Bahkan dengan keberadaan empat orang penulis naskah yang mencoba untuk mengadaptasi kisah dari sebuah seri komik yang telah diterbitkan semenjak tahun 1940, Green Lantern terasa bagaikan sebuah film yang hadir dengan naskah cerita yang begitu dangkal. Masalah utama dari naskah cerita yang disusun oleh Greg Berlanti, Michael Green, Marc Guggenheim dan Michael Goldenberg ini adalah mereka seperti mencoba untuk memadukan seluruh formula yang biasanya ditemukan dalam film-film bertema superhero ke dalam satu susunan naskah cerita. Sayangnya, hal itu kemudian berjalan dengan buruk ketika mereka seperti lupa untuk membangun karakterisasi setiap tokoh dengan baik, plot cerita yang menarik serta alur cerita yang memikat. Ketika permasalahan itu semakin diperburuk oleh sutradara Martin Campbell (Edge of Darkness, 2010) yang sepertinya lebih tertarik untuk menampilkan kekuatan special effect daripada jalan cerita, jadilah Green Lantern terasa bagaikan sebuah perjalanan panjang yang datar dan cenderung membosankan untuk diikuti.
Posts Tagged ‘Jon Tenney’
Review: Green Lantern (2011)
Posted: October 7, 2011 in Movies, ReviewTags: Angela Bassett, Blake Lively, Clancy Brown, Gattlin Griffith, Geoffrey Rush, Green Lantern, Jay O. Sanders, Jeena Craig, Jon Tenney, Mark Strong, Martin Campbell, Michael Clarke Duncan, Mike Doyle, Movies, Peter Sarsgaard, Review, Ryan Reynolds, Taika Waititi, Temuera Morrison, Tim Robbins
Review: Rabbit Hole (2010)
Posted: December 16, 2010 in Movies, ReviewTags: Aaron Eckhart, Dianne Wiest, Giancarlo Esposito, John Cameron Mitchell, Jon Tenney, Mike Doyle, Miles Teller, Movies, Nicole Kidman, Patricia Kalember, Phoenix List, Rabbit Hole, Review, Sandra Oh, Tammy Blanchard
Seringkali, penampilan terbaik seorang aktor atau aktris dalam sebuah film akan muncul ketika memerankan karakter yang sedang berada dalam keadaan duka mendalam. Karakter-karakter ini biasanya akan mampu memberikan kesempatan bagi sang aktor atau sang aktris untuk tidak hanya menunjukkan kemampuan akting mereka, namun juga kesempatan untuk menunjukkan tingkat emosional yang mampu menyentuh siapapun yang menyimak jalan cerita film tersebut. Sayangnya, seringkali pula, karakter maupun film yang memuat tema mengenai duka tersebut kemudian akan terjebak dalam berbagai hal-hal klise khas sinema Hollywood dalam menceritakan kisahnya. Untungnya, Rabbit Hole bukan salah satu diantara film tersebut.













