Posts Tagged ‘John Goodman’

The Monuments Men (Columbia Pictures/Fox 2000 Pictures/Smokehouse Pictures/Studio Babelsberg, 2014)

The Monuments Men (Columbia Pictures/Fox 2000 Pictures/Smokehouse Pictures/Studio Babelsberg, 2014)

Setelah berhasil memenangkan Academy Awards untuk Argo (2012) yang ia produseri bersama Ben Affleck dan Grant Heslov, George Clooney kembali bekerjasama dengan Heslov untuk memproduksi The Monuments Men yang sekaligus menjadi film kelima yang diarahkannya. Dengan naskah cerita yang juga ditulis oleh Clooney dan Heslov berdasarkan buku berjudul The Monuments Men: Allied Heroes, Nazi Thieves and the Greatest Treasure Hunt in History karya Robert M. Edsel dan Bret Witter, The Monuments Men bercerita mengenai sebuah kisah nyata bertema kepahlawanan yang mungkin masih belum diketahui oleh banyak orang mengenai usaha penyelamatan berbagai benda seni dan budaya dunia dengan nilai kultural penting sebelum benda-benda tersebut dihancurkan oleh Adolf Hitler pada masa Perang Dunia II. Sebuah tema penceritaan yang jelas sangat menarik untuk dipresentasikan. Sayangnya, tema menarik tersebut gagal untuk mendapatkaan pengembangan yang kuat, baik dari naskah cerita yang ditulis oleh Clooney dan Heslov maupun dari tata pengarahan Clooney sendiri. Hasilnya, meskipun didukung dengan penampilan berkualitas prima dari jajaran pemerannya, The Monuments Men tampil luar biasa datar dan jauh dari kesan menarik dalam penyajiannya.

(more…)

The-Internship-header

They’re back! Setelah sebelumnya sukses berperan dalam Wedding Crashers (2005) – yang berhasil meraih banyak pujian dari para kritikus film dunia sekaligus meraup keuntungan komersial sebesar lebih dari US$285 juta dari masa rilisnya di seluruh dunia, duo Vince Vaughn dan Owen Wilson kini kembali hadir dalam sebuah film komedi arahan Shawn Levy (Real Steel, 2011) yang berjudul The Internship. Vaughn sendiri kali ini tidak hanya berperan sebagai seorang aktor. Selain bertindak sebagai produser bersama Levy, Vaughn juga menuliskan naskah cerita film ini bersama dengan Jared Stern (Mr. Popper’s Penguins, 2011) berdasarkan ide cerita yang dikembangkan sendiri oleh Vaughn. Kualitas naskah cerita The Internship sebenarnya jauh dari kesan istimewa. Namun, pengarahan serta penampilan jajaran pengisi departemen akting yang kuat mampu membuat The Internship tampil hangat dalam bercerita dan begitu menghibur di sepanjang 119 menit durasi penceritaannya.

(more…)

monsters-university-header

When it comes to Pixar Animation Studios, everyone comes with an unreasonable high expectation. Tidak salah. Semenjak memulai petualangan mereka dengan Toy Story (1995) dan kemudian menghadirkan film-film semacam Finding Nemo (2003), The Incredibles (2004), Ratatouille (2007), WALL·E (2008), Up (2009) hingga Toy Story 3 (2010) yang tidak hanya menjadi favorit banyak penonton namun juga mengubah cara pandang kebanyakan orang terhadap film animasi, Pixar Animation Studios telah menjadi artis standar tersendiri atas kualitas produksi sebuah film animasi. Tidak mengherankan jika ketika Pixar Animation Studios merilis film-film seperti Cars 2 (2011) dan bahkan Brave (2012) yang berkualitas menengah (baca: cukup menghibur namun jauh dari kesan istimewa), banyak penonton yang mulai meragukan konsistensi rumah produksi yang kini berada di bawah manajemen penuh Walt Disney Pictures tersebut dalam kembali menghadirkan film-film animasi yang berkelas. Not wrongbut quite silly.

(more…)

The-Hangover-3-header

Memulai perjalanannya pada tahun 2009, The Hangover yang diarahkan oleh Todd Phillips (Old School, 2003) mampu meraih sukses luar biasa berkat keberanian Phillips dan duo penulis naskah, Jon Lucas dan Scott Moore, dalam menghadirkan deretan guyonan yang melabrak berbagai pakem komedi dewasa tradisional Hollywood. Tidak hanya film tersebut mampu meraih kesuksesan secara kritikal serta pendapatan komersial sebesar lebih dari US$450 juta – dari biaya produksi hanya sebesar US$35 juta!, The Hangover juga berhasil membawa ketiga nama pemeran utamanya, Bradley Cooper, Zach Galifianakis serta Ed Helms, ke jajaran aktor papan atas Hollywood. Kesuksesan tersebut berlanjut dengan The Hangover Part II (2011), yang berhasil meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$581 juta meskipun gagal untuk kembali mencuri hati para kritikus film dunia akibat jalan cerita yang dinilai terlalu familiar dan dieksekusi dengan penggalian yang begitu dangkal.

(more…)

argo-header

Diadaptasi oleh Chris Terrio dari buku The Master of Disguise (Antonio J. Mendez, 2000) dan artikel majalah Wired, Escape from Tehran: How the CIA Used a Fake Sci-Fi Flick to Rescue Americans from Iran (Joshuah Bearman, 2007), Argo bercerita tentang kisah nyata mengenai Revolusi Iran yang terjadi pada tahun 1979. Saat itu, hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat sedang berada di ujung tanduk akibat keputusan pemerintah Amerika Serikat yang memberikan suaka politik bagi mantan pemimpin Iran yang dianggap telah memberikan banyak kesengsaraan bagi rakyat negaranya, Mohammad Reza Pahlavi. Puncaknya, pada tanggal 4 November 1979, ribuan demonstran anti pemerintahan Amerika Serikat menyerbu masuk ke dalam gedung kedutaan besar Amerika Serikat di Tehran, Iran. Lebih dari 50 pegawai kedutaan besar Amerika Serikat kemudian dijadikan sebagai tawanan. Namun, enam orang diantaranya berhasil melarikan diri dan kemudian bersembunyi di kediaman Duta Besar Kanada untuk Iran, Ken Taylor (Victor Garber).

(more…)

flight-header

Setelah beberapa saat terjebak di dunia animasi, Robert Zemeckis kembali mengarahkan sebuah film live action – yang, by the way, menjadi film live action pertamanya semenjak kesuksesan Cast Away di tahun 2000 yang lalu. Dengan naskah yang ditulis oleh John Gatins (Real Steel, 2011), Flight mencoba mengisahkan mengenai bagaimana kelamnya kehidupan seorang alkoholik. Terdengar familiar? Well… sayangnya, pendekatan yang dilakukan oleh Zemeckis dalam menceritakan kisah tersebut juga akan membuat banyak orang merasa bahwa tidak ada sesuatu yang istimewa dalam garis penceritaan film ini. Terkecuali, tentu saja, penampilan Denzel Washington yang mampu menghidupkan karakternya dengan begitu meyakinkan.

(more…)

ParaNorman_header

Setelah sukses dengan Coraline (2009), yang selama masa rilisnya di seluruh dunia berhasil meraih total pendapatan sebesar lebih dari US$120 juta serta sebuah nominasi Best Animated Feature di ajang The 81st Annual Academy Awards, rumah produksi Laika kembali lagi dengan film animasi terbarunya, ParaNorman. Seperti halnya Coraline, ParaNorman juga adalah sebuah film animasi stop-motion bernuansa horor komedi yang memiliki latar belakang penceritaan yang cenderung kelam. Disutradarai oleh duo Sam Fell (Flushed Away, 2006) dan Chris Butler dengan naskah cerita yang ditulis oleh Butler, ParaNorman sekali lagi berhasil membuktikan kemampuan Laika untuk menghasilkan sebuah film animasi dengan tampilan visual serta jalan cerita yang kuat sekaligus mampu tampil menarik, baik pada penonton dewasa maupun para penonton muda.

(more…)