Diangkat dari seri novel Parker yang berjudul Flashfire (2000) karya Donald E. Westlake, Parker merupakan kali pertama seri novel crime thriller karya Westlake yang telah dirilis semenjak tahun 1962 tersebut diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar dengan tetap menggunakan nama Parker sebagai nama karakter utamanya. Beberapa film yang mengadaptasi seri novel Parker sebelumnya – seperti Point Blank (1967), The Outfit (1973) dan Payback (1999) – mengubah nama karakter utamanya atau bahkan jenis kelamin karakter tersebut (Made in U.S.A., 1966). Dengan naskah cerita yang ditulis oleh John J. McLaughlin (Hitchcock, 2012), Parker berkisah mengenai seorang pencuri profesional yang berusaha menuntut balas setelah dikhianati rekan-rekannya. Sebuah jalinan kisah yang tepat untuk seorang Jason Statham bukan?
Posts Tagged ‘Jennifer Lopez’
Review: Parker (2013)
Posted: January 27, 2013 in Movies, ReviewTags: Bobby Cannavale, Carlos Carrasco, Clifton Collins Jr., Daniel Bernhardt, Emma Booth, Jason Statham, Jennifer Lopez, Micah A. Hauptman, Michael Chiklis, Movies, Nick Nolte, Parker, Patti LuPone, Review, Taylor Hackford, Wendell Pierce
Review: What to Expect When You’re Expecting (2012)
Posted: July 18, 2012 in Movies, ReviewTags: Amir Talai, Anna Kendrick, Ben Falcone, Brooklyn Decker, Cameron Diaz, Chace Crawford, Cheryl Cole, Chris Rock, Dennis Quaid, Dwyane Wade, Elizabeth Banks, Génesis Rodríguez, Jennifer Lopez, Jesse Burch, Joe Manganiello, Kim Fields, Kirk Jones, Matthew Morrison, Megan Mullally, Mimi Gianopulos, Movies, Rebel Wilson, Review, Rob Huebel, Rodrigo Santoro, Taboo, Thomas Lennon, Tyce Diorio, Wendi McLendon-Covey, What to Expect When You're Expecting, Whitney Port
Dianggap sebagai sebuah kitab suci bagi para wanita hamil di Amerika Serikat – dimana diperkirakan 93% wanita hamil di negara tersebut menjadikan buku ini sebagai bacaan wajibnya, What to Expect When You’re Expecting adalah sebuah buku yang berformat deretan pertanyaan dan jawaban mengenai kehamilan yang ditulis oleh Heidi Murkoff dan Sharon Mazel serta diterbitkan pertama kali pada tahun 1984. Walau sama sekali tidak mengandung garis cerita di dalamnya, Hollywood mengambil inspirasi mengenai berbagai peristiwa dan proses yang terjadi dalam kehamilan dari buku tersebut dan menjadikannya sebuah naskah film drama komedi romantis dengan bantuan duo penulis naskah, Shauna Cross (Whip It, 2009) dan Heather Hach (Freaky Friday, 2003).
Review: Ice Age: Continental Drift (2012)
Posted: July 14, 2012 in Movies, ReviewTags: Alain Chabat, Alan Tudyk, Ally Romano, Aziz Ansari, Ben Gleib, Chris Wedge, Christopher Campbell, Denis Leary, Drake, Eddie "Piolín" Sotelo, Ester Dean, George Jacobs, Heather Morris, Ice Age 4: Continental Drift, Ice Age: Continental Drift, Jason Fricchione, Jennifer Lopez, John Leguizamo, Josh Gad, Josh Peck, Joy Behar, Karen Disher, Keke Palmer, Kunal Nayyar, Mike Thurmeier, Movies, Nick Frost, Nicki Minaj, Patrick Stewart, Peter Dinklage, Queen Latifah, Ray Romano, Rebel Wilson, Review, Seann William Scott, Simon Pegg, Steve Martino, Wanda Sykes
Setelah Rio (2011), yang berhasil mendapatkan pujian luas dari kalangan kritikus film dunia sekaligus berhasil memperoleh kesuksesan komersial dengan jumlah pendapatan lebih dari US$400 sepanjang masa rilisnya di seluruh dunia, Blue Sky Studios kini melanjutkan seri keempat dari franchise Ice Age milik mereka. Tidak seperti tiga seri sebelumnya, Ice Age: Continental Drift tidak lagi disutradarai oleh Carlos Saldanha – yang lebih memilih untuk berkonsentrasi pada pembuatan sekuel Rio yang direncanakan rilis tahun 2014 mendatang. Berada di tangan Steve Martino – yang sebelumnya merupakan co-director dari Horton Hears a Who! (2008) – dan Mike Thurmeier – yang merupakan co-director dari Ice Age: Dawn of the Dinosaurs (2009) – Ice Age: Continental Drift masih melanjutkan kisah petualangan trio Manny, Sid dan Diego di zaman es. Terdengar seperti premis film-film di seri Ice Age sebelumnya? Mungkin karena Ice Age: Continental Drift memang tidak menawarkan sebuah sisi penceritaan yang benar-benar baru dalam naskah ceritanya.
Review: The Back-Up Plan (2010)
Posted: May 29, 2010 in Movies, ReviewTags: Alan Poul, Alex O'Loughlin, Anthony Anderson, Eric Christian Olsen, Jennifer Lopez, Linda Lavin, Melissa McCarthy, Movies, Noureen DeWulf, Review, The Back-Up Plan
Selepas kesuksesan komersial Monster-in-Law pada tahun 2005, aktris Jennifer Lopez secara perlahan sepertinya ingin beralih kepada film-film dengan tema sosial dan lebih dari sekedar sebuah komedi romantis yang biasa ia perankan. Berturut-turut, datanglah An Unfinished Life (2005), Bordertown (2007) dan El Cantante (2007), yang sialnya, selain gagal secara komersil, juga tidak mendapat sambutan begitu baik dari para kritikus film dunia.
The 30th Annual Razzie Awards Nominations
Posted: February 2, 2010 in Awards, Movies, Razzie AwardsTags: Ali Larter, All About Steve, Awards, Battlefield Earth, Ben Affleck, Beyonce, Billy Ray Cyrus, Brad Silberling, Bradley Cooper, Bride Wars, Candice Bergen, Did You Hear About the Morgans?, Eddie Murphy, Freddy Got Fingered, G.I. Joe: The Rise of Cobra, Gigli, Hannah Montana: The Movie, Hugh Hefner, I Know Who Killed Me, Imagine That, Jennifer Lopez, Jennifer’s Body, John Travolta, Jonas Brothers, Jonas Brothers: The 3-D Concert Experience, Jorma Taccone, Julie White, Kelly Preston, Kristen Stewart, Land of the Lost, Lindsay Lohan, Madonna, Mariah Carey, Marlon Wayans, Megan Fox, Michael Bay, Mike Myers, Miley Cyrus, Movies, Obsessed, Old Dogs, Paris Hilton, Phil Traill, Pink Panther 2, Razzie Awards, Rob Schneider, Robert Pattinson, Sandra Bullock, Sarah Jessica Parker, Shia LaBeouf, Sienna Miller, Stephen Sommers, Steve Martin, Swept Away, Taylor Lautner, The Twilight Saga: New Moon, Transformers 2: Revenge of the Fallen, Transformers: Revenge of the Fallen, Walt Becker, Will Ferrell
Well… satu hari sebelum Academy Awards mengumumkan jajaran film dan tokoh yang memperoleh nominasi untuk karya terbaik mereka, para anggota The Golden Raspberry Award Foundation juga tak ketinggalan ingin memberikan sebuah “kenang-kenangan” bagi mereka, film dan tokoh, yang telah memberikan “kontribusi” dalam menghasilkan kenangan buruk bagi penonton dalam masa satu tahun terakhir.

















