Dalam Pitch Perfect, Beca Mitchell (Anna Kendrick) adalah sesosok gadis yang memiliki impian untuk pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat, dan mengejar mimpinya untuk menjadi seorang disc jockey. Sayangnya, ia justru terjebak dan menjadi mahasiswi di Barden University akibat paksaan sang ayah (John Benjamin Hickey). Sementara itu, kelompok akapela wanita asal universitas tersebut – yang menamakan diri mereka sebagai The Barden Bellas – sedang membutuhkan bakat-bakat penyanyi baru untuk memulihkan nama mereka yang terlanjur tercoreng akibat kekalahan yang memalukan pada ajang International Championship of Collegiate A Cappella. Oh, selain merupakan seorang musisi yang bebakat, Beca juga memiliki talenta menyanyi yang cukup lumayan. Dan, seperti yang dapat ditebak oleh semua orang, Beca akhirnya bergabung dengan The Barden Bellas.
Posts Tagged ‘John Michael Higgins’
Review: Pitch Perfect (2012)
Posted: December 10, 2012 in Movies, ReviewTags: Adam DeVine, Alexis Knapp, Anna Camp, Anna Kendrick, Ben Platt, Brittany Snow, Christopher Mintz-Plasse, Elizabeth Banks, Ester Dean, Freddie Stroma, Hana Mae Lee, Jason Moore, Jinhee Joung, John Benjamin Hickey, John Michael Higgins, Movies, Pitch Perfect, Rebel Wilson, Review, Skylar Astin, Utkarsh Ambudkar
Review: Bad Teacher (2011)
Posted: September 13, 2011 in Movies, ReviewTags: Adrian Kali Turner, Bad Teacher, Cameron Diaz, Eric Stonestreet, Jake Kasdan, Jason Segel, John Michael Higgins, Justin Timberlake, Kaitlyn Dever, Lucy Punch, Matthew J. Evans, Molly Shannon, Movies, Noah Munck, Phyllis Smith, Review, Thomas Lennon
Walau daftar filmografinya akhir-akhir ini diisi dengan judul-judul film semacam What Happens in Vegas (2008) dan The Green Hornet (2011), dunia telah mengenal Cameron Diaz sebagai seorang aktris yang mampu menghantarkan kemampuan komedinya dengan baik jika ia diberikan sebuah peran yang tepat. Dan Bad Teacher, yang menjadi film pertama Jake Kasdan setelah mengarahkan Walk Hard: The Dewey Cox Story di tahun 2007, adalah film yang cukup tepat bagi Diaz untuk mengeksplorasi bakat komedinya tersebut dengan berperan sebagai seorang guru yang jauh dari kata panutan dalam tindakan kesehariannya. Kemampuan Diz untuk menampilkan karakternya sebagai seorang karakter yang vulgar, membuat film yang sebenarnya memiliki premis tajam namun dieksekusi terlalu datar ini menjadi masih berhasil untuk tampil menghibur penontonnya.













