Posts Tagged ‘Juno Temple’

Magic Magic (Braven Films/Killer Films/Rip Cord Productions, 2013)

Magic Magic (Braven Films/Killer Films/Rip Cord Productions, 2013)

Setelah sukses lewat La Nana (atau The Maid, 2009) yang berhasil memenangkan beberapa penghargaan di The 25th Annual Sundance Film Festival sekaligus dinominasikan di kategori Best Foreign Language Film pada ajang The 25th Annual Independent Spirit Awards dan The 67th Annual Golden Globe Awards, sutradara asal Chili, Sebastián Silva, kembali hadir dengan film terbarunya, Magic Magic. Berbeda dengan kesan yang diberikan oleh judul film ini, Magic Magic sama sekali tidak akan menghadirkan sebuah kisah yang bernuansa magis kepada para penontonnya. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Silva berdasarkan sebuah urban legend yang berasal dari Brazil, Magic Magic adalah sebuah psychological thriller dengan atmosfer penceritaan yang akan mengingatkan penontonnya pada film-film sejenis arahan Roman Polanski seperti Repulsion (1965) dan Rosemary’s Baby (1968). Sebuah perbandingan yang cukup tegas namun benar-benar mampu ditangani dengan baik oleh Silva.

(more…)

Killer_Joe_header

Sayangnya, nama William Friedkin saat ini hanya akan dikenal sebagai sutradara pemenang Academy Awards yang pernah mengarahkan The French Connection (1971) dan The Exorcist (1973) – dua film yang ia hasilkan hampir empat puluh tahun lalu. Padahal, sebagai seorang sutradara, Friedkin sendiri terus menerus menghasilkan karya-karya baru meskipun kebanyakan karyanya tersebut gagal mendapatkan reaksi yang positif, baik dari kalangan kritikus maupun dari para penonton film itu sendiri. Pun begitu, pada tahun 2007, Friedkin bekerjasama dengan penulis naskah Tracy Letts untuk merilis sebuah filmberjudul Bug. Dan walaupun film thriller tersebut tidak menemukan kesuksesan yang memuaskan secara komersial, namun Bug membuktikan bahwa Friedkin masih memiliki amunisi yang cukup untuk menghantarkan sebuah jalan cerita yang dipenuhi banyak momen-momen ketegangan yang mengganggu.

(more…)

Ketika dirilis pada tahun 2005, Batman Begins yang diarahkan oleh Christopher Nolan berhasil membersihkan imej karakter pahlawan tersebut dari kegagalan besar yang disebabkan oleh Joel Schumacher dengan Batman & Robin (1997) yang sempat dianggap telah mematikan potensi perkembangan franchise tersebut secara keseluruhan. Tidak hanya itu, atmosfer kelam dan cenderung depresif yang ditampilkan dalam penceritaan Batman Begins yang diarahkan Nolan kemudian memberikan pengaruh besar bagi banyak adaptasi kisah-kisah superhero yang muncul setelahnya, bahkan hingga saat ini. Kini, tujuh tahun setelah perilisan Batman Begins dan empat tahun selepas perilisan sekuelnya, The Dark Knight (2008), yang fenomenal itu, Nolan melengkapi trilogi The Dark Knight-nya dengan merilis The Dark Knight Rises: sebuah bagian yang nantinya mungkin akan dikenal sebagai bagian terkelam, termegah sekaligus terambisius dari trilogi The Dark Knight arahan Nolan. Tapi apakah The Dark Knight Rises akan menjadi bagian terbaik?

(more…)

Dengan karir penyutradaraan yang telah membentang semenjak tahun 1994, Paul W. S. Anderson harus diakui bukanlah seorang sutradara yang begitu ahli dalam menangani kehadiran plot cerita dalam setiap filmnya. Bukan berarti film-film yang disutradarai oleh sutradara asal Inggris ini umumnya berkualitas buruk, namun konsistensi plot cerita mungkin adalah hal terakhir yang paling diperhatikan Anderson selama proses pembuatan filmnya. Karenanya, tidak mengherankan jika kemudian banyak pihak yang merasa sedikit heran dengan pilihan Anderson untuk mengadaptasi salah satu karya literatur paling populer di dunia, The Three Musketeers (1844) karya Alexandre Dumas, sebagai bahan dasar dari naskah cerita film yang ia arahkan.

(more…)

Dalam beberapa kesempatan, para aktor yang telah terlebih dahulu memiliki kredibilitas dalam membintangi film-film bertema komedi, akan menyempatkan diri untuk berakting di film drama dan membuktikan bahwa para aktor komedi juga memiliki kemampuan akting drama yang sama dengan para aktor drama. Beberapa diantara mereka gagal melakukannya, namun nama-nama seperti Adam Sandler (Punch-Drunk Love), Jim Carrey (Eternal Sunshine of the Spotless Mind), Will Ferrell (Stranger than Fiction), Eddie Murphy (Dreamgirls) dan beberapa nama lain berhasil melakukannya.

(more…)

Nama Romola Garai mungkin banyak dikenal oleh publik setelah penampilannya yang menesankan sebagai Briony Talis remaja yang dipenuhi rasa bersalah di film Atonement. Aktris cantik asal Inggris berusia 27 tahun ini memang lebih banyak dikenal sering memilih film-film bertema period yang berskala kecil atau sebagai seorang aktris teater di negara asalnya.

(more…)