Posts Tagged ‘Joel Edgerton’

Secara sekilas, The Thing dapat dilihat sebagai sebuah prekuel sekaligus remake dari film arahan John Carpenter berjudul sama – yang sendirinya juga merupakan sebuah remake dari film horor berjudul The Thing from Another World (1951) – dan sempat menuai cukup banyak pujian dari para kritikus film dunia ketika dirilis pada tahun 1982. Versi terbaru dari The Thing memang memberikan sebuah garisan cerita tambahan bagi kisah The Thing arahan Carpenter ketika di saat yang sama juga tetap menggunakan formula cerita yang dulu telah diterapkan Carpenter dalam filmnya. Bukan berarti rilisan teranyar dari The Thing adalah sebuah film yang jauh dari kesan inovatif. The Thing memang tetap setia dengan formula lamanya. Namun, di bawah arahan sutradara Matthijs van Heijningen Jr., The Thing masih dapat tampil dengan beberapa kejutan yang masih cukup mampu untuk menyenangkan para penggila film-film sejenis.

(more…)

Jika saja The Fighter (2010) tidak dirilis terlebih dahulu, dan berhasil meraih kesuksesan kritikal dan komersial yang begitu besar, mungkin tahun ini perhatian dunia akan tertuju pada penampilan luar biasa dari trio Tom Hardy, Joel Edgerton dan Nick Nolte dalam sebuah film bertemakan olahraga arahan Gavin O’Connor (Pride and Glory, 2008), Warrior. Secara kualitas, Warrior sama sekali tidak jauh berbeda dengan The Fighter. Sama-sama mewarnai jalan ceritanya dengan konflik keluarga yang terjadi di antara karakter-karakternya, Warrior mampu tampil cemerlang, lebih keras dan lebih gelap di bagian awal pengisahan cerita. Sayangnya, seiring dengan berjalannya durasi film, Warrior terjebak dengan banyak dramatisasi kisah yang hanya membuat durasi film ini membengkak hingga sepanjang 140 menit tanpa mampu memberikan ikatan emosional yang berarti.

(more…)

Dalam adegan pembukaan Animal Kingdom, Joshua Cody (James Frecheville), sedang duduk di sofa dan menonton sebuah acara televisi berdua bersama ibunya… hingga akhirnya ia menyadari bahwa ibunya telah meninggal dunia akibat heroin yang ia konsumsi. Saat pihak paramedis datang, Joshua menjawab setiap pertanyaan yang ditanyakan kepadanya mengenai kematian sang ibu, walau matanya masih terfokus pada acara televisi yang sedang ia saksikan. Kehidupan Joshua dan ibunya memang tidak pernah berjalan menyenangkan. Namun, kehidupan bersama ibunya tersebut masih tergolong jauh lebih baik dengan kehidupan yang akan ia hadapi setelah kematian sang ibu.

(more…)

Legend of the Guardian: The Owls of Ga’Hoole menandai kali pertama sutradara Zack Snyder (300 (2007), Watchmen (2009)) menangani sebuah film yang bergenre animasi dengan jalan cerita yang ditujukan bagi penonton kalangan keluarga. Hal ini tentu saja adalah merupakan sebuah dunia yang sangat baru bagi Snyder – yang selama ini mengerjakan film-film dengan genre dewasa yang seringkali mengandung unsur kekerasan dan seksual yang tinggi. Walau begitu, melihat apa yang dicapai oleh Snyder lewat Legend of the Guardian: The Owls of Ga’Hoole – dengan tetap menggunakan beberapa teknik khasnya, seperti gerakan slow motion yang dramatis – terbukti kalau Snyder sangatlah mudah untuk beradaptasi dengan dunia baru tersebut.

(more…)

Jika saja Raymond Yale (David Roberts) tahu perselingkuhannya dengan Carla Smith (Claire van der Bloom) akan berujung pada serentetan tragedi, mungkin Raymond akan memilih untuk setia dengan pernikahannya yang dinilainya sudah hambar itu. Namun, mungkin tidak akan ada pria yang mampu menolak daya tarik seorang Carla yang cantik, walaupun juga telah memiliki suami tersebut.

(more…)