Posts Tagged ‘Julie Walters’

Dimulai dengan La Luna – sebuah film pendek karya Enrico Casarosa berdurasi 7 menit yang pada tahun lalu berhasil mendapatkan nominasi di ajang The 84th Annual Academy Awards untuk kategori Best Animated Short Film – Brave merupakan sebuah kisah dongeng pertama dari Pixar Animation Studios sekaligus merupakan film pertama mereka yang menempatkan seorang wanita sebagai karakter utamanya. Berlatar belakang lokasi di dataran tinggi Skotlandia pada abad ke-10, Brave berkisah tentang Princess Merida (Kelly Macdonald), puteri tunggal dari pasangan King Fergus (Billy Connolly) dan Queen Elinor (Emma Thompson) yang menguasai kerajaan DunBroch. Terlahir di sebuah kerajaan yang dipenuhi berbagai peraturan, Princess Merida merasa bahwa kehidupannya selalu terkekang, khususnya oleh sang ibu yang memiliki harapan besar agar dirinya mampu mengikuti jejaknya sebagai seorang puteri kerajaan yang harus bersikap lembut dan anggun di setiap saat. Jelas sebuah tekanan besar bagi Princess Merida yang memiliki hobi berkuda dan memanah layaknya kaum pria.

(more…)

This is it! Setelah sebuah usaha untuk sedikit memperpanjang usia franchise film Harry Potter dengan membagi dua bagian akhir dari kisah Harry Potter and the Deathly Hallows, dunia kini tampaknya harus benar-benar mengucapkan salam perpisahan mereka pada franchise yang telah berusia satu dekade dan memberikan tujuh seri perjalanan yang mengagumkan ini. Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 memiliki nada penceritaan yang menyerupai bagian awal kisahnya – yang sekaligus membuktikan bahwa Harry Potter and the Deathly Hallows adalah sebuah kesatuan penceritaan yang unik sekaligus akan memberikan efek emosional yang lebih mendalam jika diceritakan dalam satu bagian utuh. Pun begitu, dengan apa yang ia hantarkan di …The Deathly Hallows – Part 2, David Yates akan mampu memenuhi ekspektasi setiap orang tentang bagaimana final dari salah satu kisah yang paling dicintai di muka Bumi akan berakhir: EPIK!

(more…)

Tentu, dengan mendasarkan kisahnya pada salah satu naskah drama paling populer di atas muka Bumi yang ditulis oleh William Shakespeare, semua orang tahu cerita apa yang akan mereka dapatkan dalam Gnomeo & Juliet: sebuah kisah cinta terlarang antara dua anak manusia yang keluarganya semenjak lama berseteru satu sama lain. Errr… ganti kata manusia dengan patung kurcaci maka Anda akan mendapatkan premis dasar dari film animasi pertama karya rumah produksi Sir Elton John ini. Walau begitu, premis tersebut hanyalah satu-satunya yang dapat menghubungkan film ini dengan karya Shakespeare tersebut. Sembilan orang penulis naskah telah mengubah total kisah tragedi tersebut menjadi sebuah komedi sekaligus menjadikan kisah film animasi ini menjadi lebih mudah untuk dilupakan begitu saja.

(more…)

Sejujurnya, ide untuk membagi bagian akhir dari adaptasi dari kisah petualangan Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows, menjadi dua bagian adalah murni alasan komersial belaka daripada untuk menangkap seluruh esensi cerita dari novelnya. Hal ini, sayangnya, sangat terbukti dengan apa yang diberikan oleh sutradara David Yates lewat Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1. Filmnya sendiri berjalan cukup baik, namun dengan durasi sepanjang 146 menit, Yates terlalu banyak mengisi bagian pertama kisah ini dengan berbagai detil yang sebenarnya tidak diperlukan di dalam cerita, yang membuat …The Deathly Hallows – Part 1 terasa sebagai sebuah film dengan kisah yang sebenarnya singkat namun diulur sedemikian panjang untuk memenuhi kuota waktu penayangan.

(more…)