Setelah petualangan The Twilight Saga (2008 – 2012) resmi berakhir – yang diiringi dengan keriuhan nafas lega dari banyak orang – Hollywood sepertinya masih mencoba untuk mencari ladang uang pengganti dari franchise yang telah menghasilkan pendapatan lebih dari US$3 milyar dari seluruh dunia selama masa perilisannya tersebut. Well… Warm Bodies mungkin akan menjadi salah satu kontender tepat untuk menggantikan posisi The Twilight Saga. Tidak hanya memiliki formula yang hampir serupa – namun mengganti posisi vampir dengan zombie, Warm Bodies juga memulai perjalanannya dengan sentuhan tepat dari Jonathan Levine (50/50, 2011) yang mampu memberikan film ini kehangatan kisah percintaan komedi romantis klasik namun tetap mampu tampil cerdas sehingga akan berhasil dinikmati oleh penonton dalam jangkauan yang lebih luas.
Posts Tagged ‘Jonathan Levine’
Review: Warm Bodies (2013)
Posted: February 28, 2013 in Movies, ReviewTags: Analeigh Tipton, Cory Hardrict, Dave Franco, John Malkovich, Jonathan Levine, Justin Bradley, Movies, Nicholas Hoult, Patrick Sabongui, Review, Rob Corddry, Teresa Palmer, Tod Fennell, Warm Bodies
Review: 50/50 (2011)
Posted: November 14, 2012 in Movies, ReviewTags: 50/50, Andrew Airlie, Anjelica Huston, Anna Kendrick, Bryce Dallas Howard, Daniel Bacon, Donna Yamamoto, Jessica Parker Kennedy, Jonathan Levine, Joseph Gordon-Levitt, Laura Bertram, Matt Frewer, Matty Finochio, Movies, P. Lynn Johnson, Peter Kelamis, Philip Baker Hall, Review, Sarah Smyth, Serge Houde, Seth Rogen, Sugar Lyn Beard, Yee Jee Tso
Apa yang akan Anda lakukan jika Anda didiagnosa menderita sebuah penyakit yang dapat kapan saja mengakhiri perjalanan hidup Anda di dunia? Atau… apa yang akan Anda lakukan jika orang yang Anda sayangi ternyata harus menghadapi tantangan kehidupan tersebut? Tidak seperti film-film lain yang bertema sama dan biasanya ditulis dengan nada penceritaan dramatis yang mendayu-dayu, 50/50, yang ditulis oleh penulis naskah Will Reiser serta menjadi film ketiga yang diarahkan oleh Jonathan Levine setelah All the Boys Love Mandy Lane (2006) dan The Wackness (2008), justru berusaha menghadirkan jalan cerita yang cenderung kelam tersebut dengan nada drama komedi yang kental. Secara mengagumkan, Levine mampu mengolah naskah cerita tulisan Reiser menjadi sebuah presentasi dengan nilai komedi cerdas yang sangat menghibur, namun tetap sangat menyentuh ketika menghadirkan momen-momen dramatisnya.













