Posts Tagged ‘John Carroll Lynch’

Sesuai dengan kesan yang akan didapatkan penonton ketika membaca judul film ini, Crazy, Stupid, Love. mencoba untuk menggabungkan elemen drama, komedi dan romansa ke dalam sebuah jalinan kisah yang berdurasi sepanjang 118 menit. Berhasil? Sebagai sebuah komedi, Crazy, Stupid, Love. cukup mampu untuk tampil stabil di berbagai bagian ceritanya. Didukung dengan penampilan apik para jajaran pemerannya serta naskah cerita yang berisi deretan dialog menghibur dan ditulis oleh Dan Fogelman (Cars 2, 2011), Crazy, Stupid, Love. harus diakui berhasil memberikan banyak momen-momen menyenangkan bagi penontonnya. Sayangnya, usaha untuk melebarkan sayap ke wilayah drama romansa seringkali berakhir dengan kegagalan akibat terlalu banyaknya sisi cerita yang ingin dikembangkan yang berakibat kurang fokusnya penceritaan yang disampaikan kepada penonton.

(more…)

Dean O’Dwyer atau yang lebih dikenal sebagai Delicious D (Christopher Thornton) telah merasakan depresi di sepanjang hidupnya karena kelumpuhan yang ia alami. Berbagai cara untuk menyembuhkan kelumpuhan tersebut telah ia coba, termasuk dengan mendatangi pertemuan keagamaan yang dihadiri para faith healer yang mengaku dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit – walaupun ia sama sekali tidak percaya dengan keberadaan Tuhan maupun adanya keajaiban yang dapat saja terjadi dalam hidup. Namun, tak satupun cara pengobatan yang ia tempuh mampu mengeluarkannya dari kursi roda di mana ia hidup di kesehariannya.

(more…)

Hesher jelas bukanlah sebuah film yang akan dapat dinikmati banyak orang. Walaupun dibintangi oleh Joseph Gordon-Levitt dan Natalie Portman serta sebuah tema cerita yang mungkin telah cukup familiar bagi banyak orang, Hesher menggunakan cara penyampaian kisah yang cukup unik dalam menghantarkan jalan ceritanya yang menyinggung mengenai bagaimana cara para karakternya untuk menghadapi rasa kehilangan terhadap seseorang yang begitu mereka cintai. Sutradara sekaligus penulis naskah, Spencer Susser, jelas-jelas tidak menginginkan adanya sentimentalitas berlebihan di dalam jalan cerita Hesher. Susser lebih memilih untuk menyampaikan kisahnya melalui dark comedy tentang kehidupan para karakternya. Tidak selalu berhasil, sayangnya, karena Susser sepertinya terlalu berusaha keras untuk menghasilkan deretan karakter yang unik namun melupakan banyak sisi emosional cerita untuk mampu menarik perhatian para penontonnya lebih dalam.

(more…)

Dalam Paul, dua orang pecinta komik asal Inggris yang saling bersahabat memutuskan untuk berliburan ke Amerika Serikat untuk menghadiri Comic-Con serta menjelajahi beberapa wilayah di negara tersebut yang sempat terkenal karena terdapat penampakan alien disana. Di tengah-tengah perjalanan, tanpa disangka, mereka bertemu dengan salah seorang dari alien tersebut. Simon Pegg dan Nick Frost memerankan karakter dua sahabat tersebut sekaligus menuliskan naskah cerita film ini. Seth Rogen mengisisuarakan karakter sang alien. Gregg Mottola, yang sukes mengarahkan Superbad (2007) dan Adventureland (2009), duduk di kursi sutradara. Paul adalah sebuah film komedi dengan premis yang sangat menjanjikan. Dengan deretan talenta seperti Pegg, Frost, Rogen dan Mottola, Paul seharusnya dapat tampil gemilang dalam menghantarkan lelucon-leluconnya. Sayangnya hal tersebut jarang sekali terjadi dalam 104 menit durasi film ini berjalan.

(more…)

Jennifer Aniston. Mungkin bukan kesalahan semua orang jika ketika mendengar nama aktris yang populer lewat serial televisi Friends ini langsung terbayang akan berbagai film komedi romantis yang sayangnya kebanyakan dinilai dangkal dan kurang efektif. Dengan judul Love Happens dan sebuah poster yang kurang menarik, penilaian itu mungkin akan semakin tajam terbentuk, bahkan sebelum kebanyakan penonton menyaksikan film ini.

(more…)

Shutter Island adalah sebuah karya teranyar dari salah satu sutradara paling dihormati di Hollywood, Martin Scorsese. Kembali bekerjasama dengan Leonardo DiCaprio, film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya novelis Dennis Lehane.

(more…)