Sesuai dengan kesan yang akan didapatkan penonton ketika membaca judul film ini, Crazy, Stupid, Love. mencoba untuk menggabungkan elemen drama, komedi dan romansa ke dalam sebuah jalinan kisah yang berdurasi sepanjang 118 menit. Berhasil? Sebagai sebuah komedi, Crazy, Stupid, Love. cukup mampu untuk tampil stabil di berbagai bagian ceritanya. Didukung dengan penampilan apik para jajaran pemerannya serta naskah cerita yang berisi deretan dialog menghibur dan ditulis oleh Dan Fogelman (Cars 2, 2011), Crazy, Stupid, Love. harus diakui berhasil memberikan banyak momen-momen menyenangkan bagi penontonnya. Sayangnya, usaha untuk melebarkan sayap ke wilayah drama romansa seringkali berakhir dengan kegagalan akibat terlalu banyaknya sisi cerita yang ingin dikembangkan yang berakibat kurang fokusnya penceritaan yang disampaikan kepada penonton.
Posts Tagged ‘Julianne Moore’
Review: Crazy, Stupid, Love. (2011)
Posted: December 13, 2011 in Movies, ReviewTags: Analeigh Tipton, Beth Littleford, Crazy Stupid Love, Crystal Reed, Emma Stone, Glenn Ficarra, Joey King, John Carroll Lynch, John Requa, Jonah Bobo, Josh Groban, Julianna Guill, Julianne Moore, Kevin Bacon, Liza Lapira, Marisa Tomei, Mekia Cox, Movies, Reggie Lee, Review, Richard Steven Horvitz, Ryan Gosling, Steve Carell
Review: Shelter (2010)
Posted: July 13, 2011 in Movies, ReviewTags: Björn Stein, Brooklyn Proulx, Frances Conroy, Jeffrey DeMunn, Jeffrey Jones, Jonathan Rhys Meyers, Julianne Moore, Måns Mårlind, Movies, Nathan Corddry, Review, Shelter
Tidak seperti The Kids Are All Right yang dirilis tahun lalu, Shelter adalah sebuah film yang dipastikan akan mengikuti jejak The Forgotten (2004) dan Next (2007): dibintangi oleh Julianne Moore yang selalu dapat menampilkan kemampuan akting yang solid namun tetap gagal meningkatkan kualitas filmnya secara keseluruhan akibat terlalu lemahnya naskah cerita yang ditawarkan. Shelter sebenarnya tidak terlalu buruk. Dimulai sebagai sebuah psychological thriller yang menarik tentang seseorang yang mengalami kepribadian ganda, sayangnya Shelter kemudian berubah arah menjadi sebuah film horor generik yang sepertinya berusaha untuk menakuti para penontonnya dengan menghadirkan berbagai formula horor standar yang telah terlalu sering ditampilkan oleh Hollywood.
Review: Elektra Luxx (2010)
Posted: May 29, 2011 in Movies, ReviewTags: Adrianne Palicki, Carla Gugino, Elektra Luxx, Emmanuelle Chriqui, Joseph Gordon-Levitt, Julianne Moore, Justin Kirk, Kathleen Quinlan, Lucy Punch, Malin Åkerman, Marley Shelton, Movies, Review, Sebastian Gutierrez, Timothy Olyphant, Vincent Kartheiser
Ketika merilis Women in Trouble di tahun 2009, Sebastian Gutierrez, mengangkat enam aktris dengan talenta yang cukup mengesankan namun lebih sering terlihat menjadi pemeran pendukung di film-film Hollywood untuk menjadi pemeran utama dalam film tersebut: Carla Gugino, Marley Shelton, Adrianne Palicki, Emmanuel Chriqui, Connie Britton dan Sarah Clarke. Mengisahkan mengenai enam karakter wanita – melibatkan beberapa aktris porno dan seorang pramugari dengan tampilan yang sangat menggoda – yang kemudian saling terhubung dalam sebuah rangkaian peristiwa yang terjadi dalam tempo waktu 24 jam, Women in Trouble cukup mampu untuk tampil menghibur, walaupun terasa cukup lemah dalam hal penceritaan maupun pendalaman karakterisasi.
Review: The Kids Are All Right (2010)
Posted: November 8, 2010 in Movies, ReviewTags: Annette Bening, Josh Hutcherson, Julianne Moore, Lisa Cholodenko, Mark Ruffalo, Mia Wasikowska, Movies, Review, The Kids Are All Right, Yaya DaCosta
Adalah sangat mudah untuk mendeklarasikan The Kids Are All Right sebagai sebuah film drama keluarga terbaik yang pernah dihadirkan Hollywood dalam beberapa tahun terakhir. Yang membuat film ini tampil berbeda dengan film-film keluarga Hollywood lainnya adalah di film ini Anda tidak akan menemukan sebuah keluarga — yang terdiri dari seorang ayah, seorang ibu dan beberapa anak mereka — yang kemudian diterpa beberapa permasalahan yang di dalam perjalanan cerita kemudian justru akan menjadi sebuah penguat (atau pada beberapa kasus: pemecah) keluarga tersebut. Tidak ada sosok ayah di keluarga ini. Yang ada hanyalah dua orang wanita yang saling mencintai satu sama lain dan kemudian memutuskan untuk menggunakan bantuan seorang donor sperma untuk dapat memberikan mereka dua orang anak. Baiklah… Anda dapat menjuluki sang donor sperma sebagai sosok ayah bagi kedua anak tersebut.
Review: A Single Man (2009)
Posted: May 3, 2010 in Movies, ReviewTags: A Single Man, Colin Firth, Ginnifer Goodwin, Julianne Moore, Lee Pace, Matthew Goode, Movies, Nicholas Hoult, Review, Tom Ford
Setelah 16 tahun saling berhubungan, George Falconer (Colin Firth), seorang dosen Sastra Inggris, harus mendengar fakta pahit bahwa kekasihnya, Jim (Matthew Goode), meninggal dunia secara tragis dalam sebuah kecelakaan mobil. Kemuraman dan rasa hampa pun akhirnya mewarnai hari-hari George setelah ditinggal Jim. Kehampaan yang menyelimuti dirinya selama delapan bulan terakhir itulah yang akhirnya membimbing George untuk memutuskan bahwa bunuh diri mungkin adalah jalan terbaik bagi dirinya.
Review: Chloe (2010)
Posted: May 2, 2010 in Movies, ReviewTags: Amanda Seyfried, Atom Egoyan, Chloe, Julianne Moore, Liam Neeson, Max Thieriot, Movies, Nina Dobrev, Review
Sutradara asal Kanada, Atom Egoyan, memang lebih banyak dikenal sebagai seorang sutradara yang lebih banyak memberikan film-film bertema art-house daripada film-film komersial yang seringkali dirilis murni untuk mencari keuntungan belaka. Walau begitu, bukan berarti Egoyan tidak berani untuk mencoba sesuatu yang bersifat komersial. Chloe adalah sebuah usaha Egoyan untuk mencampurkan teknik penyutradaraan art-house yang sering ia terapkan, dengan sisi komersialisme untuk dapat dinikmati oleh publik umum.
Review: The Private Lives of Pippa Lee (2009)
Posted: April 21, 2010 in Movies, ReviewTags: Alan Arkin, Blake Lively, Julianne Moore, Keanu Reeves, Maria Bello, Monica Bellucci, Movies, Rebecca Miller, Review, Robin Wright Penn, The Private Lives of Pippa Lee, Winona Ryder, Zoe Kazan
Ada banyak kejutan yang ditawarkan film The Private Lives of Pippa Lee. Selain deretan nama-nama besar jajaran aktris dan aktor pendukungnya, film ini ternyata memiliki naskah cerita yang cukup kuat sebagai sebuah film drama yang dibalut dengan sedikit dark comedy.





















