Posts Tagged ‘Ken Jeong’

Turbo-header

Film teranyar rilisan DreamWorks Animation, Turbo, yang juga menjadi debut penyutradaraan bagi David Soren, berkisah mengenai seekor siput kebun bernama Theo (Ryan Reynolds) – atau yang lebih memilih untuk dipanggil dengan sebutan Turbo, yang bermimpi untuk menjadi pembalap terbaik di dunia, seperti halnya sang idola, Guy Gagne (Bill Hader) – seorang manusia. Masalahnya… well… Turbo adalah seekor siput yang semenjak lama memiliki takdir sebagai salah satu hewan dengan pergerakan tubuh paling lambat di dunia. Obsesinya tersebut kerap membuat Turbo menjadi bahan cemoohan bagi komunitas siput yang berada di sekitarnya, termasuk dari sang kakak, Chet (Paul Giamatti). Hal itulah yang kemudian mendorong Turbo untuk meninggalkan lokasi tempat tinggalnya dan memilih untuk mencari jalan hidupnya sendiri.

(more…)

despicable-me-2-header

Well… sebagai sebuah karya perdana, Despicable Me (2010) jelas bukanlah sebuah karya yang buruk. Meskipun dengan naskah cerita yang jelas jauh dari kecerdasan film-film animasi karya Pixar Animation Studios, termasuk sekuel dari film-film animasi yang mereka produksi, film yang diproduksi oleh Illumination Entertainment ini masih mampu tampil menghibur dengan deretan pengisi suara yang berhasil menghidupkan setiap karakter yang ada di dalam jalan cerita, pemanfaatan efek visual yang maksimal dan… kehadiran karakter pendukung bernama minions yang secara mengejutkan mampu mencuri perhatian begitu banyak penonton dunia. Dengan formula tersebut, Despicable Me yang dibuat dengan biaya produksi sebesar hanya US$69 juta berhasil mengumpulkan total pendapatan sebesar lebih dari US$543 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia. Atau dalam bahasa lain di Hollywood… sekuel!

(more…)

The-Hangover-3-header

Memulai perjalanannya pada tahun 2009, The Hangover yang diarahkan oleh Todd Phillips (Old School, 2003) mampu meraih sukses luar biasa berkat keberanian Phillips dan duo penulis naskah, Jon Lucas dan Scott Moore, dalam menghadirkan deretan guyonan yang melabrak berbagai pakem komedi dewasa tradisional Hollywood. Tidak hanya film tersebut mampu meraih kesuksesan secara kritikal serta pendapatan komersial sebesar lebih dari US$450 juta – dari biaya produksi hanya sebesar US$35 juta!, The Hangover juga berhasil membawa ketiga nama pemeran utamanya, Bradley Cooper, Zach Galifianakis serta Ed Helms, ke jajaran aktor papan atas Hollywood. Kesuksesan tersebut berlanjut dengan The Hangover Part II (2011), yang berhasil meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$581 juta meskipun gagal untuk kembali mencuri hati para kritikus film dunia akibat jalan cerita yang dinilai terlalu familiar dan dieksekusi dengan penggalian yang begitu dangkal.

(more…)

Nama Adam Sandler memang tidak dapat ditemukan dalam daftar jajaran penerima nominasi The 84th Annual Academy Awards. Namun, nama Sandler memenuhi daftar nominasi The 32nd Annual Razzie Awards – sebuah penghargaan yang berada di wilayah yang berseberangan dengan Academy Awards, untuk “menghargai” film-film berkualitas buruk yang dirilis dalam jangka waktu satu tahun terakhir. Dengan tiga film yang diproduksi oleh rumah produksi milik Sandler, Happy Madison Productions, semuanya mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film dunia, tidak mengherankan bila untuk tahun ini, Sandler berhasil memperoleh 11 nominasi Razzie Awards sekaligus! Sebuah catatan sejarah!

(more…)

Disiarkan pertama kali sebagai sebuah serial televisi pada tahun 1976, The Muppet Show kemudian tumbuh menjadi sebuah acara keluarga yang mendapatkan begitu banyak penggemar berkat penulisan jalan cerita bernuansa komedi yang dinilai benar-benar cerdas sekaligus menghibur – dan ditambah dengan konsistensi untuk menghadirkan para bintang Hollywood ternama sebagai bintang tamu di setiap episodenya. Acara serial komedi musikal tersebut kemudian tumbuh dan berkembang menjadi salah satu franchise yang paling dikenal di dunia dan terus mampu mempertahankan kepopulerannya dengan perilisan film, serial televisi maupun album musik yang memanfaatkan nama The Muppets hingga saat ini. Setelah terakhir kali merilis Muppet from Space di tahun 1999, The Muppets hadir lagi untuk memuaskan kerinduan para penggemarnya dengan merilis sebuah film layar lebar yang diberi judul cukup sederhana, The Muppets.

(more…)

Ketika merilis The Hangover di tahun 2009, Todd Phillips tentu tidak akan menyangka bahwa film komedi dewasa yang ia arahkan akan berbuah kesuksesan besar selama masa perilisannya. Tidak hanya film tersebut berhasil memperoleh pendapatan lebih dari sepuluh kali lipat biaya pembuatannya, The Hangover juga berhasil memperbaiki karir penyutradaraan Phillips, menggiring nama Bradley Cooper, Ed Helms dan Zach Galifianakis ke jajaran aktor papan atas Hollywood sekaligus memenangkan Best Motion Picture – Musical or Comedy di ajang The 67th Annual Golden Globe Awards. Seperti halnya tradisi kesuksesan komersial Hollywood lainnya, hanyalah masalah waktu hingga akhirnya Warner Bros., Phillips dan jajaran pemerannya kembali bekerja sama untuk memproduksi sebuah film sekuel.

(more…)

Adalah sebuah pengetahuan umum bagi setiap pecinta film di dunia bahwa Michael Bay adalah seorang sutradara yang sangat handal ketika ia menghantarkan sebuah film yang disertai dengan begitu banyak adegan ledakan yang memerlukan tingkat pengarahan special effect yang tinggi. Namun, merupakan rahasia umum pula bahwa dalam setiap film-film yang diarahkan oleh Bay, tidak seorangpun seharusnya mengharapkan adanya pengembangan karakter yang jelas, kontinuitas jalan cerita yang terjaga maupun aliran emosi yang akan mampu membuat penonton peduli dengan apa yang terjadi pada setiap karakter di film yang mereka tonton. Transformers: Dark of the Moon sepertinya menjadi sebuah pembuktian kembali atas kenyataan tersebut.

(more…)

Tentu saja. Dengan keberhasilan tiga film pertama dari franchise The Twilight Saga dalam meraup keuntungan hampir sebesar US$400 juta dari peredaran domestiknya di wilayah Amerika Utara, ditambah dengan banyaknya jumlah penggemar fanatik yang berbanding lurus dengan jumlah kritikus film dunia yang membencinya, perilisan sebuah film yang memparodikan franchise tersebut sepertinya adalah hal yang sangat wajar. Dan berbicara soal parodi, tentu saja tidak ada orang lain di Hollywood yang se-‘cerdas’ Jason Friedberg dan Aaron Seltzer dalam memanfaatkan momen berharga tersebut.

(more…)

Nama Brendan Fraser sepertinya akan terus diingat sebagai nama seorang aktor yang terjebak untuk selalu membintangi film-film yang ditujukan untuk pangsa pasar keluarga. Bukan sebuah masalah besar jika film-film yang ia bintangi merupakan film-film keluarga dengan kualitas yang memorable dan dapat dibanggakan. Namun dengan judul-judul seperti Looney Tunes: Back In Actions, Inkheart dan Extraordinary Measures, yang tidak hanya gagal meraih perhatian para kritikus film dunia namun juga gagal meraih simpati para penonton, Fraser sepertinya harus semakin sering mempertimbangkan film yang akan ia bintangi. Dan Furry Vengeance bukanlah sebuah film yang akan merubah kenyataan itu.

(more…)

Ada kalanya, sekali, atau dua kali (dalam beberapa kasus, mungkin, tiga kali… atau lebih) seorang aktris atau aktor papan atas mengalami hari terburuk mereka dan memilih untuk turut berperan dalam sebuah film yang di kemudian hari akan dikenal sebagai salah satu film terburuk yang pernah mereka perankan.

(more…)