Film 5 cm adalah sebuah film yang menandai kali pertama dalam karir penyutradaraan Rizal Mantovani (Pupus, 2011) dimana ia menggarap sebuah film yang naskah ceritanya diangkat dari sebuah novel. Pertama kali dirilis pada tahun 2007, novel 5 cm yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro secara perlahan menjelma menjadi salah satu novel dengan penjualan paling laris di Indonesia. Dengan jalan cerita yang mengangkat mengenai tema persahabatan serta diselimuti dengan kisah petualangan, rasa nasionalisme serta dialog-dialog bernuansa puitis, novel tersebut berhasil menarik minat pembaca novel di seluruh Indonesia hingga berhasil mengalami cetak ulang sebanyak 25 kali. Kesuksesan itulah yang kemudian menarik minat Sunil Soraya untuk mengadaptasi kisah 5 cm menjadi sebuah film layar lebar bersama dengan Rizal Mantovani.
Posts Tagged ‘Kenes Andari’
Review: 5 cm (2012)
Posted: December 16, 2012 in Movies, ReviewTags: 5 cm, Asian Cinema, Denny Sumargo, Didi Petet, Fedi Nuril, Herjunot Ali, Igor 'Saykoji', Indonesian Cinema, Kenes Andari, Movies, Pevita Pearce, Raline Shah, Review, Rizal Mantovani, Tommy Adhitya
Review: Hello Goodbye (2012)
Posted: December 3, 2012 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Atiqah Hasiholan, Eru, Hello Goodbye, Indonesian Cinema, Kenes Andari, Khiva Iskak, Movies, Review, Rio Dewanto, Sapto Soetarjo, Titien Wattimena, Verdi Solaiman
Dengan naskah cerita yang ditulis sendiri oleh Titien Wattimena, Hello Goodbye berkisah mengenai pertemuan antara seorang wanita yang bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Busan, Korea Selatan bernama Indah (Atiqah Hasiholan) dengan seorang pelaut asal Indonesia bernama Abi (Rio Dewanto). Layaknya banyak kisah drama romansa lainnya, pertemuan awal Indah dan Abi tidak berlangsung dengan mulus. Pertemuan keduanya dimulai ketika Indah ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi Abi – yang terpaksa diturunkan oleh kapten kapalnya karena menderita penyakit jantung yang tidak memungkinkan dirinya untuk melakukan perjalanan laut lebih lama. Awalnya, Abi terlihat sebagai beban tugas yang begitu menyulitkan bagi Indah. Namun, secara perlahan, Indah mulai menyadari bahwa Abi adalah sosok perbedaan dalam hidupnya yang selama ini telah begitu ia nantikan kehadirannya.
Festival Film Indonesia 2012 Nominations List
Posted: November 27, 2012 in Awards, Festival Film Indonesia, Movies, NewsTags: A Short Story of Raden Saleh Syarif Bustaman, Acha Septriasa, Annisa Hertami, Atiqah Hasiholan, Awards, Bandung Lintas Masa, Bena Eksotika Megalitik, Butet Kartaredjasa, Christine Hakim, Cita-Citaku Setinggi Tanah, Dedey Rusma, Demi Ucok, Di Batas Kekuasaan, Donny Damara, Emir Mahira, Erwin Arnada, Festival Film Indonesia, Fuad Idris, Garuda Di Dadaku 2, Geraldine Sianturi, Hanung Bramantyo, Hello Goodbye, Herwin Novianto, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Kenes Andari, Langka Receh, Long Imagine, Lovely Man, Lukman Sardi, M. Syihab Imam Muttaqin, Mak Gondut, Mata Tertutup, Memburu Harimau, Meriam Bellina, Modus Anomali, Movies, News, Perahu Kertas, Rahasia, Rayya Cahaya di Atas Cahaya, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Rumah di Seribu Ombak, Sammaria Simanjuntak, Soegija, Tanah Surga... Katanya, Teddy Soeriaatmadja, Test Pack: You're My Baby, Tio Pakusadewo, Wae Rebo Menjaga, Wan-An, Wulan Guritno
So… here we go again. Setelah beberapa waktu yang lalu mengumumkan 15 film yang berhasil lolos dari seleksi awal, Senin (26/11), Festival Film Indonesia 2012 resmi mengumumkan daftar film yang berhasil meraih nominasi di ajang penghargaan film tertinggi bagi kalangan industri film Indonesia tersebut. Dan secara mengejutkan… sebuah film kecil berjudul Demi Ucok mampu mencuri perhatian dan menguasai perolehan nominasi, termasuk meraih nominasi di kategori Film Bioskop Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik serta Penulis Skenario Terbaik. Walau telah dirilis secara terbatas melalui berbagai ajang festival di beberapa daerah di Indonesia selama kurun waktu satu tahun terakhir, Demi Ucok baru akan dirilis secara luas pada bulan Januari 2013 mendatang.
Review: Dilema (2012)
Posted: March 2, 2012 in Movies, ReviewTags: Abimana Arya, Adilla Dimitri, Ario Bayu, Asian Cinema, Baim Wong, Dilema, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Kenes Andari, Lukman Sardi, Movies, Panca Maknum, Pevita Pierce, Rangga Djoned, Ray Sahetapy, Review, Reza Rahadian, Rinaldy Puspoyo, Robby Ertanto Soediskam, Robert Ronny, Roy Marten, Roy Sungkono, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, Verdi Solaiman, Winky Wiryawan, Wulan Guritno
Empat orang sutradara muda film Indonesia menulis dan menyutradarai lima film pendek yang mencoba untuk menggambarkan kelamnya sisi-sisi kehidupan di kota Jakarta. Tidak seperti kebanyakan film-film omnibus lain yang akhir-akhir ini banyak diproduksi di Indonesia – yang semoga hanya merupakan menjadi sebuah alternatif bentuk kreativitas lain dari para insan film Indonesia dan bukan karena terlalu malas atau ketidakmampuan untuk memproduksi sebuah film panjang – lima kisah pendek yang dihantarkan dalam Dilema tidak diceritakan secara bergantian. Kelima kisah pendek tersebut berjalan beriringan satu sama lain hingga membentuk satu benang merah yang akhirnya mampu menghubungkan kelima cerita tersebut.














