Ada sebuah alasan mengapa Carnage mampu menjadi sebuah film dengan penceritaan yang tertata rapi, intensitas yang terjaga dan bekerja dengan sangat sempurna sebagai sebuah komedi satir: Roman Polanski. Diadaptasi dari drama panggung berjudul God of Carnage karya Yasmina Reza, Carnage sebenarnya bukanlah sebuah film yang tepat bagi seorang sutradara untuk menunjukkan kemampuan penyutradaraannya. Carnage adalah sebuah film yang memiliki jalan cerita yang menggantungkan dirinya pada kemampuan para aktor pemeran karakter-karakter yang ada di dalam jalan cerita tersebut untuk dapat menghidupkan intensitas cerita – dan dengan keberadaan nama-nama seperti Jodie Foster, Kate Winslet, Christoph Waltz dan John C. Reilly, Polanski hampir dapat dikatakan sama sekali tidak perlu melakukan sebuah usaha yang berarti. Namun, Carnage membutuhkan seorang sutradara yang mampu merangkai kemampuan akting para jajaran pemeran dengan satuan intensitas cerita yang ingin disampaikan. Untuk hal tersebut, Roman Polanski telah berhasil melakukan sebuah tugas yang cemerlang!
Posts Tagged ‘Jodie Foster’
Review: Carnage (2011)
Posted: December 31, 2011 in Movies, ReviewTags: Carnage, Christoph Waltz, Eliot Berger, Elvis Polanski, Jodie Foster, John C. Reilly, Joseph Rezwin, Julie Adams, Kate Winslet, Movies, Nathan Rippy, Review, Roman Polanski, Tanya Lopert
The 69th Annual Golden Globe Awards Nominations List
Posted: December 15, 2011 in Awards, Golden Globes, MoviesTags: 50/50, A Dangerous Method, A Separation, Albert Brooks, Albert Nobbs, Alexander Payne, Arthur Christmas, Awards, Beginners, Berenice Bejo, Brad Pitt, Brendan Gleeson, Bridesmaids, Carnage, Cars 2, Charlize Theron, Christopher Plummer, Crazy Stupid Love, Drive, George Clooney, Glenn Close, Gnomeo & Juliet, Golden Globe, Hugo, In the Land of Blood and Honey, J. Edgar, Janet McTeer, Jean Dujardin, Jessica Chastain, Jodie Foster, Jonah Hill, Joseph Gordon-Levitt, Kate Winslet, Kenneth Brannagh, Kristen Wiig, Leonardo DiCaprio, Machine Gun Preacher, Martin Scorsese, Meryl Streep, Michael Fassbender, Michel Hazanavicius, Michelle Williams, Midnight in Paris, Moneyball, Movies, My Week with Marilyn, Octavia Spencer, Owen Wilson, Puss in Boots, Rango, Rooney Mara, Ryan Gosling, Shailene Woodley, Shame, The Adventures of Tintin, The Artist, The Descendants, The Flowers of War, The Girl with the Dragon Tattoo, The Guard, The Help, The Ides of March, The Iron Lady, The Kid with a Bike, The Skin I Live In, Tilda Swinton, Viggo Mortensen, Viola Davis, W.E., War Horse, We Need to Talk About Kevin, Woody Allen, Young Adult
Perebutan menuju gelar film terbaik untuk tahun 2011 semakin diperhangat dengan diumumkannya nominasi The 69th Annual Golden Globe Awards, malam ini. Untuk tahun ini, The Artist memimpin daftar perolehan nominasi setelah film asal Perancis tersebut berhasil meraih 6 nominasi termasuk nominasi di kategori Best Motion Picture – Comedy or Musical. Raihan The Artist tersebut diikuti oleh The Descendants yang memperoleh 5 nominasi serta The Ides of March, Midnight in Paris, The Help dan Moneyball yang sama-sama meraih 4 nominasi. Sementara itu, film karya Martin Scorsese, Hugo, berhasil meraih 3 nominasi termasuk untuk Best Motion Picture – Drama dan Best Director.
Review: The Beaver (2011)
Posted: August 8, 2011 in Movies, ReviewTags: Anton Yelchin, Cherry Jones, Jennifer Lawrence, Jodie Foster, Mel Gibson, Movies, Review, Riley Thomas Stewart, The Beaver, Zachary Booth
Adalah sangat menyenangkan untuk melihat aktor sekelas Mel Gibson kembali hadir membintangi sebuah film dan terlepas dari segala permasalahan peribadi yang ia miliki. Dalam The Beaver, Gibson terbukti mampu membuktikan bahwa dirinya masih merupakan salah satu aktor terbaik yang dimiliki Hollywood hingga saat ini. Secara lugas, Gibson memerankan karakter seorang pria yang dilanda depresi dalam menjalani hidup dengan begitu jujur dan mendalam sehingga sangat efektif dalam menghadirkan tiap jalinan emosi dari karakter tersebut. Sayangnya, Jodie Foster sepertinya kurang mampu memadukan beberapa alur kisah dari The Beaver yang memiliki tingkatan emosi yang berbeda. Ditambah dengan kurang eratnya chemistry yang tercipta antara tiap karakter, The Beaver berakhir sebagai sebuah drama yang cukup baik, namun sama sekali tidak terasa istimewa.













