terjadi pada birokrasi pemerintahan dan sempat menghalangi masuknya film-film asing ke negeri ini. Para penikmat animasi juga sepertinya akan mengingat tahun 2011 sebagai sebuah tahun dimana Pixar Animation Studios gagal untuk menghantarkan sebuah sajian yang layak untuk dibariskan ke dalam barisan karya-karya mereka yang brilian. Dan 2011 adalah kali pertama daftar film-film terbaik At the Movies sama sekali tidak dikuasai oleh film produksi Pixar.
Posts Tagged ‘Kokuhaku’
A Year in Review: 20 Best Movies of 2011
Posted: January 9, 2012 in Movies, Personal, Review, Top 10Tags: A Separation, Akmareul boattda, Another Year, Biutiful, Blue Valentine, Carnage, Confessions, Contagion, Dogtooth, I Saw the Devil, Incendies, Jodái-e Náder az Simin, Kokuhaku, Last Night, L’illusionniste, Midnight in Paris, Movies, Personal, Review, Sang Penari, Shame, The Descendants, The Ides of March, The Illusionist, The King's Speech, The Tree of Life, Top 10, We Need to Talk About Kevin
Review: Confessions (2010)
Posted: February 12, 2011 in Movies, ReviewTags: Ai Hashimoto, Asian Cinema, Confessions, Kauro Fujiwara, Kokuhaku, Masaki Okada, Movies, Review, Takako Matsu, Tetsuya Nakashima, Yoshino Kimura, Yukito Nishii
Berdasarkan novel laris karya Kanae Minato, Confessions mengisahkan mengenai kepedihan hati seorang guru, Yuko Moriguchi (Takako Matsu), atas kematian putri tunggalnya. Oleh pihak kepolisian, kematian sang putri dinyatakan adalah akibat dari sebuah kecelakaan. Namun, dalam pengakuan yang ia buat di hadapan para murid-muridnya, ia mengatakan bahwa anaknya meninggal bukan karena kecelakaan, melainkan dibunuh oleh dua orang siswa yang juga sedang berada di kelas tersebut. Yuko tidak menyebut secara spesifik siapa kedua orang tersebut, dan sama sekali tidak berniat untuk mengajukan mereka kepada pihak yang berwajib. Namun, sebagai seorang guru yang merasa wajib untuk menghukum setiap muridnya yang melangggar aturan, Yuko telah merancang hukuman tersendiri bagi dua orang tersebut. Hukuman yang dibuat agar kedua orang tersebut mampu lebih mendalami apa arti hidup sebenarnya… sekaligus menjadi awal rentetan tragedi yang terjadi di sepanjang cerita film ini.












