Setelah kesuksesannya dalam memerankan karakter Sean Parker dalam The Social Network (2010), Justin Timberlake muncul sebagai salah satu aktor yang paling banyak dibicarakan di Hollywood. The Social Network memang bukanlah film pertama dari aktor yang juga seorang penyanyi ini. Namun, baru lewat The Social Network kemampuan akting Timberlake mampu dilirik dan dianggap serius oleh banyak kritikus film dunia. Pertanyaan berikutnya jelas, apakah kemampuan akting Timberlake dalam The Social Network adalah murni merupakan bakat akting Timberlake yang semakin terasah atau hanya karena Timberlake sedang beruntung berada di bawah arahan seorang sutradara bertangan dingin seperti David Fincher. Dua film komedi, Bad Teacher dan Friends with Benefits, yang dirilis lebih awal jelas tidak akan mampu dijadikan tolak ukur mendalam dari kemampuan akting Timberlake. Pembuktian tersebut datang dari In Time, film science fiction yang dibintangi Timberlake bersama Amanda Seyfried dengan arahan sutradara Andrew Niccol (Lord of War, 2005).
Posts Tagged ‘Justin Timberlake’
Review: In Time (2011)
Posted: November 12, 2011 in Movies, ReviewTags: Alex Pettyfer, Amanda Seyfried, Andrew Niccol, Bella Heathcote, Christiann Castellanos, Christoph Sanders, Cillian Murphy, Collins Pennie, Ethan Peck, Faye Kingslee, In Time, Jessica Parker Kennedy, Johnny Galecki, Justin Timberlake, Matt Bomer, Movies, Olivia Wilde, Rachel Roberts, Review, Toby Hemingway, Vincent Kartheiser, Yaya DaCosta
Review: Friends with Benefits (2011)
Posted: September 13, 2011 in Movies, ReviewTags: Andy Samberg, Bryan Greenberg, Emma Stone, Friends with Benefits, Jason Segel, Jenna Elfman, Justin Timberlake, Masi Oka, Mila Kunis, Movies, Patricia Clarkson, Rashida Jones, Review, Richard Jenkins, Shaun White, Will Gluck, Woody Harrelson
Jika pada Easy A (2010) Will Gluck merenovasi berbagai formula standar film drama remaja dengan sentuhan modern yang lebih dinamis sehingga mampu menghasilkan sajian yang sangat menghibur, maka lewat Friends with Benefits, Gluck hendak menerapkan eksperimen yang sama terhadap berbagai formula standar yang biasa Anda temui dalam sebuah film drama komedi romantis. Tentu kisah yang ditawarkan Gluck dalam Friends with Benefits sama sekali bukanlah sebuah kisah yang baru. Namun Gluck, dengan kemampuan yang cukup tajam dalam meramu adegan dan dialog cerdas serta jenaka dalam naskah cerita yang ia tuliskan, sekali lagi berhasil memanfaatkan berbagai formula penceritaan Hollywood yang sebenarnya sudah familiar dan usang untuk menghadirkan sebuah sajian yang mampu terasa begitu menyegarkan.
Review: Bad Teacher (2011)
Posted: September 13, 2011 in Movies, ReviewTags: Adrian Kali Turner, Bad Teacher, Cameron Diaz, Eric Stonestreet, Jake Kasdan, Jason Segel, John Michael Higgins, Justin Timberlake, Kaitlyn Dever, Lucy Punch, Matthew J. Evans, Molly Shannon, Movies, Noah Munck, Phyllis Smith, Review, Thomas Lennon
Walau daftar filmografinya akhir-akhir ini diisi dengan judul-judul film semacam What Happens in Vegas (2008) dan The Green Hornet (2011), dunia telah mengenal Cameron Diaz sebagai seorang aktris yang mampu menghantarkan kemampuan komedinya dengan baik jika ia diberikan sebuah peran yang tepat. Dan Bad Teacher, yang menjadi film pertama Jake Kasdan setelah mengarahkan Walk Hard: The Dewey Cox Story di tahun 2007, adalah film yang cukup tepat bagi Diaz untuk mengeksplorasi bakat komedinya tersebut dengan berperan sebagai seorang guru yang jauh dari kata panutan dalam tindakan kesehariannya. Kemampuan Diz untuk menampilkan karakternya sebagai seorang karakter yang vulgar, membuat film yang sebenarnya memiliki premis tajam namun dieksekusi terlalu datar ini menjadi masih berhasil untuk tampil menghibur penontonnya.
Review: Yogi Bear (2010)
Posted: January 20, 2011 in Movies, ReviewTags: Andrew Daly, Anna Faris, Dan Aykroyd, Eric Brevig, Justin Timberlake, Movies, Nate Corddry, Review, T. J. Miller, Tom Cavanagh, Yogi Bear
Sulit dimengerti juga mendengar keputusan Warner Bros. untuk memproduksi versi live-action dari Yogi Bear, sebuah serial animasi yang diproduksi oleh Hanna-Barbera Productions dan dirilis pertama kali pada tahun 1961. Sebagai sebuah serial animasi, Yogi Bear bukanlah sebuah serial animasi yang sempat menikmati masa popularitas yang tinggi. Setelah dua musim masa penayangan, serial tersebut kemudian dihentikan masa tayangnya. Walau begitu, Columbia Pictures sempat merilis adaptasi layar lebar serial ini, Hey There, It’s Yogi Bear (1964), yang sempat mendapatkan banyak pujian dari banyak kritikus film dunia.


















