Posts Tagged ‘Josh Duhamel’

fire_with_fire_header

Well… semua elemen yang dihadirkan dalam Fire with Fire secara gamblang menjelaskan mengapa film ini langsung dirilis dalam wujud home video di banyak negara – dan seharusnya memang dan tetap diperlakukan seperti itu. Fire with Fire sendiri sebenarnya tidak pernah berjalan dengan kualitas yang begitu buruk. Kualitas akting yang tidak mengecewakan dari para jajaran pemerannya yang diisi oleh nama-nama seperti Josh Duhamel, Rosario Dawson, Bruce Willis dan Vincent D’Onofrio juga mampu membuat film ini setidaknya tampil menghibur sebagai sebuah film aksi. Kelemahan terbesar film ini berasal dari naskah cerita garapan Tom O’Connor yang menyajikan kisah, konflik dan dialog Fire with Fire dengan begitu klise, datar dan terkesan sebagai comotan plot cerita dari berbagai film-film sejenis yang telah pernah dirilis sebelumnya.

(more…)

Jadi… darimana kita akan mulai membicarakan mengenai New Year’s Eve? Garry Marshall sebenarnya pernah dikenal sebagai seorang sutradara yang selalu berhasil menghantarkan film-film hiburan yang cukup memorable. Film-filmnya memang tidak pernah dilabeli sebagai sebuah karya yang mampu bersaing di ajang penghargaan film dunia, namun siapapun tentu tidak akan dapat menyangkal kualitas hiburan yang dapat dihantarkan film-film semacam Beaches (1988), Pretty Woman (1990) atau The Princess Diaries (2001). Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kreativitas Marshall sepertinya gagal untuk turut berkembang. Akhirnya, seperti imej yang ia peroleh sekarang, Marshall lebih sering menghadirkan film-film drama romansa dengan deretan bintang besar Hollywood namun dengan kualitas penceritaan yang cenderung mengecewakan.

(more…)

Adalah sebuah pengetahuan umum bagi setiap pecinta film di dunia bahwa Michael Bay adalah seorang sutradara yang sangat handal ketika ia menghantarkan sebuah film yang disertai dengan begitu banyak adegan ledakan yang memerlukan tingkat pengarahan special effect yang tinggi. Namun, merupakan rahasia umum pula bahwa dalam setiap film-film yang diarahkan oleh Bay, tidak seorangpun seharusnya mengharapkan adanya pengembangan karakter yang jelas, kontinuitas jalan cerita yang terjaga maupun aliran emosi yang akan mampu membuat penonton peduli dengan apa yang terjadi pada setiap karakter di film yang mereka tonton. Transformers: Dark of the Moon sepertinya menjadi sebuah pembuktian kembali atas kenyataan tersebut.

(more…)

Semenjak namanya menanjak lewat Knocked Up (2007), nama Katherine Heigl sepertinya terus akrab dengan film-film drama komedi romantis dengan tipikal peran yang hampir sama: seorang wanita karir yang akhirnya menemukan cinta pada seorang pria yang awalnya ia anggap tak mungkin ia cintai. Formula tersebut awalnya cukup berhasil (27 Dresses, 2008), namun kemudian terus melemah (The Ugly Truth, 2009) dan semakin melemah (Killers, 2010). Hampir dapat dipastikan, setiap film yang dibintangi oleh Heigl selalu memanfaatkan performa yang ia tampilkan bersama aktor yang menjadi pasangannya, daripada memanfaatkan kekuatan cerita yang ingin disampaikan di film tesebut.

(more…)

Tujuh orang sahabat di masa kuliah, yang menyebut diri mereka sebagai The Romantics, kembali berkumpul setelah tidak saling bertemu satu sama lain selama enam tahun, untuk merayakan pernikahan dua orang diantara mereka, Lila (Anna Paquin) dan Tom (Josh Duhamel). Konflik mulai berjalan seiring dengan kedatangan Laura (Katie Holmes), sahabat Lila sekaligus mantan kekasih Tom yang masih memendam hasrat cinta kepada pria tersebut. Sebuah premis yang menjanjikan dan mungkin akan dapat dieksekusi dengan sangat baik serta tampil menarik jika saja sutradara, Galt Neiderhoffer, berhasil menggali kedalaman setiap karakter dan tidak terlalu memfokuskan film ini pada kisah utama yang ingin ia hadirkan.

(more…)

Pertanyaan: Apakah membuat sebuah film romantic comedy yang benar-benar lucu namun tetap romantis adalah sebuah hal yang sangat sulit dilakukan di zaman kemajuan internet seperti saat ini? Mungkin saja. Namun yang jelas, Hollywood sepertinya semakin kesulitan untuk menghasilkan film-film romantic comedy berkelas yang mampu menyaingi kualitas While You Were Sleeping (1995), When Harry Met Sally… (1989) atau mungkin Notting Hill (1999).

(more…)